Oh My Friend

Oh My Friend
37


__ADS_3

Tanpa mereka sadari hari semakin sore, hingga suara ketukan pintu mengalihkan obrolan mereka.


Tok tok tok


"Permisi mbak Putri" kata orang di balik pintu "Iya mbak" jawab Putri sambil menuju pintu dan membukanya "Ada apa mbak?" tanyanya "Ada tamu mbak, katanya cari mbak Angel" kata Mbak Sumi ART di rumah Putri. "Oh iya? Pasti Bang Jojo" sahut Angel yang sudah berdiri di belakang Putri.


"Ya udah sebentar lagi saya turun" kata Putri "Baik" jawab Mbak Sumi. Putri langsung menutup kembali pintu kamarnya setelah Mbak Sumi meninggalkan kamarnya.


"Sebentar sebentar, Lo turun dulu ya? Perut Gue mules nih" kata Angel sambil memegangi perutnya. "Oke, tapi jangan lama-lama ya?" pinta Putri. Angel hanya mengisyaratkan dengan tangannya bahwa Ia tidak akan lama.


Putri keluar dari kamarnya tinggallah Angel, bukannya Ia pergi ke kamar mandi Angel malah kembali duduk di atas kasur sambil senyum-senyum.


"Silahkan minumnya den" kata Mbak Sumi setelah meletakan teh di atas meja. "Iya, terima kasih. Tapi ngomong-ngomong Angel dimana?" tanya Jojo "Katanya sebentar lagi akan turun" jawab Mbak Sumi sopan.


"Terima kasih Mbak, sekarang Mbak boleh kebelakang lagi" kata Putri yang ternyata sudah ada di ruang tamu. "Baik Mbak saya permisi ke belakang" undur Mbak Sumi. Putri hanya menjawab dengan senyuman yang langsung membuat jantung Jojo semakin berdebar kencang.


"Maaf nunggunya lama ya?" tanya Putri yang kini sudah duduk di depan Jojo, bukannya menjawab Jojo malah masih bengong karena terpesona dengan keindahan senyum Putri. Maklum saja namanya juga sedang jatuh cinta. Karena tidak ada jawaban Putri akhirnya memanggil Jojo.


"Bang! Bang jojo, Bang Jojo Nggak kenapa-napa kan?" tanya Putri "Eh iya ada apa?" sahut Bang Jojo yang baru saja tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Katanya Angel bentar lagi turun" kata Putri "Memangnya Dia sedang apa?" tanya Jojo. "Katanya perutnya sakit, paling bentar lagi juga turun" jawab Putri.


Setelah perkataan itu tidak ada lagi percakapan di antara mereka. Sampai orang yang sedang melihat dari kejauhan tampak gemas melihat tingkah mereka. "Ya ampun udah di kasih kesempatan malahan diam aja" gerutu Angel.


"Loh Mbak Angel kok disini?" tanya Mbak Sumi yang tiba-tiba muncul di belakang Angel. "Astaghfirullah Mbak, bikin kaget aja" jawab Angel sambil menyeret Mbak Sumi menjauh dari sana takut suara mereka terdengar dari ruang tamu.


"Mbak, Angel boleh nanya?" tanya Angel yang kini sudah melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Mbak Sumi. "Iya boleh, tapi kenapa harus nanya di sini?" tanya balik Mbak Sumi. "Ssst Mbak Sumi jangan banyak nanya. Mbak Sumi kerja disini udah lama?" "Udah Mbak, emmb kira-kira waktu Mbak Putri masih kecil mungkin dia masih TK" jawab Mbak Sumi sambil mengingat-ingat kembali.


"Putri sering ngajak temannya ke rumah nggak?" "Seingat Mbak, Dia nggak pernah bawa temannya ke rumah. Mbak Angel yang pertama" "Serius Mbak? Kalau teman cowok?" tanya Angel antusias "Ya ampun Mbak Angel ada ada aja, temen cewek aja nggak pernah apa lagi cowok" jawab Mbak Sumi sambil terkekeh. Angel hanya manggut-manggut mendengar jawaban dari Mbak Sumi.


"Oke, kalau gitu terima kasih ya Mbak, atas informasinya" kata Angel sambil menepuk-nepuk bahu Mbak Sumi. Mbak Sumi hanya mampu tersenyum melihat tingkah laku dari teman nonanya itu.


Angel kembali melihat tingkah laku dua orang yang dari tadi masih saja tetap diam. "Nggak bisa di biarin ini" gerutu Angel sambil berjalan mendekati mereka.


"Maaf ya lama, tadi perutnya tidak bisa di kondisikan" kata Angel sambil memegangi perutnya. Bang Jojo hanya mampu melotot melihat adiknya yang Ia ketahui sekarang sedang berbohong. "Kalau gitu kita pulang sekarang aja Bang" ajak Angel sambil menarik tangan Bang Jojo. "Iya ayo" Jawab Bang Jojo cuek. Setelah mereka berpamitan dan meminta maaf karena pastinya Angel disana sangat merepotkan pemilik rumah.


Mereka segera memasuki mobil dan meninggalkan rumah Putri, tidak ada obrolan di antara mereka. Suasana di dalam mobil sangat suram sepertinya mood Bang Jojo sedang tidak baik.


"Ini ulah mu kan?" tanya Bang Jojo tanpa menoleh "Apa?" jawab Angel santai. "Abang tau kamu tadi berbohong" katanya sudah mulai kesal "Tentang?" tanya Angel tanpa rasa takut "Abang tau kamu tidak sakit perut dan membiarkan Abang bersamanya" "Angel tidak berbohong kalau perut Angel sakit, tapi itu tadi siang. Angel itu berniat membantu Bang Jojo"

__ADS_1


"Tapi tidak begini, tadi Abang lihat Dia tidak begitu nyaman duduk berdua saja. Lagian kamu nggak usah bantu apa-apa, Abang mu ini bisa usaha sendiri" kata Bang Jojo yang tidak habis pikir dengan tindakan adiknya. "CK usaha sendiri dari dulu aja masih jalan di tempat" desisnya kesal "Kamu bilang apa?!" tanya Bang Jojo karena memang Angel tidak terlalu keras mengucapkannya.


"Kalau mau usaha sendiri silahkan, Angel juga nggak mau ngurusin Abang sama Putri lagi. Nanti kalau Putri di ambil orang lah baru tau rasa" kata Angel sambil memalingkan wajahnya.


Kini tidak ada lagi percakapan di antara mereka berdua, sampai mereka di rumah. Angel langsung keluar dan membanting pintu mobil, tidak tau kenapa kini mood Angel yang begitu buruk.


Dia berjalan begitu cepat dan mengacuhkan panggilan dari Abangnya. Hingga Ayah dan Bunda yang sedang duduk di ruang keluarga di cueki olehnya.


"Kenapa Angel? Kalian bertengkar?" tanya Bunda yang melihat Jojo. Jojo hanya mengangkat bahunya. "Kalian itu sudah besar kenapa masih bertengkar saja" kini Ayah yang mengeluarkan suara. Bukannya menjawab Jojo juga pergi tapi Ia masih pamit dengan Ayah dan Bundanya.


"Cepat mandi dan ajak adik mu makan malam" kata Bunda "Iya Bun" jawab Jojo yang sudah menaiki tangga.


Tok tok tok!


"Dek makan malam yuk" ajak Bang Jojo dari balik pintu, Angel tidak menjawab namun Ia langsung keluar kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Sesampainya mereka di ruang makan, ternyata sudah di tunggu Ayah dan Bunda. "Angel makan yang banyak ya, ini Bunda yang masak loh makanan kesukaan mu" kata Bunda sambil mengambilkan nasi beserta lauknya. Namun Angel tidak menjawab Ia masih membisu, melihat anaknya begitu Ayah dan Bunda saling memandang dengan tatapan bingung.


"Kalian masih marahan?" tanya Ayah "Siapa yang marahan yah, kita baik-baik aja" jawab Jojo. "Kalau nggak marahan kenapa adikmu mukanya kaya pakaian kusut begitu?" tanya ayah lagi "Nggak tau, Jojo juga bingung" "Kalian itu udah besar nggak baik-baik marahan lama-lama, anak kecil aja kalau marah sebentar aja langsung akur masa kalian kalah sama mereka" kata Ayah menasehati.

__ADS_1


__ADS_2