Oh My Friend

Oh My Friend
15


__ADS_3

seminggu setelah angel keluar dari rumah sakit.


ia sedang berada di ruangan bersama seorang dokter yang memeriksa kondisi tangannya, setelah beberapa lama ia melakukan serangkaian tes akhirnya mereka selesai.


"gimana dok?" tanya angel was-was, dokter itu tersenyum dan menjawab "kondisinya sudah membaik, mungkin Minggu depan sudah bisa di lepas gipnya" "syukurlah kalo begitu dok, tapi saya masih bisa melakukan olahraga kan dok? semisal ikut beladiri?" "bisa, tapi masih menunggu 2 sampai 3 bulan sampai lukanya benar benar sembuh" "terimakasih dok, kalo begitu saya pamit" kata angel sambil sedikit membungkukkan tubuhnya mengucapkan salam perpisahan kepada dokter yang sudah menanganinya selama ini.


angel pun keluar dari ruangan pemeriksaan disana sudah ada Raihan yang menunggunya, ini merupakan pemeriksaan kedua kalinya semenjak dia keluar dari rumah sakit.


Raihan langsung menghampiri angel ketika dia melihat angel keluar dari ruangan.


"gimana?" tanya Raihan "bagus kok pemeriksaannya, Minggu depan udah bisa di buka perbannya" jawabnya dan langsung di oh ria oleh Raihan.


mereka berdua akhirnya berjalan menyusuri koridor dan pergi dari rumah sakit setelah menyelesaikan urusannya.


sesampainya di parkiran mereka langsung memasuki mobil Raihan, "mau langsung pulang apa gimana?" tanya Raihan sambil menjalankan mobilnya. "mampir ke kafe dulu yaa? gue laper" jawab angel sambil memegangi perutnya.


setelah menempuh perjalanan selama 30 menit mereka sampai di kafe biasa mereka hangout bareng. Raihan memarkirkan mobilnya dan setelah itu mereka turun dan bergegas masuk ke dalam kafe.


mereka duduk di meja dekat jendela yang mengarah ke jalan.


seorang pelayan menghampiri mereka

__ADS_1


"biasa ya mbak jus tomat gak pake gula" kata angel sambil tersenyum. "kalo saya americano dingin" kata Raihan "ada lagi?" tanya pelayannya. "udah itu aja cukup" sambung angel. pelayan itu akhirnya meninggalkan mereka berdua.


"katanya laper masa cuma pesen minum doang?" tanya Raihan bingung "aduuh Lo gak liat apa tangan gue masih kaya mumi! emang Lo mau nyuapain gue?" kata angel sambil menunjukan tangannya. "ogah" tolak Raihan sambil memalingkan wajahnya. "walaupun Lo mau, gue juga ogah di suapin sama Lo" ketus angel.


selang 10 menit pesanan mereka datang "silahkan dinikmati" kata pelayan ramah sambil meletakan minuman mereka "makasih" jawab angel.


mereka berbincang banyak hal sambil sesekali menyesap minuman mereka, walau perbincangan mereka banyak dengan perdebatan dari pada obrolan yang biasa digunakan sahabat ketika mereka sedang bersama.


tak terasa sudah cukup larut, mereka memutuskan untuk segera kembali. Raihan langsung bergegas menuju kasir untuk membayar sedangkan angel menuju ke mobil Raihan.


akhirnya mereka melaju meninggalkan kafe dan membelah jalanan yang sangat padat, kemacetan pun tak bisa di hindari mereka terjebak macet selama 2 jam. karena merasa bosan angel akhirnya mendengarkan musik dengan earphonenya sedangkan Raihan merasa sangat jengkel karena macet yang begitu lama.


tak terasa angel kini terlelap sedangkan Raihan masih fokus dengan setirnya. mereka berhasil melewati kemacetan itu, walau sangat terlihat Raihan begitu kesal dengan situasi tadi apa lagi yang di sampingnya malah ke asyikan tidur.


"bangun!" kata Raihan sambil menepuk-nepuk wajah Angel , tapi yang bersangkutan masih terlelap. "isssh bangun woi! dasar kebo! bangun cepet" kata Raihan dengan nada ketusnya.


dengan sangat terpaksa Raihan mengangkat tubuh angel dan membawanya masuk ke rumah.


bunda yang melihat Raihan mengangkat tubuh angel beliau terlihat panik.


"loh angel kenapa?" katanya sambil menghampiri Raihan. "angel gak papa Bun, dia hanya tidur" jawabnya "ya sudah, di bawa ke kamarnya saja. terimakasih nak Raihan" kata bunda sambil tersenyum "iya Bun"

__ADS_1


Raihan segera menuju ke kamar Angel, saat menaiki tangga dia bergumam "makanan Lo pada lari kemana? tubuh Lo ringan gini" sesampainya di kamar Raihan langsung membaringkan tubuh angel dengan sangat hati-hati.


dia mengamati setiap inci wajah Angel sesaat kemudian Raihan tersenyum jahil, karena Lo udah bikin gue ngangkat Lo, sekarang gue mau kasih kado buat Lo . batin Raihan.


Raihan langsung mencari spidol yang ada di atas meja belajar angel dan sret sreeeet, dia tersenyum penuh kemenangan.


cekrek cekrek suara ponsel Raihan, dia mengambil foto angel yang sudah ia gambar sedemikian rupa. Raihan langsung keluar kamar takut lama-lama di dalam dia tidak bisa menahan tawanya lagi.


"Rai, minum dulu sini" kata bunda yang melihat Raihan turun dari tangga. "gak usah Bun, Rai langsung pulang aja" "ya udah kamu hati-hati ya?" "iya Bun, Rai pulang ya?" kata Raihan sambil Salim kepada bunda.


sampailah Raihan di rumahnya.


rumah Raihan tampak sepi, sepertinya umi dan Abi ada di kamar. dua bergegas menuju kamar dan langsung memasuki kamar mandi untuk mnyegerkan tubuhnya.


15 menit Raihan akhirnya selesai dengan mandinya, ia langsung memakai baju dan segera merebahkan tubuhnya di ranjang. Raihan langsung mengambil ponselnya yang dia taruh di atas meja dan membuka galeri, ia melihat foto yang tadi sempat diambilnya.


ia menggeser layar ponselnya dan melihat foto yang tadi sempat diambilnya, ia terus tersenyum "lucunya, gue kasih hadiah ke Lo semoga Lo suka yaa" gumamnya.


tak terasa dia pun terlelap dalam tidurnya.


ke esokan harinya di rumah angel masih sepi, mereka semua sudah bangun tapi masih berada di kamar masing-masing hingga terdengar suara teriakan

__ADS_1


"AAAAAAAAAAA"


mereka semua kaget bukan kepalang dan manujubke sumber suara itu dan ternyata


__ADS_2