
"Kamu sebenarnya sakit beneran tidak sih? Kok sekarang sudah kelihatan baik-baik aja?" tanya Putri yang melihat Angel begitu antusias saat mengatakan Ia sekarang menjadi kakaknya.
"Sebenarnya Gue cuma ngerasa laper aja hehe" ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Tau gitu nggak perlu di bawa ke UKS minum obat pula, kalau gitu Aku balik kelas aja ya? Aku tau kok pasti Kamu nggak mau balik kelas lagi, nanti Aku bawain makanan lagi" kata Putri yang sudah berdiri "Oke, Lo emang kakak terbaik" jawab Angel sambil mengacungkan jempolnya.
Saat Putri berjalan menuju kelas Ia bertemu dengan Raihan. "Dari mana Lo?" tanya Raihan yang melihat Putri sedang berjalan sendirian "Aku?" kata Putri sambil melihat sekeliling siapa tau Ia salah kira "Iya Lo, emang siapa lagi" kata Raihan yang kini sudah mendekat ke arah Putri "Aku dari UKS, abis nganterin Angel" jawabnya "Apa Angel!" kata Raihan panik "Iya, tapi Kamu nggak usah sepanik itu" ucap Putri, namun yang di peringati sudah kabur.
"Ya ampun padahal Angel nggak kenapa-napa tapi Dia selebay itu" gumamnya sambil melihat Raihan yang berlari, mungkin Ia menuju UKS.
Dengan tergesa-gesa Raihan langsung masuk UKS dan di lihatnya Angel sedang terbaring. Karena merasa ada kegaduhan Angel membuka matanya.
"Ngapain Lo disini?" tanya Angel "Gue pusing" jawabnya bohong padahal Ia khawatir dengan keadaan Angel. "Kalau Dia tau Gue kesini karena Dia pasti Dia jadi besar kepala" batin Raihan yang kini ikut rebahan di samping ranjang Angel.
"Terus Lo ngapain disini?" tanya Raihan "Tadi perut Gue sakit" "Apa sekarang masih sakit?" tanyanya khawatir "Lo kaya nggak tau Gue aja, kalau sampai kelaparan pasti Gue kaya gini" ucapnya santai. "Mau makan apa? Biar Gue cariin" tawar Raihan "Nggak usah, Gue udah makan tadi. Lagian katanya Lo pusing kenapa malah mau ngurusin Gue, lebih baik Lo istirahat aja" jawab Angel "Oh iya ya, ya udah Gue istirahat dulu. Jangan berisik" kata Raihan "Yee yang berisik juga Lo!" timpal Angel.
Untuk melancarkan aktingnya Raihan akhirnya pura-pura tidur.
"Rai!" panggil Angel "Raihan!" panggilnya sekali lagi "Kenapa nggak nyahut sih, apa udah tidur ya" gumam Angel sambil melirik Raihan. Sebenarnya Raihan mendengar Angel namun Ia pura-pura tidak mendengarnya.
Karena tadi Angel habis minum obat Ia merasa ngantuk dan akhirnya tertidur. Merasa sangat sepi Raihan pun bangun dan melihat Angel. "Ternyata sudah tidur" batinnya sambil menyibakkan anak rambut Angel.
Raihan pun meninggalkan UKS untuk kembali ke kelasnya.
Tak terasa bel pulang sudah berbunyi, namun Angel masih terlelap hingga Putri menghampirinya.
"Angel bangun, ayok pulang" katanya sambil menepuk pipinya pelan. "Bentar lagi ya masih ngantuk" jawabnya "Kamu ya, ayo bangun udah waktunya pulang. Apa Kamu mau nginep di sekolahan" katanya lagi sambil menarik tangan Angel. "Emang udah jam berapa?" tanya Angel dengan mata masih tertutup. "Intinya sekarang udah sore, ayo pulang ini tas Kamu juga udah Aku bawain" Putri masih berusaha membangunkan Angel.
Dengan berat hati akhirnya Angel bangun "Nah gitu dong bangun" ucap Putri senang "Iya ini Gue bangun, bawel amat sih! Baru juga Gue jadiin kakak tapi udah kaya gini" kata Angel sedikit kesal. "Terserah Kamu aja lah. Intinya Aku mau balik udah di tunggu sama supir" kata Putri sambil berbalik hendak meninggalkan Angel. "Eh tunggu dulu, Gue ikut Lo ya? Gue nggak bawa motor" "Iya udah ayo cepetan"
__ADS_1
Mereka akhirnya pulang bersama. Saat baru masuk mobil Putri "Kak, Gue ikut pulang rumah Lo ya? Sekalian main" katanya dengan suara manja. Putri hanya tersenyum saja menanggapi temannya yang sedikit tidak waras itu. "Jalan pak, langsung ke rumah" kata Putri kepada supirnya. "Yee kakak baik deh" kata Angel dengan girangnya. Putri hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat begitu konyol tingkah temannya itu.
Dalam perjalanan pulang tidak ada yang bicara, hingga dering ponsel Angel membelah keheningan di antara mereka bertiga.
"Halo"
"Halo Angel, Kamu dimana?"
"Gue lagi di jalan, mau balik"
"Aku nyariin Kamu dari tadi, Aku kira Kamu masih sakit makannya Aku mau Anter Kamu pulang"
"Gue udah nggak papa kak, lagian Gue pulang sama Putri"
"Oh, kalau gitu hati-hati ya. Sampai rumah langsung ngabarin"
Panggilan pun berakhir.
"Siapa?" tanya Putri yang sedikit kepo "Itu, kak Angga" jawabnya "Oh, tapi sebenarnya hubungan kalian apa sih." "Wah ternyata kak Putri juga kepo ya?" ledek Angel "Nggak mau cerita juga nggak papa!" ketusnya "Haha ternya seorang Putri yang kalem ini bisa marah juga ya. Iya seperti yang sudah Lo tau lah, semua orang di sekolah juga sudah tau semua" kata Angel santai "Wah berarti berita itu benar dong?" antusiasnya "Yups"
"Tapi Gue heran sama Lo, sepertinya dulu Lo nggak kaya gini" kata Angel "Emang Aku kaya apa?" tanya Putri "Dulu Lo itu kalem, nggak suka kepo tapi sekarang kok malah kebalikannya" "Aku juga nggak tau, mungkin gara-gara mainnya sama kamu dan teman-teman absurd mu itu" "Apa absurd?" kata Angel dengan nada tinggi, Putri hanya tertawa melihat ekspresi Angel.
Mereka cukup lama berada di perjalanan karena memang jarak rumah Putri dengan sekolahan cukup jauh.
"Yah kok mati" kata Angel saat melihat ponselnya "Apanya yang mati?" tanya Putri "Hp Gue, pinjam punya Lo ya? Mau ngabarin Bang Jojo" "Nih" jawab Putri sambil memberikan ponselnya.
Angel menghubungi Jojo namun tidak di jawabnya. Angel coba lagi dan akhirnya di angkat.
__ADS_1
"Ha ha halo"
"Halo Bang, ini Angel. Kenapa gagap gitu? Pasti di kira Putri ya?" kata Angel sedikit berbisik
"Bu bukan, ada apa kenapa pakai nomer Putri?"
"Nanti jemput Angel di rumah Putri ya Bang. Nggak boleh ada penolakan" katanya dan Ia langsung mematikan panggilannya.
"Nih hp Lo, makasih ya?" kata Angel sambil mengembalikan ponsel Putri "Iya"
Sampailah mereka di rumah Putri "Buset rumah Lo besar amat" kata Angel yang baru saja turun dari mobil "Ini bukan rumah ku, ini rumah orang tuaku" Jawab Putri "Ye Gue juga tau" kata Angel sambil berjalan memasuki rumah Putri yang begitu besar.
"Kok sepi?" tanya Angel "Mamah sama Papah lagi ke luar negri". Angel hanya ber'oh ria.
"Kak, Gue laper" kata Angel sambil memegangi perutnya. "Tunggu sebentar Aku masakin ya?" kata Putri sambil meninggalkan Angel. "Gue ikut"
Akhirnya Putri memasak dan Angel Dia hanya melihat apa yang di lakukan Putri "Lo bisa masak ya? Padahal Gue lihat di rumah Lo banyak asisten" tanya Angel "Aku dari dulu memang sudah bisa masak. Mungkin bisa di bilang hobi, Aku juga pengen buka restoran. Tapi orang tuaku nggak setuju mereka inginnya Aku nerusin usaha mereka" ucap Putri dengan tangan masih sibuk untuk memasak.
"Hidup memang terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan" kata Angel "Nah sekarang sudah matang, ayo makan" kata Putri sambil menaruh masakannya di piring.
"Serius nih bisa di makan?" tanya Angel sambil melihat masakan Putri, "Udah makan aja, aku jamin kamu akan ketagihan" kata Putri sambil tersenyum "Di lihat dari penampilannya sih meyakinkan tapi rasanya Gue nggak yakin. Jangan-jangan nanti habis Gue makan langsung keracunan" Hap Putri langsung menyuapi Angel.
Awalnya Angel kaget namun saat di rasakan ternyata masakannya enak.
"Wah ternyata enak banget tau gitu udah Gue makan dari tadi" kata Angel yang semangat mengambil masakan Putri. "Di habisin loh ya" "Oke bos"
Mereka pun makan bersama dan saling bercerita banyak hal, sampai terkadang mereka tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1