
bel istirahat berbunyi , semua siswa keluar menuju kantin tapi tidak dengan Angel.
"ke kantin yuk" ajak putri.
"gak, gue udah di kasih ini sama Raihan tadi pagi" jawab angel sambil mengangkat kotak bekal.
"ya udah aku ke kantin dulu, kamu mau nitip apa? minum mungkin"
"boleh, air mineral aja ya tapi yang dingin"
"oke"
putri pun meninggalkan angel di kelas, dia menuju ke kantin sesampainya di kantin putri langsung memesan makan dan minumnya.
saat putri lagi menikmati makanannya tiba-tiba Angga dan Rendi menghampirinya.
"kok sendiri? mana angel?" tanya Rendi
"ooh, dia gak ke kantin" jawab putri.
"apa dia belum sembuh?" tanya Angga khawatir.
"gak kok, tadi dia bawa bekal"
Angga dan Rendi hanya ber"oh ria.
setelah Putri menyelesaikan makannya dia pamit kepada kakak kelasnya itu untuk kembali ke kelasnya. Putri juga tidak lupa membelikan minuman untuk Angel.
namun saat sampai di kelas dia melihat Angel tidak sendiri.
"loh Rai, kamu disini pantes tadi gak liat di kantin" tanya Putri
"iya, gue tau Angel gak ke kantin jadi gue kesini"
"loh bukannya Angel udah di kasih bekal sama kamu kok itu ada roti lagi?" tanya putri heran.
"ini gue yang bawa, Angel itu makannya banyak" jawab Raihan santai.
"apaan sih Lo, gue emang makannya banyak Putri juga tau gak perlu Lo perjelas lagi" kata Angel sambil melotot ke arah Raihan.
"iya Lo emang makannya banyak, tapi itu makanan gak tau perginya kemana" kata Raihan. sedangkan putri hanya terkekeh mendengar perkataan Raihan.
Angel memang makannya banyak tapi dia tidak bisa gemuk. tubuhnya tetap proposional.
setelah terjadi adu mulut antara dua sahabat itu dan putri hanya terkekeh saja melihat mereka berdua. Raihan akhirnya kembali kekelas meninggalkan Angel yang masih kesal karena perkataan sahabatnya itu.
bel masuk berbunyi semua siswa sudah masuk dan mengikuti pelajaran lagi.
tapi berbeda dengan kelas Angel, kelasnya sangat gaduh karena ternyata gurunya berhalangan hadir.
ini adalah salah satu kebahagiaan bagi para siswa, jam kosong ini di gunakan mereka untuk besenang-senang.
ada yang bercerita, menyanyi, banyak lagi tingkah absurd mereka. tapi Angel dan Putri malah sibuk dengan gadgetnya.
"put" panggil Angel yang masih sibuk dengan gadgetnya.
"iya, ada apa ngel?" jawabnya.
"nanti gue nebeng yaaa?"
"maaf iya ngel bukannya aku gak mau tapi tadi mama sudah pesen suruh langsung pulang. lagian rumah kitakan gak searah"
"oh iya juga yaa, kok gue gak kepikiran" jawabnya sambil cengengesan.
"put, gue mau tidur dulu nanti kalo ada guru atau udah bel gue di bangunin"
"asyyyiiiap"
__ADS_1
angel pun terlelap. entah ini keberuntungan Angel atau memang gurunya tidak mau masuk kelas sampai bel pulang angel masih terlelap.
"ngel bangun, udah bel" kata Putri sambil menggoyangkan bahu Angel.
Putri melakukannya sampai beberapa kali akhirnya Angel bangun.
"akhirnya bangun juga, udah di bangunin dari tadi juga"
"maaf, enak banget sumpah gue tidurnya" jawabnya sambil menguap lebar.
"tutupin tuh mulutnya, cewek kok gitu"
Angel hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"ya udah aku pulang dulu yaa. maaf gak bisa nganter"
"iya gak papa, ya udah Lo hati-hati yaaa?"
Putri meninggalkan kelas, Angel menggambil ponselnya dan mengetik pesan.
gue
Rai, bareng lagi yaaa..
gue lagi pengen main ketempat itu.
menunggu beberapa saat akhirnya ponselnya pun bergetar.
Raihan
oke, gue tunggu di parkiran.
setelah mendapat balasan Angel langsung bergegas menuju parkiran.
saat sampai di parkiran Angel melihat Raihan yang sudah menunggunya, Angel berlari untuk menghampirinya.
"belum"
"yaudah ayook"
mereka berdua masuk ke mobil dan langsung menuju bukit yang biasa mereka datangi.
saat di tengah perjalanan Raihan menghentikan mobilnya.
"kok berhenti sih" tanya Angel heran.
"gue mau beli minum, Lo mau"
"iya, yang dingin yaaa"
"iya"
Raihan pun turun dan menuju minimarket yang ada di pinggir jalan.
selang beberapa menit Raihan sudah selesai dan melanjutkan perjalanan mereka.
30 menit akhirnya mereka sampai di bukit itu, perjalanannya memang cukup memerlukan banyak waktu karena memang tempatnya lumayan jauh.
sesampainya di sana mereka langsung duduk dan memandang langit senja yang indah.
setelah lama hening Raihan mengambil ponselnya dan cekrek!
"ih Lo ambil foto gue yaaa?" tuduh Angel
"gak, jangan kePDan" memutar matanya malas.
"kalo gitu gue liat hp Lo, sini!!"
__ADS_1
"buat apa?"
"iya buat liat Lo ambil foto gue apa gak"
Raihan gak menjawab dan langsung memasukkan ponselnya ke kantong celananya.
"Lo!" kata angel sambil melotot tak menyangka dengan apa yang dilakukan Raihan.
Raihan hanya menjulurkan lidahnya.
"gue mau minum" kata Angel.
"minum tinggal minum ngapain ijin"
"bego!!" kata Angel sambil menjitak kepala Raihan.
"isshh sakit bego!" ketusnya sambil mengusap kepalanya.
"jelas jelas yang bego Lo! Lo liatkan tangan gue masih kaya mumi gini, gimana gue buka tutup botolnya" protes Angel
"tinggal minta di bukain, gak usah pake kekerasan njir"
"biarin, biar Lo sadar dari kebegoan Lo itu"
setelah waktu sudah mulai gelap mereka pun memutuskan untuk kembali kerumah.
sesampainya di komplek perumahan mereka Raihan langsung mengantar Angel kerumahnya.
"gak mampir dulu Rai?"
"gak lah, udah jam segini. salam aja buat semua"
"oke, hati-hati yaaa"
Raihan hanya membalas dengan anggukan dan langsung melajukan mobilnya.
"assalamu'alaikum" salam Raihan.
"wa'alaikumsalam, kok baru pulang nak?" tanya umi yang sedang duduk di ruang keluarga.
"iya mi, habis main sama Angel"
"udah makan belum?"
"belum mi"
"yaudah mandi dulu, habis itu makan"
"iya mi, Raihan tinggal dulu."
Raihan bergegas menuju kamarnya dan membersihkan badannya.
dia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya membalut di pinggang dan rambut yang masih basah.
setelah selesai mengganti baju dia duduk di atas sofa yang ada di dalam kamar sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah.
Raihan mengambil ponselnya dan melihat foto yang tadi dia ambil.
"sejak kapan gue ngambil foto gadis bodoh ini, kenapa banyak sekali" gumamnya sambil menggeser layar ponselnya.
Raihan tersenyum saat melihat foto di bukit tadi.
"cantik" gumamnya dengan senyum yang sangat mengembang.
tak sadar pipinya juga merona, seperti kepiting di rebus. setelah sadar dengan apa yang dia lakukan Raihan langsung mengacak rambutnya frustasi.
"aaaargggghhtttt!! sejak kapan gue kaya gini" teriaknya dan melempar ponselnya ke sofa.
__ADS_1