Oh My Friend

Oh My Friend
60


__ADS_3

"Kamu kenapa? Dari tadi liatin hp terus" tanya Putri pada Angel "Eh... Enggak papa, cuma lagi liat jam doang" jawabnya mengelak. Putri tidak ambil pusing dengan jawaban Angel, walau Angel sangat kentara seperti tengah menunggu sesuatu.


"Gimana kalau kita ke kantin aja, Aku yakin hari ini itu nggak ada acara apa-apa" kata Angel sambil menarik tangan Angel keluar dari kelas. Memang sedari tadi mereka di kelas namun tidak ada tanda-tanda akan kedatangan guru. Angel hanya menurut saja, sesampainya di sana ternyata banyak para siswa yang sedang di kantin juga.


"Kamu mau makan apa?" tanya Putri menawari Angel "Apa ya? Sebenarnya Gue laper banget sih tapi bingung, banyak makanan enak di kantin" jawab Angel sambil tersenyum "Kalau gitu terserah Aku ya?" tanya Putri kembali yang di angguki Angel. "Oh iya tapi minum Gue jus tomat ya" kata Angel saat Putri sudah melangkah pergi. Putri hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Angel.


Saat Putri sudah kembali dari memesan makanan tiba-tiba ponsel mereka bergetar berbarengan. "Eh dari grup kelas" celetuk Angel saat mengeceknya.


"Pensi" kata Angel saat melihat isi dari chat tersebut "Waah bakalan seru nih" kata Putri "Kelas kita bakalan nampilin apa ya?" tanya Angel "Aku juga nggak tau, yang pasti bakal di bahas nanti waktu kita ngumpul di kelas kan" jawab Putri.


"Nggak usah di bahas dulu yang penting sekarang kita makan dulu, Gue laper banget tadi pagi nggak sempet sarapan" kata Angel saat makanan mereka datang. "Loh tumben, memangnya kamu kesiangan?" tanya Putri "Nggak, tadi habis ngantar nyokap ke bandara" jawab Angel.


Setelah percakapan itu mereka kini fokus dengan makanan yang ada di depan mereka.


Tidak menunggu lama Angel dan Putri sudah selesai dengan ritual makan mereka.


"Alhamdulillah kenyang" kata Angel sambil mengelus perutnya. "Eh buruan udah di suruh kumpul nih sama Natan" kata Putri saat melihat ponselnya. "Kebetulan banget kita udah selesai, ya udah yuk kita ke kelas aja." ajak Angel.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua pergi menuju ke kelas.


"Ya ampun kalian ini dari mana sih, yang lain udah ngumpul dari tadi" cerocos Natan saat Angel dan Putri baru saja masuk kelas. "Maafkan kami" kata Putri sedikit bersalah. "Ya elah santai aja bos, lagian Gue juga tau kalian baru mau mulai" sambung Angel santai. "Ya udah kalian cepetan duduk" perintah Natan, yang di turuti Angel dan Putri.


"Nah teman-teman karena sudah ngumpul semua kita mulai pembahasan untuk Pensi yang akan di adakan pada hari Sabtu, kita hanya di beri waktu 5 hari dari sekarang untuk menyiapkannya" kata Natan, sebagai ketua kelas Ia bertanggung jawab untuk mengkoordinasinya. "Apakah kalian ada ide?" katanya lagi.


Terlihat kelas yang tadinya begitu sunyi sekarang begitu ramai karena banyak yang mengutarakan pendapat mereka. Natan sedikit kerepotan untuk menenangkan para siswa yang sudah asyik dengan argumen mereka sendiri, Angel yang melihatnya pun membantu Natan agar teman-temannya itu tenang.


Sambil menggelengkan kepalanya Angel maju ke depan dan menggebrak meja Guru. "Woi bisa diem nggak sih! Niat ngasih ide nggak" teriak Angel yang langsung membuat temannya diem. Natan yang melihatnya hanya tersenyum dan mengacungkan jempol kepada Angel.


"Nah kalau kaya gini kan adem di dengernya, ya udah sekarang dari Lo ada ide nggak?" tunjuk Angel pada siswa yang duduk paling depan Ia hanya mampu menggelengkan kepalanya "Kalau Lo! Lo! Lo" tanya Angel kembali yang ternyata tidak ada hasilnya. "Tadi aja rame kaya lebah, giliran di tunjuk satu satu aja langsung diem" gerutu Angel.


Natan nampak tidak begitu menyetujuinya. "Gimana ya? Menurut Gue sih bagus, tapi kalau di lihat dari waktu kita latihan dengan hari tampilnya sangat begitu mempet. Kita latihan cuma 5 hari, belum nentuin drama yang kita angkat, yang mainnya siapa aja, properti apa aja yang di butuhin. Sepertinya itu tidak bisa, di tambah lagi masing-masing kelas hanya di kasih waktu 10 menit untuk tampil" kata Natan. "Apa! 10 menit? Itu waktu maksimalnya?" tanya Angel terkejut yang di angguki Natan.


"Gimana kalau kita bikin band aja" celetuk salah seorang siswa. "Band? Kalau menurut Lo gimana?" tanya Natan "Band boleh juga, tapi alat-alatnya dari mana?" tanya Angel kembali "Udah Lo tenang aja, sekolahan yang nyiapin itu semua. Tapi kita latihannya nggak boleh pakai alat sekolah" terang Natan.


"Oke, kalau gitu kita bikin band aja" setuju Angel "Oke, jadi sekarang kita sepakat nampilin band ya?" tanya Natan yang di setujui semua siswa. "Sebelum kita nentuin apa genre musiknya alangkah baiknya kita cari siapa aja yang bisa main alat musik" usul Angel.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang siapa aja yang bisa pakai drum angkat tangan?" tanya Natan, namun tidak ada yang bisa "Gitar?" tanyanya kembali namun hanya Angel dan dirinya yang mengangkat tangan. "Bass? Keyboard?" tidak ada juga yang mengangkat tangan.


Terlihat Angel dan Natan nampak frustasi. "Kalau begitu yang bisa nyanyi?" tanya Natan kembali sambil menahan rasa frustasinya, namun hanya Angel yang mengangkat tangan. "Ya ampun kalian semua, selama ini ngapain aja hah! Sekolah cuma absen doang!" bentak Natan.


Angel buru-buru menepuk bahu Natan yang terlihat sudah sangat frustasi. "Ya sudah kita putuskan saja, kalau gitu Gue sama Natan aja yang tampil" kata Angel yang di lirik Natan. "Nggak bisa gitu dhoong, semua siswa harus ikut partisipasi" kata Natan tidak setuju dengan Angel.


"Baiklah agar semua berpartisipasi, Gue bagi tugas buat kalian semua." kata Angel.


Angel langsung menunjuk beberapa temannya agar menjadi seorang stylish, make up artis sampai persiapan apa saja yang di butuhkan saat di panggung.


Mereka semua sudah kebagian semua. "Kalian semua setuju dengan tugas yang Gue berikan?" tanya Angel yang di angguki mereka, walau ada yang sedikit tidak terima dengan pembagian tugas itu.


Natan yang melihat cara kerja Angel langsung mendekatkan dirinya kepada Angel. "Kenapa bukan Lo aja yang jadi ketua kelasnya?" tanyanya "Lo apaan sih, Gue kan emang nggak mau. Makanya Gue mau jadi warga Lo aja" jawab Angel.


"Padahal Lo keren banget" kata Natan "Apaan sih Lo, jangan terlalu memuji Gue. Bisa-bisa Gue terbang nggak bisa turun" kata Angel. Mereka akhirnya menghentikan aktivitas bisik-bisik mereka dan kembali kepada para siswa yang masih duduk.


"Oke sekarang kalian boleh bubar, urusan konsep apa yang akan kami tampilkan nanti akan kami kasih tau ke kalian. Biar gaya dan busananya cocok" kata Natan yang di ikuti dengan bubarnya mereka semua.

__ADS_1


"Kita bahas konsepnya kapan?" tanya Natan. "Nanti aja ya? Nanti Gue kabarin Lo" kata Angel yang meninggalkan Natan.


__ADS_2