
Kini Angel tengah tiduran di atas ranjangnya sambil memainkan ponsel, tidak selang lama ada pesan masuk. Ternyata itu dari Angga yang memberi kabar bahwa Dia sudah sampai rumah.
Namun tiba-tiba Angel teringat akan sesuatu, "tunggu dulu kayaknya tadi ada yang aneh" gumamnya sambil merubah posisinya.
Angel langsung menelpon Raihan
"Halo"
"Halo"
"Lo di rumah?"
"Iya"
"Oke" setelah mendengar jawaban Raihan Angel langsung mematikan panggilannya.
Sedangkan Raihan tampak bingung dengan apa yang di lakukan Angel, "Kenapa Dia" katanya sambil melihat layar ponsel yang telah mati itu.
Angel langsung menyambar hodie yang tergantung itu dan keluar dari kamarnya. Ia bergegas turun, namun saat Ia menuruni tangga Angel bertemu Bang Jojo.
"Mau kemana dek?" Bang Jojo
"Ke rumah Raihan" Angel
__ADS_1
"Tunggu dulu, itu ada Dimas katanya mau ketemu Lo" Ucap Bang Jojo
"Dia dimana?" Tanya Angel sambil berjalan
"Di ruang tengah" Bang Jojo
Yang di jawab anggukan Angel, kini Jojo dan Angel menuju ke tempat Dimas berada.
"Kak udah lama? Tapi sorry banget Gue tinggal sebentar nggak papakan?" tanya Angel yang malah di jawab Bang Jojo "Lo gimana sih dek, orang Dimas kesini mau ketemu Lo malah mau di tinggal pasti Dia mau membicarakan urusan bengkel" Angel hanya memutar matanya malas.
"Emang bener sih kata Jojo, Gue kesini karena urusan bengkel tapi kalo Lo mau keluar nggak papa Gue tunggu" kata Dimas. "Tuuh, orang kak Dimas yang ada urusan sama Gue aja ngebolehin masa Abang yang nggak ada urusan nglarang Angel. Lagian nih ya, Abang kan bisa main sama Kak Dimas dulu. Kapan lagi kalian bisa ketemu" ucap Angel panjang "Lagian ini urusan Angel nggak bisa di pending, sangat emergency. Kalau gitu Gue pergi dulu oke" imbuhnya dan pergi berlalu meninggalkan Dimas dan Jojo yang melihat Angel dengan tatapan aneh.
"Kenapa adek Lo?" tanya Dimas yang di jawab Jojo dengan mengedikkan bahunya.
"Assalamualaikum" ucap Angel saat telah tiba di rumah Raihan "Wa'alaikum salam, eh Non Angel silahkan masuk" kata Bi Inah. "Kok sepi Bi, Umi sama Abi kemana?" tanya Angel "Tuan dan Nyonya lagi keluar" jawab Bi inah. "Kalo Raihan?" Angel "Aden ada Non, mau Bibi panggilkan?" usul
Bi Inah. "Nggak perlu Bi, Angel aja yang nyamperin" "Kalau begitu Bi Inah permisi dulu" pamit Bi Inah
Angel langsung menuju ke kamar Raihan, dan langsung nyelonong masuk "Haloo! Orangnya masih hidupkan?" teriak Angel yang di jawab dengusan Raihan. "Bisa nggak si kalo masuk ketuk pintu dulu, kalo nggak ya jangan teriak-teriak" malas Raihan.
Bukannya menjawab Angel malah langsung memegang kening Raihan "Nggak panas kok, Lo nggak sakitkan?" tanya Angel nampak khawatir. "Apaan sih" jawab Raihan sambil menepis tangan Angel. "Lo nggak lagi sakitkan?" tanyanya lagi "Nggak" Raihan menjawab dengan ketusnya. "Kayaknya bener Lo nggak sakit, buktinya Lo ketus gitu. Tapi tadi siang kok Lo banyak ngomongnya ya, kaya bukan Lo aja. Gue kira Lo sakit parah" cerocos Angel.
"Kapan?" Raihan "Tadi siang pas Gue habis tampil dan mau pulang sekolah" Angel "Nggak ada" Raihan "Ada kok, Gue baru inget barusan. Mungkin karena tadi Gue capek plus lagi fokus sama hp jadi nggak merhatiin Lo, seumur hidup Gue baru denger Lo ngomong banyak gitu. Rasanya aneh tapi Gue suka" kata Angel sambil membayangkan kejadian tadi dan Ia tersenyum.
__ADS_1
"Lo mabok?" tanya Raihan yang sangat melenceng dari topik pembicaraan Angel. "Apaan sih Lo, nggak nyambung. Kalo gitu Gue balik ya" pamit Angel "Cepet bener" kata Raihan "Lah, Gue kesini cuma memastikan Lo sakit apa nggak tapi ternyata Lo baik-baik aja. Lagian di rumah ada Kak Dimas lagi nungguin Gue, atau Lo mau ikut Gue?" tawar Angel "Nggak, males" jawab Raihan yang pandangannya kembali ke ponsel yang sedang Ia mainkan. "Oh oke, kalo gitu Gue balik. Bye" pamit Angel yang tidak di jawab Raihan.
Baru keluar dari kamar Angel kembali masuk "Rai! Gue harap Lo kaya tadi siang, Gue suka. Ya walaupun Lo masih sama Gue juga tetep suka" kata Angel dengan tersenyum yang membuat suatu gejolak pada diri Raihan. Setelah mengatakan itu Angel benar-benar pergi.
Raihan meraup wajahnya frustasi "Aaargh Lo harus tenang" monolognya sambil memegang dadanya sendiri. "Jangan gila Lo, sadar Rai sadar!" katanya sambil menampar wajahnya. Terang saja Ia merasa frustasi karena apa yang di lakukan Angel tadi membuat Dia merasa seperti ada kupu-kupu yang terbang dalam perutnya, hati berdebar kencang dan Ia merasa ingin memilikinya.
Sebenarnya Raihan sangat tersiksa dengan apa yang Ia rasakan namun bagaimana lagi, Ia tidak mungkin menjadi orang ketiga dalam hubungan sahabatnya itu. Jika Ia egois, Ia ingin merebut Angel dari Angga tapi Ia lebih memilih mengorbankan perasaannya dari pada persahabatan yang telah lama Ia jalin.
Kalo Ia bersikap egois mungkin saja Ia akan kehilangan cinta dan sahabatnya, bukan mendapatkan keduanya namun kehilangan keduanya. Itulah yang ada di pikiran Raihan, Ia tersenyum miris dengan apa yang tengah Ia alami.
Sungguh tersiksa namun mau bagaimana lagi, mungkin itu salahnya yang memilik perasaan kepada sahabatnya sendiri yang telah memiliki kekasih. Kalo saja Angel belum memiliki kekasih mungkin Raihan akan nekat untuk memperjuangkan perasaannya.
Ironis memang ironis merasakan cinta bertepuk sebelah tangan, namun Raihan berjanji akan merahasiakan itu semua sampai waktu yang tepat untuk memberitahu Angel.
Tapi waktu yang tepat itu kapan? Terkadang Raihan mempunyai pikiran buruk, berharap hubungan Angel dan Angga berakhir. Di bilang jahat mungkin memang jahat, namun perasaan siapa yang bisa menghentikannya.
Kini Raihan hanya bisa tersenyum kecut, mengingat apa yang tengah Ia rasakan. Menyedihkan itulah gambaran kata yang tepat untuk Raihan saat ini.
Lantas Raihan merebahkan tubuhnya dan tangannya menutupi wajahnya.
"Sebenarnya disini yang jahat Gue apa Lo, Gue yang suka Lo dan berharap hubungan Lo berakhir atau Lo yang nggak bisa melihat Gue sebagai cowok bukan sahabat" monolognya sambil menghembuskan nafasnya berat.
"Gue harap suatu hari Lo bisa melihat Gue sebagai seseorang yang spesial buat Lo, bukan sekedar sahabat Lo" imbuhnya sambil membayangkan wajah Angel.
__ADS_1
"Gue minta maaf benar-benar minta maaf sama Lo Angel, sesungguhnya perasaan ini salah tapi Gue nggak bisa menghentikannya" terdengar ada nada penyesalan dari Raihan tapi Dia benar-benar tidak bisa mundur dengan perasaannya itu.