Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Mulai Memandangmu


__ADS_3

Seorang wanita berdiri di depan kamar pengantin milik Alex dan juga Sherin..pandangannya mengeras, ia sempat mengkikuti langkah Alex dan tanpa dia duga ternyata Alex masuk ke dalam kamar..


Apa yang mereka lakukan....??


Nessa terbakar cemburu, biar bagaimanapun dia tidak rela sama sekali jika Alex kini sudah menikah dengan gadis kecil yang lebih cantik darinya,..mata Nessa berkaca-kaca penuh sesal jauh di dalam hatinya teramat menyesal karna dulu meninggalkan Alex untuk memilih kakaknya..


Penyesalan itu datang sangat terlambat ketika Nessa sadar kalau cintanya hanyalah pada Alex seorang dan keadaan tidak akan pernah kembali seperti semula..satu-satunya hal yang membuatnya sedikit lega karna Alex tidak terlihat dekat dengan satu orang pun selama ini Nessa percaya kalau Alex sebenarnya juga masih mencintai dirinya..namun sengaja menyembunyikan perasan terdalamnya..namun sebuah undangan pernikahan sanggup membuat Nessa terkejut setengah mati...apa yang tak pernah dia bayangkan akhrinya terjadi..Alex akhirnya melabuhkan hatinya pada seorang gadis yang masih muda dan polos...


Nessa cemburu dan mulai memikirkan cara untuk memisahkan mereka..dia tak sbar lagi.


''Nessa....mengapa kau berdiri disana...''


Suara itu milik David hingga Nessa hanya mampu memejamkan matanya menahan diri....lalu membalikan tubuhnya penuh senyum...


''Suamiku.....''


David tak dapat mempercayainya, anak mereka sedang menangis dan Nessa malah berada disini...


''Apa yang kau lakukan....''


''Aku sedang melakukan apa yang kau bilang dengan membujuk Alex...sekarang aku berhasil karna Alex sudah masuk ke kamar...''


Nessa lalu melangkah melewati David yang terdiam...pandangannya menajam ke arah pintu..lalu meninggalkan kamar dengan kerutan di dahinya..


*******


Sherin mengerang ketika Alex menciumnya dengan begitu panas...jemari mereka bertautan dengan erat...seakan begitu lekat..


Untuk pertama kalinya Alex melakukannya dengan lembut...bibir Sherin selesai di singgahi pria itu dan kini..bibirnya kembali meluncur turun menyapa leher Sherin dan memberi tanda merah disana..sementara kedua jemarinya mulai meremas bukit kembar Sherin dengan lembut dan memainkan ujungnya dengan gemas..


Tubuh Sherin meliuk ketika ketika bibir panas Alex kini singgah di ujung pa yu da ra nya dan melum**nya dengan gemas..


Pandangan mereka bertemu dengan tajam...Sherin mengerang ketika Alex kembali menggodanya dalam cumbuan penuh gairah sampai Sherin lemas..


Alex tak pernah puas menyentuhnya..kini Alex menempatkan tubuhnya di antara milik Sherin dan menatap Sherin dengan pandangan yang dalam...


''Aku ingin anakku hidup di dalam dirimu Sherin...''


Tubuh Sherin bergetar...ketika Alex memasuki dirinya dan memeluknya dengan begitu erat sembari menciumnya sekali lagi...Alex menggertakan gigi ketika kenikmatan itu mulai menggulungnya tanpa jeda..

__ADS_1


Sherin begitu indah hingga Alex sama sekali tak bisa melupakan setiap detik penyatuan mereka yang indah..dan ini pertama baginya bercinta hanya dengan satu wanita bahkan sampai melangkah ke pernikahan...Alex sampai merasa bingung sendiri karna pesona seorang Sherin mampu membuatnya tergila-gila walau sampai saat ini Alex tak pernah menujukan perasaannya kepada Sherin.


Pria itu kemudian menggerakan tubuhnya dan membawa Sherin di dalam percintaan panjang yang penuh kenikmatan..


********


Ada yang berbeda pagi ini...Sherin tak mampu menahan rasa bahagianya ketika orang tuanya di ijinkan menginap oleh Alex sampai kapan saja asal tidak mengganggu batas wilayah yang biasa di lalui Alex...tentu saja..Mansion ini amat sangat luas hingga setiap kamar punya halaman sendiri seperti sebuah rumah..jadi masing-masing penghuni kamar tak akan menumpuk di satu ruangan saja..


Pagi-pagi sekali Sherin sudah keluar dari kamarnya dan menuju kamar orang tuanya untuk memberitahu kabar baik ini...sementara dia sudah mendapat ijin dari Alex..


Sherin keluar dari lift dan langsung berhadapan dengan Nessa yang hendak naik ke lantai atas..Nessa memegang nampan seperti bubur..


Sherin sedikit terkejut apalagi ketika dia membayangkan ketika Nessa memeluk Alex waktu itu..Sherin sungguh tak percaya bagaimana bisa Nessa bersikap sebagai kakak ipar yang baik..


''Selamat pagi Sherin...''


''Selamat pagi...apa kau mencariku...kamar kak Nessa bukan di atas kan..''tanya Sherin pura-pura tak tau apapun.


Nessa mencoba tersenyum..


''Yah...aku mencarimu Sherin...bagaimana hubunganmu dengan Alex...kalian baik-baik saja kan...'' lirik Nessa mencari tau..


''Buruk...tapi aku mencoba sabar..''


''Dimana Alex...''


''Masih tidur...''ucap Sherin tersipu malu..


''Kakak akan memberikannya sarapan..jadi...''


''Berikan saja padaku kak Nessa, bukankah aku istrinya...lagi pula ini saatnya aku mengambil hatinya..''


Tanpa menunggu jawaban Nessa, Sherin merebut bubur yang di pegang wanita itu dan kembali menekan Lift sembari tersenyum..


''Terimakasih kakak ipar...''


Sherin tersenyum ramah sebelum lift tertutup sementara Nessa hanya mampu menghela nafas...jemarinya terkepal....padahal Nessa membuat bubur ini khusus untuk Alex lalu mengapa dia yang membawanya..


Cih.....awas kau Sherin..aku akan mencari cara untuk menyingkirkanmu...dengan penuh amarah, Nessa meninggalkan tempat itu dengan hati yang panas..

__ADS_1


Seementara Sherin cemberut di dalam lift, rencananya untuk menemui orang tuanya gagal total..lagi pula untuk apa sih Nessa mau ke kamar mereka..apa dia benar-benar menginginkan Alex...bukankah hal itu terlarang...bagaimana bisa dia memikirkan hal itu Alex adalah adik iparnya sekarang,...Sherin merasa kesal sendiri, meski dia membenci Alex namun melihat sikap Nessa yang tidak tau malu membuatnya jengkel..apalagi membayangkan bahwa kak David sangat baik...dan sepertinya begitu mencintai istrinya namun ternyata Nessa masih memikirkan Alex...


Sherin merasa pusing sendiri..


***********


''Buang saja..aku tak ingin menyentuh makanan yang dia buat..''ucap Alex dengan suara dingin..


Pria itu sedang meraih kemeja dan hendak memakainya dan bahagia melihat Sherin kembali ke kamar...Sherin tampak menggemaskan di wajah paginya yang segar hingga pria itu tak kuasa untuk kembali menahan Sherin..


Alex mendekat sementara Sherin tak sadar jika Alex sedang mengincarnya lagi..


''Dia sangat ingin membawanya langsung ke kamar..ucap Sherin mengeluh..apakah tidak sebaiknya aku membiarkannya..''


Sherin menegakan tubuhnya dan hendak malngkah namun malah menubruk tubuh Alex yang kokoh hingga ia hampir jatuh karna terkejut namun beruntung Alex menahan punggungnya membuat Sherin terjebak sendiri di dlam pelukan Alex..


Deg!!!!


Mata Alex memenjara mata Sherin hingga gadis itu menjadi gugup...


''Kau istriku yang baru aku nikahi kemarin...''


Sherin mengangguk dengan wajah polos...


''Apakah kau sudah mulai amnesia...'' desis Sherin tajam..


Alex terkekeh....


''Kau sangat manis hingga membuatku mengalami amnesia tentang hal lain dan hanya memikirkanmu..''


Wajah Sherin merah merona, sebenarnya dia tidak salah tingkah...perasaannya menjadi aneh...


''Lepaskan aku Alex...'' jerit Sherin malu..


Namun Alex semakin kuat memeluknya..


''Bagaimana kalau kita...''


Sherin melebarkan matanya, dia mulai meronta..

__ADS_1


''Alex...'' desahnya protes....


Alex tertawa untuk pertama kalinya...


__ADS_2