Oh My Friend

Oh My Friend
04


__ADS_3

"Abang ada-ada aja" bisik gue sambil entah mikirin apa.


author POV


sementara di rumah raihan.


Raihan sudah mendaratkan tubuhnya di kasurnya, sambil menatap langit-langit kamarnya dia mengambil benda pipih miliknya dan menelfon uminya.


"assalamu'alaikum umi" "wa'alaikumsalam nak, ada apa tumben telfon umi?" "enggak ada apa-apa mi, Raihan cuma mau tanya umi pulangnya kapan?" "anak umi udah kangen sama umi ya? baru di tinggal sehari udah tanya pulangnya kapan" "Raihan enggak kangen umi, cuma pengen tanya doang" "ohh, umi kira. umi belum tau nak paling 3 harian disini" "oh yaudah umi Raihan cuma nanya itu doang" "oh ya udah kalau gitu nak, umi tutup dulu. kamu baik-baik dirumah yaa? assalamu'alaikum" "iya umi wa'alaikumsalam".


begitulah obrolan anak dan ibunya malam itu, cukup singkat karena memang Raihan tipe anak yang sangat cuek.


tak terasa ternyata Raihan sudah terlelap cukup lama hingga dia di bangunkan dengan suara adzan subuh yang berkumandang. ia pun langsung bangun dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk mandi dan menggambil air wudlu, sudah jadi kebiasaannya kalau bangun subuh langsung mandi. dia pun bergegas pergi ke masjid untuk sholat berjamaah.


sepulang dari masjid ia melihat bibinya sedang ada di dapur untuk menyiapkan sarapan . "Bi, enggak usah bikin sarapan Raihan mau sarapan di sekolah aja " "baik den" jawab bi irah sambil membungkukkan badannya.

__ADS_1


sedangkan di rumah angel "angel bilang Raihan suruh ikut sarapan disini" "iya bunda".


"Rai, Lo bisa sarapan kesini enggak?" tanya angel sambil melihat jam tangannya, "enggak, gue mau sarapan di sekolah aja" angel hanya ber"oh ria untuk menjawab Raihan "ya udah gue tutup telfonnya" kata Raihan "ye" jawab angel singkat. "gimana nak?" tanya bunda "enggak bisa Bun." "oh yaudah, panggil Abang mu aja gih" "oke Bun"


"abaaang cepetan turun mau sarapan enggak?" teriak angel dari bawah yang di hadiahi sentilan di kening dari ayahnya. "ayaah" teriak angel sambil mengelus keningnya "kamu kalau manggil enggak usah teriak-teriak. ini rumah bukan hutan" kata ayah sambil berjalan menuju meja makan "iya iya" jawab angel sambil mencibikan bibirnya.


"lho adek Abang kenapa? masih pagi udah cemberut gitu" tanya bang jojo sambil mencubit hidung angel "pasti habis di ceramahin ayah Yaa?" goda bang jojo lagi "ihh enggak" kata angel dengan nada ketusnya "udah kelihatan tau" timpal bang jojo lagi.


"udah sini sarapan dulu" kata bunda "iya Bun" jawab bang jojo barengan dengan angel dan mereka menuju ke meja makan bersama-sama.


"Abang anterin ya dek?" tanya bang jojo memecah keheningan di meja makan itu "enggak usah bang, angel nanti mau mampir ke bengkel" "ke bengkelnya habis sekolah kan?" "iya, tapi kalau di anterin nanti angel enggak bawa motor sendiri, lagian bang jojo kan udah mulai masuk kerja, masa iya baru masuk udah telat gara-gara nganterin adek ke sekolah dulu. nanti di marahin si bos lagi" jawab angel sambil milirik ayahnya.


setelah mereka selesai sarapan mereka pun berangkat ke kantor untuk ayah dan bang jojo, sedangkan bundanya berangkat ke kampus sedangkan angel berangkat ke sekolahannya.


angel melajukan motor kesayangannya dengan kecepatan rata-rata, dia pun sampai di sekolahan.

__ADS_1


"putri" teriak angel sambil berlari menghampiri temannya itu. "kamu baru sampai?" tanya putri sambil memberhentikan langkahnya "iya nih, gue ke toilet dulu ya? mau ganti seragam" kata angel sambil berjalan meninggalkan putri dan hanya di jawab anggukan oleh putri.


angel berangkat sekolah selalu memakai celana dan sesampainya di sekolahan baru dia menggantinya.


setelah mengganti seragamnya angel pergi menuju ke kelasnya, saat di koridor sekolah tiba-tiba ada yang menonton kepalanya. "apaan sih Lo" kata angel dengan nada ketusnya "Lo kebiasaan apa teledor sih" tanya Raihan sambil menunjuk kunci motor yang tergeletak di lantai. angel hanya nyengir kuda sambil ngegaruk kepalanya yang tidak gatal. Raihan hanya memutar bola matanya jengah, dia sudah sangat hafal bagaimana sifat angel.


"makasih" kata angel sambil mengangkat kunci motornya ke udara. Raihan hanya berlalu dan menuju kelasnya "eh Lo mau masuk kelas?" tanya angel "iya, udah hampir bel. buruan Lo masuk kelas " "oke bos" jawab angel.


bel masuk pun berbunyi semua siswa sudah duduk manis di kelas. pelajaran pun di mulai dengan hikmat sampai akhir pelajaran selesai. "koq buru-buru amat?" tanya putri "iya, gue mau ke bengkel soalnya" "emangnya motor kamu rusak?" "enggak cuma pengen main aja, soalnya udah lama gue enggak kesana." "kamu udah daftar ikut ekskul belum?" tanya putri lagi sambil mereka berjalan keluar kelas "belum, ini gue mau daftar dulu abis itu langsung ke bengkel" jawab angel sambil mempercepat langkahnya yang di ikuti putri " ya udah, putri pulang dulu ya? soalnya putri udah daftar" "oh oke, gue ke kantor dulu. Lo kalau mau pulang ati-ati" kata angel yang di jawab anggukan oleh putri.


setelah selesai angel bergegas pergi ke parkiran motornya, suasana sekolah sudah mulai sepi hanya terlihat beberapa siswa yang sedang melaksanakan ekskul. tak jauh dari motornya angel melihat Raihan yang sedang berdiri di samping mobilnya, "belum pulang Lo?" tanya angel sambil menghampiri Raihan "belum, gue habis daftar ekskul. langsung pulang?" tanya Raihan "enggak, gue mau ke bengkel dulu" "kalo gitu gue pulang dulu yaa?" "oke, tiati Lo!" Raihan hanya ngacungin jempolnya dan masuk ke mobilnya.


sepeninggal raihan, angel pun melajukan motornya dia langsung tancap gas pergi ke bengkelnya.


tidak butuh waktu lama angel pun sudah sampai di bengkel, dia langsung di sambut para karyawannya. "kesini koq enggak bilang-bilang?" tanya Dimas seorang pekerja di bengkelnya. "apa perlu angel laporan dulu Sama kakak, gue cuma mau main sebentar koq kak" "iya enggak perlu sih, tapi tumbenan kesini. biasanya kalau mau ke bengkel ngabarin dulu" "Lo cerewet deh kak. gimana bengkel aman?" "aman terkendali" jawab kak Dimas sambil menyodorkan buku kepada angel "gue cuma ngecek sedikit kak"

__ADS_1


memang kebiasaan angel kalau pergi ke bengkel hanya mengecek pembukuan dan kadang dia juga ikut melayani konsumen. Dimas adalah tangan kanan angel, dia yang mengelola dan mengurus semua urusan bengkel. Dimas orangnya sangat jujur dan bertanggung jawab sehingga angel sangat percaya dengan dia.


"ya udah kak, gue cabut dulu ya?" "loh buru-buru banget sih" "lah emang kenapa kak?" tanya angel bingung, yang di tanya hanya senyum-senyum. "itu kakak mau minta bantuan, bengkel lagi rame tapi pekerjanya kurang" kata kak Dimas sambil melihat kearah para pekerja yang sedang sangat sibuk. "yang bosnya siapa sih?" gerutu angel sambil meninggalkan kak Dimas. sedangkan Dimas hanya tertawa kecil mendengar perkataan angel.


__ADS_2