
Raihan menuruni tangga dan menuju ruang makan.
"Rai sarapan dulu" kata uminya.
"gak usah Rai buru-buru ini, mau jemput angel" kata Raihan sambil meminum susunya.
Raihan walau sudah SMA masih minum susu di pagi harinya.
"kalo gitu ini di bawa yaa? buat angel kamu kalo mau ambil yang di meja." kata uminya sambil menyerahkan sekotak bekal.
"ya udah Rai berangkat dulu." pamit Raihan sambil menyambar roti dan menyalami umi abinya.
sesampainya di rumah Angel, Raihan langsung masuk dan menemui ayah, bunda bang jojo.
dia menyalami mereka semua kecuali bang jojo, karena dengan bang jojo dia tidak Salim tapi bertos ria ala anak gaul sekarang.
"sarapan dulu nak?" kata bunda.
"gak usah Bun, tadi Raihan sudah sarapan di rumah" jawabnya sambil duduk di sebelah bang jojo.
"mau jemput Angel?" kata ayah yang sedang sarapan dan langsung memandang Raihan.
"iya yah"
"Rai, Lo gak pengertian banget sama Abang!" ketus bang jojo sambil menepuk bahu Raihan keras.
"loh salah Rai apa bang? bukannya udah bener berangkat bareng" tanya Raihan dengan raut wajah bingung.
sedangkan bang jojo mengusap rambutnya kasar. bunda yang melihat gelagat itu langsung angkat bicara.
"kamu Rai kaya gak tau bang jojo, dia itu lagi naksir sama temennya Angel" celetuk bunda, sontak jojo langsung menatap kearah bundanya sambil memberikan kode agar bundanya tidak berkata lebih jauh lagi.
ayah dan Raihan melotot mendengar perkataan bunda.
"apa bener Bun? memangnya siapa?" tanya ayah penasaran.
"itu looh, si . . ." belum sempat bunda melanjutkan perkataannya jojo langsung tersedak.
"uhuuk uhuuuk !!"
"pelan-pelan bang" sahut Raihan sambil menepuk punggung bang jojo sedangkan ayah langsung memberikan minuman.
melihat tingkah jojo bunda hanya tertawa terbahak-bahak.
"hahaha, aduh aduuh perut bunda sakit" katanya sambil memegang perut dan menyeka air mata di sudut matanya.
"tenang bang, bunda gak bakal kasih tau kok" kata bunda sambil mengangkat satu alisnya.
"terserah bunda aja" final bang jojo.
akhirnya mereka semua tertawa dan tiba-tiba Angel pun datang.
"lagi ngetawain apa sih? pagi-pagi udah pada heboh" kata angel sambil mendaratkan bokongnya.
"gak ada" jawab bang jojo cepat sebelum bundanya menjawab dan urusannya tambah runyam.
"sarapan dulu" kata ayah
__ADS_1
"gak yah, Angel mau langsung berangkat aja" jawabnya.
"kalo gitu minum dulu susunya"
"siap bundakuuh" jawabnya dan langsung menenggak susunya sampai tandas.
"yaudah Angel berangkat dulu ya?" pamit Angel kepada orang tuanya dan juga Abangnya.
iapun menyaliminya bergantian dan di ikuti Raihan.
setelah mereka pergi, ayah ijin pergi ke ruang kerjanya karena setelah mengecek tas kerjanya ternyata ada file yang tertinggal.
"ya Alloh, ada yang ketinggalan. ayah mau ambil dulu" katanya sambil berlalu menuju ruang kerjanya.
sekarang tinggal bunda dan bang jojo.
"jojo langsung tanya aja ya Bun?" tanya bang jojo dengan tatapan tajam.
"iya ada apa bang?" sahut bunda sambil merapikan meja makan.
"kok bunda tau kalo jojo lagi ada naksir sama temen adek?" katanya mengintrogasi bundanya.
"oh masalah itu, emmmb bunda tau aja dari sorot matamu waktu memandang emm siapa namanya bunda lupa" kata bunda sambil berfikir.
"putri Bun" sahut bang jojo.
"Naah iya putri, bunda itu bundamu bang. jadi bunda tau kalo anak bunda lagi ngrasain apa?" katanya meyakinkan anaknya itu.
"bukan karena Angel yang ceritakan?"
"enggak bang, bunda tau sendiri" katanya lagi, padahal bunda tau dari Angel. tapi dia tidak ingin mengatakannya karena pasti anak sulungnya itu akan marah pada adiknya.
"emmb bunda boleh-boleh aja, anaknya keliatan baik dan manis"
"makasih ya Bun" kata Joko sambil menggenggam tangan bunda.
bundanya hanya tersenyum.
"ayo bang berangkat!" ajak ayah saat dia sudah mengambil berkasnya.
"iya yah, yaudah jojo berangkat dulu ya Bun? bunda kalo mau ke kampus juga hati-hati ya?" pamit bang jojo sambil mencium pipi bundanya.
"iya, kamu juga hati-hati. berjuanglah nak!" kata bunda yang mengantar suami dan anaknya berangkat kerja.
sedangkan di tempat lain Raihan dan Angel masih dalam perjalanan kesekolahan.
mereka tidak mengeluarkan sepatah kata pun saat di perjalanan.
sesampainya di sekolahan Raihan langsung memarkirkan mobilnya, angel dan Raihan keluar mobil.
Raihan langsung mengambil kotak bekalnya.
"ngel, ini dari umi katanya buat Lo" kata Raihan sambil menyerahkan kotak bekalnya.
"makasih ya, umi memang terbaik" jawabnya sambil menerima kotak bekal itu.
mereka berjalan menyusuri koridor sekolah, sesampainya di depan kelas angel dia malah terus berjalan.
__ADS_1
"loh gak masuk?" tanya Raihan heran.
"masuk kok, gue mau ke ruang pak Naryo" jawabnya
"ngapain?"
"gue mau ijin gak ekskul untuk waktu yang belum di tentukan"
Raihan manggut-manggut saja.
akhirnya Raihan sampai di kelasnya.
"mau gue anterin?" tawarnya
"gak usah, udah Deket juga" tolaknya sambil tersenyum.
"ya udah gue masuk dulu"
"yoii"
mereka akhirnya berpisah, angel terus berjalan menuju ruangan pak Naryo. beliau adalah guru pengawas yang mengawasi ekskul.
tok tok tok
"masuk" sahutnya dari dalam.
"permisi pak" kata angel sambil memasuki ruangan itu.
"iya, ada yang bisa bapak bantu?" katanya sambil melihat siswi di depannya dengan kondisi tangan di perban.
"begini pak, saya mau ijin untuk beberapa hari ini saya tidak bisa mengikuti ekskul karena kecelakaan yang menimpa saya tempo hari" ijinnya.
"oh iya tidak papa, yang penting kamu sertakan keterangan dari rumah sakit" jawab pak Naryo ramah.
"terimakasih pak" kata angel sopan.
sebelum angel pergi pak Naryo langsung berkata.
"tunggu dulu nama kamu siapa?"
"saya Angel pak"
"oh Angel ya? tapi kemaren ketua OSIS sudah meminta ijin kepada bapak dan sudah menyertakan surat keterangan dari dokter" panjang pak Naryo.
"begitukah? kalo begitu saya permisi dulu pak?" pamit Angel sambil membungkukkan badannya dan pergi dari ruangan pak Naryo.
saat Angel sampai di kelasnya teman sekelasnya langsung mendekat padanya. banyak yang bertanya tentang keadaannya, kronologi kejadian kecelakaan dan masih banyak lagi. namun Angel hanya tersenyum menanggapi pertanyaan mereka, sampai putri pun angkatan bicara.
"kalian semua sudah belum bel masuk sudah berbunyi" katanya tanpa melihat kearah temannya itu.
mereka semua pun bubar.
"fyuuh syukurlah, makasih udah nolongin gue" kata Angel sambil menatap sahabatnya itu.
"kamu gak usah minta maaf, toh memang sudah bel" jawabnya sambil tersenyum manis.
"oh iya, selama kamu gak masuk aku udah buatin catatan. niiih" kata Putri sambil menyerahkannya.
__ADS_1
"waaah makasih Yaaa, Lo emang the best" kata Angel sambil mengacungkan jempolnya.
guru pun masuk ke kelas mereka semua mengikuti pelajaran dengan sangat khitmat.