
tiba-tiba
BRAAAKKK!!
pintu kamar terbuka dan dilihatnya bunda dengan air mata yang sudah terurai.
karena suara pintu itu sangat keras sehingga Angel terbangun dari tidurnya.
bunda langsung menghampiri ranjang Angel
"ya Alloh, angel kenapa kamu jadi kaya gini? mana yang sakit nak bilang sama bunda." kata bunda sambil mengecek seluruh tubuh angel.
sedangkan angel hanya memutar matanya "bunda, angel gak papa. tuh angel baik-baik aja kan?" kata angel sambil bangkit dari tidurnya dan kini sudah duduk.
"ya Alloh pelan-pelan nak" kata bunda sambil memegangi bahu angel.
"bunda tenang aja angel itu anak yang kuat" sahut laki-laki yang baru saja datang bersama dengan ayahnya.
bang jojo langsung menghampiri Raihan yang masih duduk di sofa, sedangkan bunda dan ayah masih mengintrogasi angel perihal kecelakaannya.
"udah lama Rai?" tanya bang jojo sambil duduk di samping Raihan.
"lumayan bang"
"makasih udah ngejaga Angel"
"iya bang, tapi tadi yang bawa Angel ke rumah sakit bukan gue"
"terus siapa?" tanya bang jojo sambil melihatkan wajah bingungnya.
"kakak kelas"
"oh, ya intinya makasihlah. entah itu Lo atau bukan"
Raihan hanya mengangguk saja.
"Lo sebaiknya pulang dulu Rai, pasti tadi Lo langsung buru-buru kesini"
"emang iya sih bang, ya udah Rai balik ya bang?"
"iya hati-hati"
"ayah bunda, Raihan pulang dulu. nanti malam kesini lagi sama umi dan Abi" pamit Raihan dan langsung menyalami bunda dan ayah.
"iya nak, terimakasih sudah menjaga angel" kata bunda
"iya bun" jawab Raihan "kamu hati-hati ya Rai" kata ayah yang di jawab anggukan.
"gue balik dulu, baik-baik Lo. jangan dulu kebanyakan gerak" kata Raihan sambil menatap angel.
"asssyyiiiiap, sekarang koq Lo yang bawel sih" jawab angel sambil mengerucutkan bibirnya.
"terserah" kata Raihan sambil keluar dari ruangan Angel.
Raihan berjalan menuju parkiran dan langsung membawa mobilnya pergi dari rumah sakit.
30menit lamanya dia membelah jalan kota dan akhirnya sampai di rumah.
"loh Rai koq baru pulang? bukannya gak ada ekskul?" tanya uminya yang baru melihat Raihan masuk rumah.
"Rai habis dari rumah sakit umi" kata Raihan sambil menghampiri uminya.
__ADS_1
"memangnya siapa yang sakit?" sahut abinya yang baru saja dari kamarnya.
"angel yang kecelakaan mi bi" kata Raihan
"tapi dia baik-baik sajakan Rai?" tanya uminya khawatir.
"dia gak kenapa-napa, hanya tangan kanannya patah dan lecet sedikit"
"nanti kita kesana ya bi?"
"iya mi, nanti kita kesana"
setelah percakapan panjang itu Raihan pamit ke kamarnya untuk membersihkan diri.
sesampainya di kamar Raihan langsung merebahkan tubuhnya di ranjangnya dan mengusap mukanya kasar.
"dasar gadis bodoh" gumam Raihan sambil menerawang wajah Angel.
Raihan pun bangkit dan menuju kamar mandi, 15 menit dia selesai mandi.
tok tok tok!!
pintu kamar Raihan di ketuk.
"den, sudah di tunggu tuan sama nyonya buat makan malam" kata bibi.
"iya Bi, Raihan sebentar lagi turun"
"baik den" jawab biji dan dia pamit undur diri.
Raihan keluar kamar dan menuruni tangga. sesampainya di ruang makan uminya langsung berkata "kita makan malam dulu Rai, habis ini langsung ke rumah sakit"
"iya mi" jawab Raihan yang sudah duduk.
sampailah mereka di rumah sakit, mereka bertiga langsung bergegas pergi ke ruangan Angel sedangkan supirnya menunggu di parkiran.
"assalamu'alaikum" kata ketiga orang yang baru saja masuk ruangan.
"wa'alaikumsalam" jawab mereka yang ada di ruangan.
"Ini ada buah buat Angel" kata umi sambil memberikan parsel berisi buah kesukaan Angel.
"aduh jeng repot-repot segala, sudah mau kesini saja kami seneng bangt loh" jawab bunda sambil menerima parsel itu.
"gak repot koq jeng, buat anak sendiri" jawab umi sambil tersenyum dan mengusap rambut Angel.
perlu kalian ketahui, sejak Raihan dan Angel berteman baik baik bunda dan ayah maupun umi dan Abi sudah menganggap Angel dan Raihan seperti anak sendiri.
"gimana keadaanya nak?" kata Abi
"angel baik-baik aja bi, gini doang mah belum seberapa" kata angel sambil tersenyum lebar.
mereka semua tertawa mendengar jawaban angel.
"syukurlah kalau begitu" timpal umi.
mereka pun akhirnya berbicara banyak hal, dari kejadian angel kecelakaan, pekerjaan mereka dan banyak hal lagi.
sedangkan Raihan hanya duduk bersama bang jojo. dia juga baru sampai karena memang tadi dia pulang dulu mengambil beberapa barang.
akhirnya keluarga Raihan pamit pulang karena memang sudah malam, sedangkan bang jojo juga ikut pulang karena dia harus mempersiapkan presentasinya di kantor.
__ADS_1
setelah semuanya pergi tinggal Angel ayah dan bunda.
"Bun, kira-kira Angel disini sampai berapa hari?" tanya Angel.
"kayaknya semingguan, emang kenapa?" tanya bunda sambil menyelimutj Angel.
angel berdecak kesal "koq lama banget sih, Angel kan gak papa. sehat gini cuma tangannya doang yang luka, yah tolong bilangin ke dokternya yaa? suruh Angel jangan lama-lama disin?" pinta Angel dengan nada suara yang di buat-buat.
"ayah gak bakal minta sama dokternya kalau bukan dokter yang memang sudah nyuruh kamu pulang, makanya jangan nakal kalau di suruh gak usah bawa motor sendiri ya gak usah" kata ayah yang malah menasehati Angel.
Angel melihat bundanya agar dia mau membujuk ayah tapi semua itu sia-sia, bundanya malah mengangkat bahu seolah acuh dengan tatapan memelas angel.
"ya udah Angel nurut deh, Angel akan disini sampai sembuh" jawab angel pasrah.
"debatnya udah dulu, sekarang kamu tidur"
angel pun menuju alam mimpinya.
ke esokan harinya.
bel masuk sudah berbunyi namun Angel belum datang juga sedangkan putri sudah was-was.
"kemana sih Angel, sudah jam segini juga. di hubungi juga gak bisa, gak biasanya dia kaya gini. " gumam putri sambil menghubungi Angel.
bel istirahat berbunyi, putri langsung bergegas pergi kekelas Raihan untuk menanyakan kabar sahabatnya itu.
"Raihan" panggil putri, yang di panggil akhirnya melihat ke pintu masuk dilihatnya putri yang masih mengatur nafasnya.
"untung kamu masih di kelas, aku mau nanya" belum sempat putri menyelesaikan pertanyaannya sudah di potong Raihan.
"angel lagi dirawat" mendengar perkataan Raihan putri sangat terkejut karena kemarin keadaan Angel baik-baik saja, dia masih sibuk dengan pikirannya tentang kenapa Angel bisa di rawat dan sakit apa dia. Raihan langsung menyadarkan putri dari pikirannya sendiri dengan mengetuk mejanya.
"dia kemarin kecelakaan" kata Raihan seolah dia tau apa yang sedang dipikirkan putri.
"dia di rumah sakit Kasih Bunda, kalau sudah gak ada urusan lagi Lo boleh pergi" sambung Raihan lagi, terlihat seperti mengusir tapi memang itulah Raihan. putri hanya mengangguk dan pergi dari kelas Raihan.
setelah selesai jam pelajaran putri bergegas pergi kerumah sakit.
"pak kita mampir ke rumah sakit Kasih Bunda dulu, tapi sebelum kesana kita cari penjual buah" kata putri yang sudah duduk di kursi penumpang.
"baik non" kata supirnya.
mobil pun melaju meninggalkan pekarangan sekolahan.
sesampainya di rumah sakit.
tok tok tok
"silahkan masuk" kata bunda.
"permisi, apa benar ini ruangannya Angel" kata putri sambil memasuki ruangan.
belum sempat bunda menjawab Angel langsung berteriak.
"putri!! Lo koq tau gue disini" kata Angel dengan nada senangnya, pasalnya dia sangat bahagia karena sahabatnya itu menjenguknya.
"tadi aku tanya Raihan, terus katanya kamu di rawat. jadi aku langsung kesini setelah kelasnya selesai" kata putri sambil menaruh buah yang dia bawa.
"ini siapa nak, koq gak di kenal ke bunda"
"eh maaf Bun, ini putri dia temen sekolah Angel" kata angel sambil memperkenalkan putri.
__ADS_1
"putri Tante" kata putri sambil menyalami bunda.
saat mereka sedang asyik berbincang tiba-tiba