
setelah sepekan di rumah sakit akhirnya angel di perbolehkan pulang, sebenarnya angel sudah merengek minta dari kemarin tapi karena kondisi tangannya belum memungkinkan dokter pun belum mengizinkannya pulang.
"akhirnya boleh pulang" kata angel yang sedang duduk di mobil abangnya.
"tapi kamu harus inget dek apa pesan dokter" sahut bang jojo yang sedang fokus dengan setirnya.
"iya itu nak" imbuh bunda
"siap 86" jawab angel dengan senyum merekahnya.
mereka berada di mobil menuju kediaman Nugroho.
Nugroho adalah nama ayah angel, tapi sekarang ayahnya tidak ikut bersama mereka karena beliau sedang sibuk mengurusi proyek barunya.
maklum orang paling penting di kantornya jadi beliau harus stand by.
sesampainya di pekarangan rumah, bang jojo langsung memarkirkan mobilnya. mereka pun turun dari mobil, tapi dasar angel anaknya gak mau diem dia langsung berlari menuju kerumahnya.
bang jojo dan bundanya yang melihat kelakuan angel hanya geleng-geleng kepala.
"kok gelap, sepi lagi" gumam angel yang baru masuk.
"bunda! bang jojo! bibi! kok gelap sih jangan main-main sama angel yaa?" teriak angel. memang angel gadis yang hampir tidak takut dengan apa-apa kecuali dengan Tuhan, ayah, bunda dan bang jojo.
tiba-tiba lampu menyala dan
"SURPRISE!!" seru semua orang yang ada di dalam, sedangkan angel masih memegangi dadanya karena kaget.
"astaghfirullah, gue kaget. kalian apa-apaan sih, untung jantung gue kuat kalo gak pasti gue udah di bawa ke rumah sakit lagi" kata angel sambil menatap mereka satu persatu.
"tapi makasih banget ya udah nyambut gue pulang, sampe gue terharu" kata angel sambil berpura-pura mengelap air matanya padahal nyatanya tidak ada.
semua yang ada disana pun tertawa semua karena melihat tingkah angel.
"kamu harusnya makasih sama Abang mu ini, karena ini semua ide Abang" kata bang jojo sambil mendekati angel.
"iya deeh, makasih ya bang udah repot-repot nyiapin kaya gini. pantes mereka gak ada pas angel mau pulang gak taunya udah pada kumpul disini semua" angel pun langsung memeluk abangnya.
"loh cuma bang jojo yang di peluk, kita-kita gak gitu" celetuk Rendi.
PLETAK!! "aduuh sakit bego!" protes Rendi sambil mengusap kepalanya karena dapat tabokan dari Angga.
"itu sih maunya Lo, jangan mencari kesempatan dalam kesempitan" kata Angga
"siapa tau rejeki" jawab Rendi sambil nyengir kuda.
sejak kejadian angel masuk rumah sakit Rendi juga ikut bergabung dengan mereka alias mengakrabkan diri.
"ya udah kalian main-main dulu bunda mau nyiapin makan malam sama bibi. kalian makan malam disini aja" kata bunda sambil berlalu meninggalkan mereka.
mereka pun sibuk dengan aktivitas mereka, ada yang ngegame, baca buku, dan masih banyak lagi.
__ADS_1
akhirnya mereka makan malam bersama. setelah selesai makan malam mereka berbincang yang kadang perbincangannya itu sangat unfaedah.
kadang juga Rendi melakukan tingkah yang sangat absurd sampai mereka semua tertawa.
Raihan dan Putri yang notabenenya anak pendiam juga ikutan ngakak melihat tingkah Rendi.
"oh iya ayah kemana?" tanya Raihan yang duduk di samping angel.
"oh ayah lagi ngurusin proyek" jawab angel.
"wekeend gini masih kerja?" tanya Raihan lagi
"kaya Lo gak tau aja, Abi juga kadang gitu kan?" tanya angel balik.
"iya juga yaa?"
"lagi ngomongin apa dek? kok kalian malah disini?" tanya bang jojo yang bergabung dengan angel dan Raihan.
"gak ngomongin apa-apa bang" kata angel.
"oh iya temen-temen mu pada pamit itu katanya udah malem"
"oh yaudah kita kesana yuk" ajak angel dan di anggukan Raihan.
mereka pun meninggalkan bang jojo sendiri.
"loh kok Abang di tinggal" teriak Bang jojo dan bergegas menyusul mereka berdua.
"kami gak dari mana-mana kok" jawab angel.
"karena udah malem jadi kita-kita pamit dulu ya?" kata Angga
"ya udah kalian hati-hati yaa?" kata angel.
"baik boskuh" jawab mereka serempak.
mereka semua pulang ke rumah masing-masing, sekarang tinggal Raihan angel dan bang jojo sedangkan bunda sudah beristirahat.
"ya udah Abang tinggal dulu yaa? kalian kalo masih mau ngobrol, ngobrol aja dulu tapi nanti kalo mau pulang jangan kemaleman" kata bang jojo sembari meninggalkan angel dan raihan.
setelah mereka tinggal berdua hanya keheningan yang ada.
Raihan pun memecahkan keheningan itu, "Lo beneran udah gak papa?" tanya Raihan khawatir.
"iya gue udah gak papa, kata dokter tinggal penyembuhan dan gue juga harus sering-sering kontrol" jawab angel.
"syukurlah kalo gitu, tapi kalo Lo perlu apa-apa bilang aja sama gue" kata Raihan lagi.
"iya iyaa, Lo kok jadi bawel amat sih"
"gue cuma khawatir sama lo"
__ADS_1
gak ada jawaban dari mulut angel, dia merasa Raihan berubah jadi sok khawatir padahal biasanya juga dia acuh.
"ya udah kalo gitu, gue pulang dulu. Lo istirahat gih" pamit Raihan
"iya, Lo ati ati di jalan yaa?" kata angel.
"oke, oiya satu lagi pohoknya ada apa-apa Lo harus bilang sama gue" kata Raihan sambil beranjak dari duduknya.
"iya bawel" ketus angel.
Raihan pun melihat angel akan berdiri "Lo gak usah nganter gue, Lo disini aja" kata Raihan sambil menyentuh bahu angel.
"Lo kaya dukun ya, tau aja kalo gue mau nganter Lo" jawab angel sambil tersenyum cekikikan.
"pohoknya gue pulang" pamit Raihan lagi sambil mengacak rambut angel.
angel yang mendapat perlakuan itu hanya termangu. "idiiih kena setan apa itu bocah" batin angel sambil melihat kepergian Raihan.
sesampainya Raihan di halaman depan dia bertemu ayah yang baru saja pulang.
"loh nak Raihan sudah mau pulang?" tanya ayah yang sudah turun dari mobilnya.
"iya yah, sudah malem juga. Raihan pamit yah" kata Raihan sambil Salim dan mencium tangan ayah.
"iya kamu hati-hati di jalan" jawab ayah.
"iya yah, tolong sampaikan ke bunda kalo Raihan pulang. tadi Raihan belum sempat pamitan"
"iya nak"
Raihan pun masuk ke mobilnya dan segera menjalankan mobilnya ke rumah.
sesampainya di rumah Raihan langsung membaringkan tubuhnya di ranjangnya.
dia mengingat kejadian tadi "aduh gue apa-apaan sih tadi, jangan-jangan si anak bodoh itu mikir macem-macem" batin Raihan sambil merutuki perbuatanya tadi.
setelah dia bergulat dengan batinnya tak terasa dia tertidur.
di pagi hari Raihan sudah bersiap ke sekolah dia langsung mengambil hpnya dan mengirim pesan.
gue
Lo mau bareng gak?
kalo iya gue jemput
gadis bodoh
iya, buruan Lo kesini!
setelah mendapat jawaban Raihan langsung bergegas keluar dari kamarnya.
__ADS_1