Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Menjadi Dekat


__ADS_3

Sejak hari itu, si kembar tampak semakin dekat...di sekolah mereka tidak terpisahkan sementara Zayden sebagai kakak selalu menuruti apapun yang di inginkan oleh Zayn dan Zelina..kalau Zayn tidak banyak menuntut sebaliknya Zelina punya selera tinggi..dia mulai memesan apapun yang di sukainya dan Zayden yang akan membayar dengan kartu emasnya...walau sampai saat itu Zelina tidak tau rahasia antara Zayden dan juga Zayn kalau ternyata memang mereka saudara kembar...


''Kau bisa menganggapku kakakmu Zelina..''


Zelina mengangguk dengan cepat..bukankah dia beruntung, wajah mereka sama persis jadi susah baginya untuk membedakan..


''Baiklah kak Zayden..''


''Apa kau siap kerumah kakak sekarang..''tawar Zayden antusias..


''Baiklah tapi bagaimana dengan kak Zayn...''


Zayden terdiam jika dia membawa Zayn maka Daddy akan curiga karna wajah mereka begitu mirip,...jadi untuk sementara Zayn tak boleh ikut..


''Kak Zayn masih ada tugas di perpus, lagi pula kita hanya sebentar disana...''


''Baiklah...ayo kita pergi...''


Zayden pun tersenyum lega, lalu mengambil ponselnya dan menelfon paman Virgo...tak berapa lama kemudian sebuah mobil mewah memasuki halaman sekolah..Zayden mengulurkan tangannya hingga Zelina menyambutnya dengan cepat...


Keduanya lantas melangkah beriringan menuju mobil dan ketika Virgo membuka pintu mobil dia teramat terkejut melihat Zayden membawa seorang anak sebayanya bersama dirinya..


Hening....


Zayden menatap mata Virgo yang tercengang seperti melihat hantu..


''Paman Virgo...kenalkan ini Zelina,...''


''Zelina...'' Virgo tak mampu menahan keterkejutannya.


Virgo menatap mata Zayden yang begitu tajam...


''Zayden....''


''Mengapa paman seperti melihat hantu...mengapa aku jadi penasaran kepadamu mungkin paman tau banyak hal...''ucap Zayden penuh arti..


''Masuklah nona Zelina....''


Virgo bahkan sampai gemetar ketika membuka pintu dan disaat yang sama Zayden menyadari kalau Virgo tau banyak hal tentang Mommy dan Daddy...paman tak bisa menghindar kali ini..


Zayden lalu masuk dan duduk di samping Zelina yang sedang mengedarkan matanya kagum pada mobil mewah ini..


''Mobil bagus dan nyaman..''ucap Zelina antusias..


Tanpa di duga...di saat itulah, Virgo meneteskan airmatanya....pria itu tertunduk bersembunyi dari tatapan selidik Zayden...Virgo gemetar membayangkan kalau dia sedang menyetir salah satu kembaran Zayden...nona Zelina...bagaimana takdir itu menunjukan kekuatannya sendiri...semua karna rencana Tuhan yang indah..


''Kau boleh meminta kemana pun Zelina paman Virgo akan membawamu..''


Zelina menatap lewat cermin dan mengerutkan kening..


''Mengapa paman Virgo menangis...''tanya Zelina memajukan tubuhnya..


''Ahh...tidak nona Zelina, paman baik-baik saja....dan kata tuan Zayden benar..kapanpun nona Zelina ingin menggunakan mobil ini maka paman akan mengantarnya..''


''Kemanapun aku suka paman..''

__ADS_1


''Yah...kemanapun nona suka...''jawab Virgo dengan suara seraknya..


Disaat yang sama...


Virgo dan Zayden saling menatap...


''Baiklah paman ayo kita pulang, aku ingin menunjukan rumah pada Zelina...''


''Tentu saja tuan muda...''


Zeline pun tersenyum...


''Aku senang sekali...aku punya dua kakak sekaran dan aku bisa melakukan apapun yang aku suka..''


Zayden mengangguk pasrah..


''Tentu saja Zelina..kau punya dua kakak sekarang..oya paman Virgo kita akan mampir di minimarket, Zelina ingin membeli eskrim..apakah kau suka Zelina.''


Zelina mengangguk antusias...


''Baiklah tentu saja..aku suka...bolehkah aku membeli banyak...'' tanya Zelina dengan mata berbinar...


''Tentu saja...kau boleh membeli banyak..''


''Yeyy....mengapa kakak baik sekali padahal kau bukan kakak kandungku..''ucap Zelina jujur..


Dan sekali lagi Virgo dan Zayden saling menatap melalui kaca mobil.


Zayden membelai rambut Zelina dengan penuh kasih sayang ketika menyadari Zelina mulai mengantuk, karna mobil yang nyaman untuknya..


************


Alex bangkit dari tempat duduk lalu melangkah di dekat jendelanya...sambil tetap menelfon..


''Seorang Desainer baru, apa kau yakin putraku yang merekomendasinya...Alex berhenti sebentar matanya menangkap ketika mobil milik Zayden memasuki gerbang...baiklah aku akan melihat hasil rancangannya kau bisa mengirimkan hasil desainnya agar aku memeriksa apakah itu layak atau tidak...baiklah..''


Alex menutup telp dan mengerutkan kening, sejak kapan Zayden tertarik dalam dunia Desain dan malah merekomendasikan rancangannya...apalagi nama Desainer itu disamarkan..


Baiklah...Zayden sudah pulang dan dia akan menanyakan langsung pada putranya itu..tentang siapa sebenarnya sang Desainer itu, tak mungkin anak sekecil Zayden mengenal seorang desainer...?


Alex melangkah keluar dari ruang kerjanya dan menuju lift untuk turun ke lantai 1...


Sementara,........


Ketika Zayden hendak membawa Zelina ke dalam Mansion langkah Zelina terhentik ketika dia merasa takut, rumah ini terlalu besar..


Zelina takut jika orang tua kak Zayden mungkin akan mengusirnya dari rumah ini...Zeline merasa ragu dan mulai takut..hingga Zayden menoleh kepadanya..


''Zelina...ada apa, mengapa kau tidak mau masuk...''tanya Zayden sedikit heran...


Sementara Virgo memegang barang belanjaaan milik Zelina yang di bawanya...


''Paman Virgo,....letakan saja belanjaaan itu di dalam mobil...''


''Mengapa nona Zelina..''

__ADS_1


''Aku akan makan dirumah saja nanti bersama kakakku dan Mommy...''


Zelina mulai menunjukan wajahnya yang memelas..


''Habiskan saja...nanti kakak akan membelikanmu lagi dengan Mommy dan juga kakakmu...ada apa Zelina mengapa kau takut begini...''


Zayden menatap mata Zeline yang berair...


''Ada apa Zelina..katakan padaku..''


Zelina menggigit bibirnya..ia terlihat tak nyaman...sambil menarik Zayden mendekat Zelina berbisik pelan di telinga Zayden..


''Apakah orang tua kakak tak akan mengusirku pergi...aku takut...''


Mendengar hal itu Zayden lantas tertawa dengan keras, karna ucapan Zelina sangat lucu..bagaimana kalau nanti Zelina tau kalau rumah ini adalah rumahnya dan Daddy Alex adalah Daddy nya..pasti akan seru..mata Zayden sampai berkaca-kaca karna menahan tawa..


''Tenang saja...Daddy kakak adalah orang yang sangat baik...''dia tak akan pernah marah padamu...


Zelina akhirnya bisa tenang...lalu mengikuti langkah Zayden memasuki ruang utama..dan Zelina terkejut ketika disaat yang sama lift terbuka dan sosok Alex keluar dari sana...dengan tatapan dinginnya..


Zelina mengerutkan keningnya..mengapa wajah Daddy kak Zayden tidak asing...? namun karna ia takut, Zelina merapat pada Zayden dan bersembunyi di belakangnya..


Alex mengerutkan kening ketika melihat Alex membawa teman perempuannya...


''Zayden...kau sudah pulang, ada yang ingin Daddy tanyakan...''


''Daddy.....sebentar dulu, aku ingin mengenalkanmu pada temanku Daddy..''


''Ayolah itu tidak penting...''


''Tapi ini penting bagiku Dadd...Please...''bisik Zayden memohon..


Alex akhirnya menurut dengan menatap gadis yang bersembunyi di belakang Zayden...


''Zelina....ayo kakak akan kenalkan dengan Daddy...''


Dan disaat itulah Zelina keluar dari persembunyiannya...Zelina mendongakan wajahnya agar menatap mata Alex yang juga tak kalah tajam...menatapnya..


Deg!!!!!


Hening...


Alex sungguh terkejut ketika melihat Zelina di depannya berdiri dengan tatapan polos...


Tanpa sadar, mata Alex berkaca-kaca......mengapa hatinya bergetar melihat gadis kecil ini dan mengapa mereka sangat mirip....?


Alex mendekat dan mengulurkan tangannya...


''Siapa namamu..''


''Zelina Sherin......''


''Apa..'' Alex membeku mendengar nama Sherin di belakang nama Zelina..


Pria itu menyipitkan matanya dengan tajam...

__ADS_1


__ADS_2