Oh My Friend

Oh My Friend
17


__ADS_3

setelah kejadian istirahat itu Angga dan angel terlihat lebih dekat, hingga banyak yang membicarakan bahwa mereka berdua berpacaran. namun ada rumor yang mengatakan bahwa angel adalah seorang playgirl, bagaimana tidak dia terlihat seperti sepasang kekasih apabila bersama dengan Raihan namun dia juga terlihat dekat bersama Angga.


namun Angel mengacuhkan rumor itu, toh dia hanya berteman dengan kedua cowok yang di isukan itu. namun ada seorang cowok yang sepertinya tidak terima dengan gosip itu, dia terlihat kesal karena sahabat dari kecilnya di gosipkan seperti itu.


di sebuah ruang tamu


"angel" panggil seorang cowok yang sedang bertamu di rumahnya "hmmm" jawabnya tanpa menoleh kearah Raihan.


"Lo gak papa?" tanya Raihan "emang gue kenapa?" tanyanya balik "issh di tanya malah balik nanya, soal rumor di sekolahan" kata Raihan sambil menatap angel yang kini sudah menatapnya "haha soal itu, Lo tenang aja. Lo kan orang yang paling kenal gue selagi Lo gak mikir gue kaya gitu gue gak papa. santai aja lagi" jawabnya santai "syukurlah kalo gitu"


setelah mereka berbincang kini mereka sedang sibuk dengan gadget masing-masing.


"tapi gue lihat Angga ada rasa sama Lo" kata Raihan "pfffft" angel malah terkikik mendengar penuturan Raihan.


"sumpah deh, gue berani taruhan kalo Angga itu ada rasa sama Lo" "ihh Lo dukun yaa? kok bisa tau, gue aja gak tau" "Lo itu bego, gak peka. gue itu cowok jadi ngerti semua yang di lakuin ke Lo itu ada maksut lain" katanya sambil menerawang semua yang pernah di lakukan Angga kepada angel.


"berarti selama ini Lo juga nyimpen rasa sama gue dhoong?" celetuk angel yang membuat Raihan sedikit terkejut namun dia buru-buru mengubah ekspresinya. "iya gue ada rasa sama Lo, rasa pengen nampol itu muka" katanya sambil mengambil majalah di atas meja dan dia gunakan untuk menimpuk kepala angel.


"sakit njir" kata angel sambil mengusap kepalanya, namun Raihan terus melakukannya.


tiba-tiba Angel berceletuk "kalo bener dia ada rasa sama gue, gue kasih hadiah" "itukan sama aja kaya taruhan gak mau gue" tolak Raihan "bukan taruhan njir, tapi itu hadiah terimakasih gue karena Lo udah tau ada orang yang sayang sama gue selain Lo" katanya sambil memakan Ciki yang ada di meja. "terserah Lo aja deh" jawabnya acuh walau hatinya sedikit sakit apa bila yang dia katakan itu benar.


"eh panjang umur itu orang, liat nih dia kirim pesan ke gue" katanya sambil menunjukan ponselnya. Raihan hanya memutar bola matanya jengah.


angel terus berkirim pesan dengan Angga sambil tersenyum seperti ada sesuatu yang terjadi di antara mereka berdua.


"gue di kacangin, gue balik aja yaa." pamitnya, Raihan sudah merasa bosan karena dia sangat paham dengan sahabatnya apa bila dia sudah bermain dengan ponselnya dia akan lupa dengan apa yang ada di sekitarnya. "iya, siapa juga yang nyuruh Lo kesini" jawab angel sambil mengibaskan tangannya sebagai pertanda bahwa Raihan haruscepat keluardari rumahnya, namun Raihan tidak merasa sakit hati.


Raihan sampai di rumahnya ia langsung pergi ke kamar setelah berbincang dengan uminya sebentar di bawah, sedangkan abi beliau belum pulang dari kantor alias lembur.

__ADS_1


selang beberapa menit ponsel Raihan berbunyi pertanda ada pesan yang masuk. ia tersenyum melihat siapa yang mengiriminya pesan.


Ting Ting


**angel


Rai, gimana ini Angga minta ketemuan sama gue. jangan jangan dia beneran suka sama gue


Raihan


ketemu aja terus Lo gak usah kePDan dulu**


itu lah balasan dari Raihan, namun ia merasa was-was apa bila benar semua itu terjadi.


Ting Ting


**angel


Raihan


iya, gue tunggu hadiahnya


angel


Yayaya 😍**


semoga apa yang gue pikirin gak terjadi batin Raihan sambil melempar ponselnya.


sedangkan di rumah angel, dia sedang sibuk mempersiapkan dirinya.

__ADS_1


"aduuh gue pakai apa yaaa, bingung" gumamnya sambil mengobrak Abrik lemarinya, semua bajunya hanya kaos jaket dan celana jeans dia tidak memiliki sebuah setelan yang menggambarkan dirinya seorang cewek.


akhirnya dia mengambil kaos oversize dan Boomber untuk celananya iya mengambil jeans robek kesayangannya tidak lupa dia memakai beani rajutnya.


"perfect, katanya suruh jadi diri sendiri" gumamnya sambil tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin. angel langsung menyambar sneaker putihnya.


dia langsung menuju kebawah sambil bersenandung ria, bunda yang melihat anaknya mau keluar akhirnya bertanya. "mau kemana? udah jam segini" sambil menunjuk jam dinding. "keluar sebentar Bun, angel mau ketemu sama temen" jawabnya sambil mendekati bundanya yang sedang duduk di ruang keluarga. "temennya cewek apa cowok?" "cowok Bun" "Raihan? dia kan tadi habis dari sini" "bukan Bun, ini kakak kelas angel. yaudah Angel pergi dulu nanti keburu ke maleman" kata angel sambil mencium pipi bundanya dan Salim "jangan kemaleman pulangnya" "siap bos"


setelah berpamitan angel langsung menuju garansi untuk membawa si merah kesayangannya "ayo kita pergi" katanya sambil menyetater motornya dan pergi meninggalkan rumahnya.


sekitar 30 menit angel sampai di suatu kafe. iya masuk namun bingung dengan keadaan kafe yang terlihat sangat gelap dan sepi.


"eh kok gini sih, apa gue salah alamat yaaa" gumamnya sambil melihat ponselnya namun alamat yang dia maksut itu benar adanya. tidak lama dengan kebingungannya tiba-tiba dia mendengar sebuah musik dan ternyata Angga sedang memainkan piano di atas panggung yang sudah di dekor sedemikian rupa sehingga terlihat sangat romantis.


angel yang melihat itu hanya terheran-heran "perasaan gue gak ulang tahun kok di kasih kejutan gini" gumamnya lagi saat melihat Angga menatapnya dan ia masih memainkan melodi pianonya.


setelah selesai Angga menghampiri angel dengan membawa sebuket bunga mawar yang indah.


"ini ada apa kak? perasaan gue gak ultah" tanya angel bingung "ini semua buat kamu, memang sekarang bukan ultahmu tapi aku mau ngasih kamu kejutan. gimana kamu suka?" tanyanya dengan senyum yang mengembang. "suka, tapi gue gak terlalu suka yang beginian yang biasa aja juga gue suka kak" jawabnya.


namun seketika raut wajah Angga berubah murung, angel yang mengetahuinya langsung mencairkan suasananya "tapi makasih banget ya kak, Lo mau repot-repot bikin kayak gini. gue suka" kata angel sedangkan Angga langsung tersenyum kembali ia menyerahkan buket bunganya.


Angga langsung menuntun angel ke meja yang sudah ia pesan "eh kak, ngomong-ngomong kenapa kafenya sepi gini sih" tanya angel sambil memperhatikan sekelilingnya "sengaja, biar gak ada yang ganggu kita" "jadi . . " belum selsai angel berkata sudah di potong Angga "iya ini ulahku, aku pengen kita bisa menghabiskan waktu hanya berdua" mendengar perkataan Angga angel hanya tersenyum.


"sebenarnya ada yang aku mau omongin sama kamu" katanya namun Angel tidak menjawab dia memilih untuk mendengar apa yang akan di sampaikan Angga.


"sejak pertama bertemu aku merasa biasa saja namun setelah lama aku kenal kamu. aku merasa ada yang berbeda, sepertinya aku mulai sayang sama kamu" katanya namun belum ada jawaban dari angel "aku tau ini semua pasti sangat membuatmu terkejut karena semua ini terlihat sangat buru-buru namun kamu tau kan rasa itu tidak akan pernah bohong jadi aku mau memintamu. maukah kamu jadi pacar ku" katanya dengan sungguh-sungguh.


angel hanya tertegun dengan apa yang barusan ia dengar, namun ia langsung tersadar kembali.

__ADS_1


"gue . emmb guu guee . . .


__ADS_2