OH! MY LIVIA

OH! MY LIVIA
Episode 19


__ADS_3

“Halo, Bro. Presiden jomblo kita ini akhirnya akan menikah juga.” Seloroh Yuda, wakil direktur dimana Bima memimpin, juga merupakan sepupu Bima.


“Apa ada yang salah?” jawab Bima dengan dingin.


“Jangan selalu bersikap dingin seperti itu. Nanti bisa-bisa istrimu kabur sebelum malam pertama. Ngomong-ngomong pintar juga kamu bisa mendapatkan Livia.”


“Kenapa?”


“Apa kamu tidak tahu? Livia termasuk diperhitungkan dalam pergaulan kelas atas. Calon istrimu itu banyak yang memuja, banyak laki-laki yang berharap untuk menjadi kekasihnya.”


“Dia yang datang padaku dan melamarku.”


“Apa!!! Gila . . . gila . . . gila ini sih.” Yuda tampak bersemangat ingin mendengarkan cerita lanjutannya.


“Kembalilah keruanganmu. Aku sedang bekerja.”


“Tunggu! Aku ingin dengar bagaimana cerita lengkapnya.”


Bima menekan angka 1 pada telepon kantornya yang menghubungkan langsung dengan sekretarisnya, “Tolong panggilkan satpam untuk mengusir orang didalam ruanganku.”

__ADS_1


“Baik, Pak.” Jawab dari sebrang sana.


“Kenapa jahat betul sih! Aku cuma pingin tahu saja, Bim.”


“Selamat siang, Pak.” Sapa dua satpam saat memasuki ruangan Bima.


“Tolong antar Pak Yuda kembali keruangannya.”


“Baik, Pak.” Kedua satpam itu tanpa canggung langsung memegang lengan Yuda dan mulai menariknya keluar. Sudah biasa Yuda di usir dari ruangan Bima dengan cara seperti itu.


“Bim! Jawab dulu pertanyaanku, Bim. Kenapa kamu bisa mendapatkan Liv . . . “suara Yuda sudah hilang dibalik pintu lift yang sudah tertutup.


“Ternyata calon istriku lebih terkenal dikalangan pergaulan atas. Lebih dari yang kuduga.”


Persiapan pernikahan Bima dan Livia berjalan dengan lancar. Walaupun keduanya sibuk, mereka menyempatkan waktu untuk mengukur baju pernikahan mereka diwaktu yang berbeda. Selama kurang dari dua bulan, Livia dan Bima hampir tidak pernah bertemu karena kesibukan masing-masing. Tapi tentu saja persiapan besar-besaran berhasil dilakukan, karena kekuatan keluarga Admaja dan Mahardika, mempermudah mereka mendapatkan apa yang di inginkan. Termasuk gedung dan segala pernak pernik acara pernikahan. Kedua keluarga itu memilih menggunakan WO yang sudah sangat berpengalaman.


Kurang beberapa hari lagi Livia akan menikah, dia kedatangan tamu tak terduga. Tamu yang dulu pernah sangat dirindukannya.


“Liv, ada tamu yang ingin bertemu denganmu.” Jelas Andra saat dia masuk kedalam ruangan pimpinannya.

__ADS_1


“Apa aku sudah punya janji dengannya? Kenapa aku tidak tahu sebelumnya.”


“Tidak. Beliau belum membuat janji.”


“Beliau?”


“Pak Hendra ada didepan. Hendra Putra Admaja, ayahmu Liv.”


Deg! Jantung Livia berdegup dengan kencang. Bukan perasaan bahagia karena sudah sekian lama dia tidak pernah bertemu dengan ayahnya. Namun perasaan tidak nyaman yang dia rasakan.


“Ayah?”


“Lalu bagaimana? Haruskah aku menolaknya?”


“Persilahkan dia masuk.” Jawab Livia pelan.


“Kamu tidak apa-apa?” Andra mendekati Livia karena wajah perempuan cantik itu tiba-tiba menjadi pucat.


Livia mengangguk pelan dan menyiapkan mentalnya. Mental yang sudah cukup terluka karena perbuatan orang tua kandungnya.

__ADS_1


Livia menunggu dengan menundukkan wajahnya. Saat ada langkah pelan yang masuk, Livia mengangkat wajahnya dengan perlahan dan merasakan kebencian yang begitu dalam.


Namun ada secuil rasa iba didalam hatinya. Laki-laki gagah yang awalnya sebagai penerus utama keluarga Admaja, kini memasuki kantornya hanya menggunakan pakaian yang sederhana. Terlihat jelas beratnya kehidupan diwajah ayahnya itu. Rambutnya yang sudah mulai beruban dibiarkan begitu saja, kerutan disekitar wajahnya juga jelas terlihat. Warna kulit yang tidak seputih dulu, kini sudah menjadi kecoklatan karena diterjang panasnya matahari. Tapi kemudian, ingatan tentang masa lalunya terlintas di matanya dan membuat Livia harus menenggelamkan rasa ibanya itu.


__ADS_2