Obsesi Sang Psikopat Kejam

Obsesi Sang Psikopat Kejam
Menjaga Hati


__ADS_3

Sherin tentu saja tak bisa menahan untuk tetap tertidur ketika tubuhnya di gerayangi dengan begitu panasnya hingga matanya terbuka lebar dan mendesah ketika Alex berada di atasnya dengan pandangan berkabut..


''Astaga Alex....''


Sherin tak bisa berhenti terkejut ketika melirik jam di meja sebelah ranjang dan menemukan ini sudah pukul 2 pagi, bagaimana bisa pria ini masih ingin bercinta di saat Sherin sudah memeluk mimpi..


Pria itu bergerak naik dan mulai mencium Sherin dengan sedikit menuntut sementara Sherin hanya mampu pasrah ketika sadar ia tak bisa melarikan diri dari pria ini..


Alex pun telah polos dan mulai melanjutkan kegiatan panasnya dengan penuh gairah..


''Bukankah aku sudah memintamu menunggu di kamar...''bisiknya sembari terus menikmati menyu-su di dada Sherin hingga gadis itu kehilangan fokus..


''Tapi bukan tengah malam juga...''


Alex menghentikan kegiatannya sebentar lalu menatap mata Sherin yang mulai tersiksa dalam gairahnya sendiri...pria itu mengulum senyum di wajah tampannya,...


''Kau harus selalu siap untukku..itu tugasmu...''


''Aaarrrghh......''


Sherin menjerit pelan ketika ujung bukit kembarnya di lum*t bergantian dan meninggalkan jejak basah....


Sherin sudah sepenuhnya tergoda..bagaimana pun Alex ahli dalam menyentuh dan tak membiarkan Sherin terbebas sedikitpun..beberapa menit penuh siksaan gairah yang telah mengepung Sherin membuat gadis itu hanya pasrah atas perlakuan Alex yang gila padanya..


Sampai akhirnya Sherin merasakan betul bukti gairah Alex yang mulai mendesak di bawahnya gadis itu mulai merintih...ketika Alex memaksanya untuk bercinta di tengah malam...tanpa mampu dia tolak..


Alex melepaskan semua hasratnya yang besar, tanpa jeda menyentuh Sherin sampai dia puas...dan tak sabar menunggu kejutan yang akan dia berikan pada Sherin juga saudara tirinya..dia tak sabar menjadi penonton pertunjukan itu..dan menikmati reaksi Damar dan Sherin ketika bertemu nanti..


Pria itu melum** bibir Sherin sembari menggerakan tubuhnya mencari kenikmatan yang menghantamnya..


''Oowwh...sayangku kau sangat indah..'' bisik Alex dengan suara parau di telinganya..


SKIP yah....


*****************


Ada yang berbeda dua hari ini, sikap Alex berbeda, dia mulai bersikap ramah..juga menuruti Sherin dengan memusnahkan semua ikan piranha miliknya dan menggantinya dengan ikan hias..

__ADS_1


Sherin tentu bahagia karna ia tak harus melihat pemadangan mengerikan yang di tunjukan Alex lewat semua peliharannya..segala jenis binatang buas sudah di singkirkan dari tempat itu dan hanya menyisakan hewan-hewan ramah dan cantik..


Perubahan ini tentu membuat Sherin merasa lega dan aman, karna kalau tidak dia akan membayangkan semua hewan buas itu akan menerkam dirinya..dan mungkin para penghuni Mansion ini atau para pekerja...setidaknya Sherin harus menjaga kewarasannya dengan tidak melihat kekerasan di depan matanya..


Begitu keluar dari Lift, Sherin di kejutkan dengan Alex yang sudah berdiri dan menatapnya penuh senyuman,...


''Selamat pagi sayang...''


Sherin mengerutkan kening...


''Kau tidak menyembunyikan pisau bukan..senyummu membuatku takut..''


''Takut...''


Alex tersenyum lalu mendekat mengambil jemari Sherin yang menggenggamnya dan membawanya keluar, gadis itu hanya mengikuti karna dia tak punya pilihan...sampai di ujung pintu, Sherin terkejut melihat halaman telah rata...ada beberapa pria yang sedang menyulap halamannya menjadi sebuah taman indah yang mulai di tanami bunga..


''Alex.......''


''Kita akan menikah sebentar lagi dan aku pikir aku ingin kita menikah dirumah ini..tak ada orang lain yang datang...hanya keluargaku dan aku juga mendatangkan kejutan yaitu orang tuamu...''


Sherin terpaku di tempatnya ketika mendengar nama orang tuanya...tubuhnya bergetar karna berbagai perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya...


''Yah....tentu saja..mereka akan tiba sebentar lagi dan menyaksikan pernikahan kita...''


Mata Sherin berkaca-kaca ketika membayangkan wajah kedua orang tuanya yang polos...mereka pasti berpikir dia sudah sangat bahagia sekarang...


''Sayang mengapa kau melamun...''


Sherin menoleh menatap dinginnya seorang Alex...terlalu mudah untuk menikah...entah apa yang di inginkan pria ini dengan sebuah pernikahan dengannya,..bahkan mereka jauh dari pasangan kekasih...namun memang sikap Alex berubah terlalu cepat hingga Sherin harus berulangkali menyadarkan dirinya agar hati-hati...


Pria memakai logika sementara Wanita lebih memakai perasaan, sungguh Sherin tak ingin terjebak dengan perlakuan manis seorang Alex..karna pria ini bukanlah pria biasa..pria ini adalah pria yang sama yang telah menyiksa para gadis, anak buah yang membangkang dan di antaranya ada sang paman Mervin yang telah lenyap...Sherin mengingat baik-baik wajah Alex....dan memperingatkan hatinya untuk tidak tergoda...angaplah semua ini hanyalah sebuah adegan drama dan ia harus sadar ini bukanlah kenyataan...


Sherin melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah...gadis itu menghela nafas....


Sherin mengukir senyum agar Alex tidak curiga kepadanya, sungguh walau dalam hatinya menjerit ngeri..semua pesta ini bisa berubah menjadi tempat mengerikan jika Sherin tidak menjaga sikapnya dan membuat Alex marah..


''Aku bahagia...'' Sherin akhrinya meneteskan airmatanya..

__ADS_1


Hatinya bergetar ketika mengingat kedua orang tua dan adiknya...gadis itu berusaha tersenyum walau hatinya menangis,...


''Kau bahagia...aku senang...''


Alex kembali melum** bibir Sherin dengan singkat dan menarik gadis itu mendekati taman dan meminta pendapatnya tentang bunga kesukaannya...Sherin hanya tersenyum..


''Apa saja..aku menyukai bunga apapun yang indah....dan berwarna putih..''


Alex mengangguk...lalu berbicara pada seorang wanita yang memang di tugaskan untuk menangani taman ini..lalu kembali menarik Sherin untuk berjalan-jalan di sekitar taman..


Pria itu tampak lebih banyak tersenyum...


''Aku akan melatih anak-anakku nanti disini...di taman ini...''


Sherin menoleh, bahkan Alex sudah berangan-angan tentang anaknya nanti...gadis itu mengeraskan wajahnya, dia tak akan membiarkan seorang anakpun tumbuh di dalam dirinya..tidak dia tak mau melahirkan anak dari seseorang yang kejam dan berdarah dingin..itu adalah hal yang mengerikan baginya seolah dia akan melahirkan seorang monster kecil....mata Sherin berkaca-kaca seketika, terdengar sangat kejam namun ini adalah pilihannya...dia tak ingin melahirkan anak Alex..apapun yang terjadi..


''Bagaimana kalau aku seorang gadis yang mandul....''


Sherin memberanikan diri untuk bertanya...dia perlu pendapat dari seorang Alex tentang kegagalannya mungkin...? Dan senyum Alex mengembang...di bibirnya...kau ingat ketika kau pingsan karna Asma dulu...?


Sherin mengangguk...


''Aku telah meminta dokter untuk memeriksa kondisimu termasuk kemampuanmu untuk melahirkan anakku...''


Wajah Sherin memucat...astaga apakah Alex harus sekejam ini dengan melakukan sesuatu di tubuhnya tanpa dia tau...


''Apa maksudmu Alex...''


Pria itu mendekat dan tersenyum menang...


''Kau di nyatakan sehat untuk melahirkan anakku dan berita baiknya ketika kita bercinta beberapa kali itu kau sedang berada di masa suburmu...jadi kemungkinan kau mengandung anakku sangat besar Sherin sayang..aku juga meminta dokter untuk melakukan apapun demi menyuburkan kandunganmu Sherin..hahaha...aku tinggal menunggu berita baik.'' ucap Alex dengan sangat percaya diri..


Sherin begitu syok mendengar ucapan Alex yang begitu kejam kepadanya...gadis itu hanya tak mampu bahkan untuk bernafas lega...betapa Alex telah melakukan kejahatan kepada tubuhnya, bahkan pria ini tak perlu repot untuk meminta persetujuan darinya untuk melakukan semua itu pada tubuhnya..


Jemari Sherin terkepal di belakang punggungnya...mengapa semua malah berjalan seperti yang dia mau..tapi soal anak maka Sherin akan mulai berhati-hati sekarang...


Tidak..dia tak akan mengijinkan Alex mendapatkan apapun di dalam hidupnya karna dia tidak pantas sama sekali...

__ADS_1


''Mengapa wajahmu pucat Sherin..kau apakah kau juga tak sabar lagi untuk bisa mengandung anakku...''


Sial........desis Sherin menahan geram...


__ADS_2