
Angel mengendarai motornya membelah jalanan yang terlihat sangat ramai di karenakan ini adalah jam dimana banyak orang yang memulai aktivitasnya. Angel cukup bersabar mengendarai motornya di karenakan ada beberapa titik mengalami kemacetan.
"Alhamdulillah sampai juga" ucapnya saat motor miliknya sudah terparkir di parkiran sekolahan. Angel terlihat buru-buru pergi meninggalkan parkiran, Ia bergegas menuju lokernya untuk mengambil seragamnya.
"Capek Gue, kalau setiap berangkat dan pulang harus ganti kostum" curhatnya saat Ia sedang mengganti bajunya. Gue harus cari solusi pikirnya sambil melihat pantulan cermin di depannya.
"Kamu baru datang?" tanya Putri saat Angel baru memasuki kelas "Iya, tadi macet di jalan" jawabnya sambil mendaratkan bokongnya di kursi. "Kok keliatan lemes gitu sih?" tanya Putri kembali saat melihat sahabatnya itu seperti sedang tidak semangat. "Gue? Haha biasa aja kok, apa keliatan lemes?" tanya balik Angel yang di angguki Putri. "Gitu ya?" kata Angel kembali sambil memegangi wajahnya.
Saat mereka sedang membahas Angel tiba-tiba Natan ketua kelas datang dan memberikan pengumuman.
"Teman-teman kalian sudah berangkat semua kan?" tanyanya di depan kelas dan di jawab kompak oleh seisi kelas "Udah, pak ketua" jawabnya kompak. "Ini ada pengumuman, katanya hari ini kita di suruh belajar sendiri di kelas. Para guru sedang rapat dan satu hal lagi kalian tidak boleh keluar kalau belum jam istirahat dan satu lagi nggak boleh berisik. Bisa di mengerti?" kata Natan dengan suara lantangnya. Ada yang menjawab dengan nada setuju ada juga yang terlihat lemas setelah mendengar berita itu.
Seperti Angel yang nampak tak senang dengan berita yang di Natan bawa.
"Kamu kenapa? Bukannya kamu paling suka kalau jam kos?" tanya Putri yang nampak heran dengan sikap Angel "Gue nggak papa kok, Gue suka kok jam kosong bisa tidur lagi" katanya sambil tersenyum lebar dan merenggangkan tangannya.
Angel langsung menyumpal telinganya dengan earphone dan melipat tangannya di atas meja sebagai bantalnya. Putri yang melihat hanya takjub dengan apa yang di lakukan sahabatnya itu.
__ADS_1
Cukup lama Angel memejamkan matanya, Putri yang berada di samping Angel melirik adanya pergerakan dari sahabatnya itu.
"Tumben bangun, biasanya kalau nggak di bangunin belum bangun" celetuk Putri saat melihat Angel meregangkan ototnya dan nampak mengucek matanya. "Gue laper, ke kantin yuk" ajak Angel dengan mata masih setengah menutup. "Belum istirahat" jawab Putri sambil kembali membaca bukunya.
Angel hanya mendesah dan merebahkan kembali kepalanya, namun sepertinya Ia kembali memejamkan matanya. "Ya ampun tidur lagi dia" gumam Putri saat melihat Angel kembali tertidur.
Tidak selang lama bel istirahat berbunyi, Putri membangunkan Angel namun nampak Angel tidak bergeming sama sekali. "Katanya laper tapi di bangunin nggak bangun-bangun" gerutu Putri. Namun Ia tidak kehabisan akal, Putri mengambil kotak bekal yang Ia bawa dari rumah dan membukanya. Ditaruhnya di depan Angel, sepertinya yang di lakukan Putri tidak sia-sia nampak Angel mengangkat kepalanya.
"Urusan perut aja cepet" kata Putri sambil menarik bekalnya dan menutupnya kembali. "Loh kok di ambil lagi?" tanya Angel setengah sadar. "Ya ampun bangun dulu napa, cuci muka atau apa kek" kesal Putri "Nggak perlu, bawa sini makananya" pinta Angel sambil meraih bekal yang ada di tangan Putri. "Iih jorok amat sih, lagian ini bekal bukan buat kamu ya" kata Putri sambil masih mempertahankan bekalnya. Angel hanya mendesah dan melepaskannya.
Dari raut wajah Angel sepertinya dia marah, "Ya ampun kaya gitu aja ngambek, nih buat kamu tadi aku sengaja bawa dua." kata Putri sambil menyodorkan satu bekalnya yang lain. "Waah makasih banget" kata Angel dengan mata berbinar. "Di kasih nasi goreng aja bahagianya kaya gitu" gumam Putri. Namun sepertinya Angel tidak ingin menanggapinya.
Angel mengambil ponselnya dan mengirim pesan untuk seseorang.
Angel
Lo di kantin nggak?
__ADS_1
Kalau iya tolong beliin Gue minum.
Terus di anter ke kelas.
Itulah pesan yang Ia kirimkan. "Kamu Wa siapa?" tanya Putri sedikit kepo. "Entar juga Lo tau" jawabnya sambil terus memasukan makanan ke mulutnya.
Tidak menunggu lama ada suara dari depan kelas yang sangat Angel kenal. "Woi! Sialan Lo kira Gue babu Lo" kata seseorang di depan dengan melempar botol minuman. "Sialan kenapa di lempar sih" jawab Angel sambil menangkap minumannya.
Pria itu duduk di depan mereka, "Lo cuma beli satu?" tanya Angel saat melihat lelaki itu tidak membawa minuman lainnya, Raihan hanya mengangguk. "Parah Lo, terus Putri minum apa?" tanyanya lagi "Lo nggak bilang" jawabnya acuh "Udah Aku bisa beli sendiri" kata Putri menengahi perdebatan mereka berdua.
Saat mereka hampir menghabiskan makanannya, tiba-tiba ada dua pria yang datang menghampiri mereka. "Kalian lagi makan ya? Pantes nggak liat di kantin" kata Angga yang baru saja ikut bergabung dengan mereka. "Oh iya ini Aku beliin di kantin" katanya kembali sambil memberikan plastik berisi makanan dan minuman. "Waah kak Angga memang the best beda banget sama seseorang" kata Angel sambil melotot melihat Raihan.
Setelah Angel dan Putri menghabiskan makanannya, Angel langsung membuka makanan yang di bawa Angga. "Sekarang giliran kalian" kata Angel senang. "Bukannya Lo udah makan? Masih muat" heran Rendi. "Ya ampun kak, Lo nggak usah kaget gitu Angel itu makannya banyak banget. Jadi kalau bisa kakak jangan pernah beliin dia makan, nanti Lo bangkrut" kata Raihan yang langsung di tampol kepalanya oleh Angel. "Sakit ****!" kata Raihan sambil mengusap kelapanya.
"Kalau gitu Gue balik kelas aja , percumah di sini kalau di aniaya. Bukannya makasih udah di bawain minum malah Gue kena pukul" kata Raihan sambil beranjak dari duduknya. "Lo!" kata Angel geram. "Udah sih, kaya anak kecil aja ngributin hal sepele" ucap Angga yang melihat Angel akan melempari Raihan dengan botol minum yang sedari tadi ada di sampingnya. Putri dan Rendi hanya menggelengkan kepalanya melihat apa yang di lakukan oleh Angel dan Raihan.
"Kalau gitu kita juga balik kelas ya, jangan lupa itu di makan. Jangan marah-marah mulu nanti cantiknya hilang" kata Angga sambil pergi meninggalkan Angel dan Putri yang di ikuti Rendi. "Ihh kakak apaan sih" sahut Angel dengan muka merahnya.
__ADS_1
"Kenapa kok mukanya merah gitu?" goda Putri. Angel hanya mampu menyangkalnya "Mananya yang merah? Tadi Gue kepedesan tau makan nasi goreng buatan Lo" ucapnya menyangkal. "Perasaan nasi gorengnya nggak pedes deh, bilang aja Lo malu karena kak Angga bilang kaya gitu" jawab Putri sambil cekikikan "Nggak!!" kata Angel cepat.