Oh My Friend

Oh My Friend
47


__ADS_3

"Dia sedang di toilet Bos, dari tadi belum keluar" jawab pria itu. "Oh itu bos ceweknya" kata bawahannya sambil menunjuk kearah Angel. "Kalian tidak salah orang kan?" tanya Rendi karena kaget saat melihat ternyata Angel yang di tunjuk bawahannya itu "Iya bener Bos, kita masih ingat dengan jelas"


Rendi sedikit tidak percaya namun Ia segera mendekati Angel yang kini sudah duduk kembali. "Log ngel Lo disini juga?" tanyanya "Loh kak Rendi di sini juga?" tanya balik Angel "Iya, mau makan siang. Lo kesini sama siapa?" "Gue sendiri" kata Angel dan tiba-tiba salah satu pelayan kafe itu menghampiri Angel "Kak pesanannya sudah selesai" "Oh baiklah. Gue bayar dulu ya kak?" "Emang nggak makan disini?" "Nggak, Gue beli buat anak-anak" kata Angel dan pergi menuju kasir.


"Kak Gue balik dulu ya? Semoga makan siangnya menyenangkan" kata Angel yang berpamitan pada Rendi, namun Rendi langsung memegangi tangan Angel "Tunggu dulu ada yang mau Gue tanyain" kata Rendi "Oke, tapi cepat ya?" "Baiklah, sekarang Lo ikut Gue sebentar" kata Rendi sambil menarik tangan Angel dan menuju mejanya. "Lo kenal nggak sama mereka?" tanya Rendi saat mereka sudah sampai.


Angel tampak mengeryit dan mengingat namun sepertinya Ia tidak mengingatnya. "Haduh Gue nggak yakin deh kak" jawabnya sambil sedikit menggelengkan kepalanya. "Beneran Lo nggak kenal?" tanyanya sekali lagi "Tunggu dulu kok kaya pernah liat tapi dimana ya" kata Angel kembali sambil terus mengingat-ingat. "Oh Gue ingat kalian kan preman yang waktu itu mau begal Gue" kata Angel dan sontak saja Rendi terkejut dengan apa yang Angel katakan.


"Apa mereka mau begal Lo?" tanyanya untuk memastikan "Iya, tapi ngomong-ngomong kok Lo bisa tau mereka?" tanya Angel "Ya ampun maafin Gue ya? Mereka itu anak buah Gue, waktu itu mereka baru Gue angkut jadi mungkin mereka masih merasa preman" ucap Rendi sedikit kecewa kepada bawahannya itu "Apa! Mereka bawahan Lo? Tunggu dulu ini maksudnya gimana sih. Gue jadi bingung" kata Angel.


Rendi pun menceritakan dari awal hingga Ia mencari-cari gadis yang telah membuat anak buahnya babak belur. Saat melihat apa yang di katakan Rendi, Angel beberapa kali mengerutkan dahinya namun pda akhirnya Ia malah tertawa.


"Oh jadi kaya gitu, sebenarnya Gue masih penasaran tapi Gue harus pergi sekarang. Kapan-kapan di lanjutin ceritanya oke" kata Angel dan Ia pun bergegas pergi, namun saat Ia akan membawa pesanannya bawahan Rendi membantunya membawakan sampai ke taksinya.


"Makasih udah bantuin" kata Angel saat Ia sudah masuk ke taksinya. Mereka menunduk hormat tanpa membalas ucapan Angel. "Ayo pak jalan, kita kembali ke bengkel ya" kata Angel kepada supirnya "Baik non".


"Kenapa Gue baru ingat sih" gumam Angel dan langsung mengambil ponselnya.

__ADS_1


"Halo kak"


"Iya, ada apa? Tumben telfon" tanya orang di sebrang


"Ini tentang anak buah Lo, Gue minta jangan Lo apa-apain mereka. Gue mohon banget sama Lo, Gue tau mereka salah tapi nggak ada salahnya kan kalau Lo beri mereka kesempatan" ucap Angel


"Kenapa dia tau kalau Gue bakal beri mereka pelajaran" batin Rendi saat mendengar penuturan Angel


"Iya nggak Gue apa-apain" jawabnya


"Janji ya?"


"Kalau gitu makasih, Gue masih menunggu cerita selanjutnya" kata Angel dan langsung mematikan panggilannya.


"Non sudah sampai" kata si supir "Lebih cepat dari dugaan saya pak. Berapa pak?" tanya Angel sambil mengeluarkan uang di dompetnya "100 ribu non" "Loh kok murah banget sih pak, padahal tadi kan bapak nunggu saya lama" kata Angel yang terkejut dengan nominal yang di ucapkan supir taksi online itu. "Kami sedang ada promo" jawabnya sambil melihat spion di depan.


Angel lantas memberi supir itu 3 lembar uang pecahan 100 ribuan. "Loh kok banyak banget non, bapak nggak bisa menerimanya" tolaknya sambil mengembalikan uang tersebut. "Udah bapak terima saja, itu rejeki bapak nggak boleh di tolak" ujar Angel sambil turun dari taksi tersebut.

__ADS_1


Supir itu membantu Angel menurunkan makanan yang Angel bawa dan "Pak ini buat bapak ya? Saya tau pasti bapak belum makan siang" kata Angel sambil memberikan kotak makanan dan minuman yang tadi Ia beli. "Aduh non repot segala, tapi terima kasih. Semoga apa yang non lakukan di balas oleh Yang Maha Kuasa" kata pak supir sambil menerima bingkisan itu.


Taksi itu kini melesat meninggalkan bengkel Angel, sedangkan Angel memanggil salah satu karyawannya untuk membantu membawa makanannya.


"Tadaa makan siang sudah datang" teriak Angel, para karyawannya pun menyambut dengan hati yang senang, satu persatu karyawannya mengambil makanan dan tak lupa mereka berterima kasih kepada bosnya.


Setelah semua karyawannya sudah mendapatkan semua makannya, Angel bergegas menuju ke ruangan Dimas. "Makan dulu kak" kata Angel sambil menaruh makanannya di atas meja. "Oke, tapi kok itu masih lebih?" tanyanya saat melihat Angel masih menenteng beberapa kotak. "Oh tadi Angel sengaja beli lebih" jawabnya sambil mengangkat kantong kreseknya. "Ya udah yuk makan bareng" ajak Dimas"Duluan aja kak, Angel masih kenyang" katanya sambil duduk di depan Dimas.


"Tumben biasanya soal makanan paling cepet nggak perduli kenyang atau nggak" ledeknya. "Hehe Gue lagi bener-bener kenyang banget" ucapnya sambil mengelus perutnya. "Beneran nih nggak makan, mumpung ada temennya loh kalau makan sendirian biasanya nggak enak" tanya Dimas sekali lagi namun Angel masih tetap dengan pendiriannya. "Ya udah kalau nggak mau, terima kasih atas makananya dan selamat makan" kata Dimas tidak lupa Ia juga berdoa.


"Bosannya" kata Angel dengan memutar-mutar kursi yang Ia duduki. "Kenapa? Tumben banget Lo kaya nggak ada tenaganya" tanya Dimas yang kini sudah selesai dengan makanannya. "Nggak tau Gue, pinjem laptop dong Gue males nih balik keruangan Gue" "Tinggal pakai aja sih" jawab Dimas.


"Nonton apaan sih kok serius banget?" tanya Dimas sambil melihat layar laptopnya. "Pantes aja serius orang yang di lihat pacar-pacarnya" kata Dimas kembali yang telah melihat apa yang sedang di lihat Angel.


"Kenapa nggak nonton di ponsel aja" tanya Dimas yang kini ikut melihat apa yang di lihat Angel. "Kalau di hp itu gambarnya kecil kurang puas Gue" jawabnya tanpa memalingkan pandangannya.


"Ya Alloh ganteng-ganteng banget sih" heboh Angel saat 7 pria itu terlihat di layar laptop. "Gue nggak nyangka kalau Lo itu suka sama yang begituan" heran Dimas. Angel tidak menjawab dan terus berkomentar dengan apa yang Ia lihat.

__ADS_1


Sesekali Ia juga ikut menyanyi dan menggerakan tubuhnya mengikuti irama yang Ia dengar. "Gue jadi pengen ke korea, siapa tau bisa ketemu mereka" ucap Angel dengan nada menggebu-gebu. Dimas hanya menggelengkan kepalanya melihat reaksi yang di lakukan Angel. "Tapi kalau sudah suka memang susah" gumam Dimas dan beringsut kembali ke kursinya.


__ADS_2