
Di sepanjang koridor menuju kantin, banyak mata yang memandang Angel. Karena merasa risih akhirnya Angel mempercepat langkahnya Putri yang tidak paham hanya mampu mengejar Angel.
"Kamu kenapa?" tanya Putri "Nggak papa" jawabnya sambil terus melangkah. "Kalau nggak ada apa-apa kenapa jalannya buru-buru?" Putri bertanya kembali karena bingung melihat temannya itu. "Udah jalan dulu, jangan banyak nanya Gue udah haus" jawabnya berbohong.
Sesampainya di kantin, semua meja sudah terisi semua.
"Cari tempat gih, Gue yang mesenin" suruh Angel "Oke, Aku pesenin minum aja ya?" kata Putri sambil meninggalkan Angel. Angel hanya tersenyum, Ia pun memesan apa yang mereka inginkan.
Belum sempat Angel mencari Putri, Putri sudah ada di belakangnya "Kita balik aja, udah nggak ada yang kosong lagian kita cuma beli minum doang" kata Putri sambil menepuk bahu Angel "Oke" jawab Angel.
Mereka akan meninggalkan kantin tapi ada yang memanggil mereka "Putri ! Angel! Sini" katanya sambil melambaikan tangannya.
Angel dan Putri mencari sumber suara itu, ternyata ada di meja pojok terdapat 2 gadis yang sedang menikmati makanannya.
Angel dan Putri menghampiri mereka. "Tumben nggak dapat tempat duduk, biasanya juga paling depan kalau ke kantin?" tanya Adel saat mereka sudah duduk berhadapan "Oh tadi Gue ada urusan sebentar" jawab Angel. Adel dan Dinda hanya ber'oh ria.
"Ngel, Aku masih penasaran kenapa tadi tiba-tiba kamu jalannya buru-buru gitu?" Tanya Putri sambil menyesap minumannya. "Tadi?" kata Angel sambil berfikir "Ooh yang tadi itu ya? Tadi Gue di lihatin anak-anak, risih Gue, apa ada yang salah dari Gue" jawabnya "Mungkin karena penampilan Kamu yang kaya gini, kaya artis yang takut sama paparazi" jawab Putri sambil melihat Angel.
"Lagian Lo kenapa sih pakai jaket sama masker? kaya lagi sakit aja" tanya Dinda "Gue lagi sedikit flu takut nularin yang lain" jawab Angel "Pantes" sanggah Dinda.
"Eits tunggu tunggu, jangan-jangan mereka liatin Lo karena berita ini" kata Adel yang sedang stalking forum sekolah. "Apaan sih?" tanya Dinda yang ikut penasaran.
Mereka melihat ponsel masing-masing dan melihat berita yang sedang hot di kalangan pelajar.
"Dasar, forum sekolah malah buat ngegosip kaya gini" kata Angel malas melihat berita-berita itu. "Iya juga ya, masa buat ngegosip" timpal Putri.
__ADS_1
"Tapi kayaknya bukan gosip deh" sahut Dinda "Dari mana Lo tau?" tanya Adel "Gue tebak aja"
"Dari pada banyak menduga-duga mending tanya langsung sama yang bersangkutan" kata Adel sambil melihat Angel, di ikuti Putri dan Dinda. Mereka meminta klarifikasi dari Angel.
"Apaan sih kalian, jangan liatin Gue kayak gitu" kata Angel sambil membuang mukanya.
"Kalau ada kabar gembira kenapa harus di sembunyikan" kata Raihan yang entah dari mana tiba-tiba berada di antara mereka berempat.
"Eh busyet kaya hantu Lo" kata Adel yang kaget karena kedatangan Raihan yang tidak mereka sadari. Raihan hanya berkata begitu dan langsung meninggalkan mereka.
"Itu anak kenapa?" tanya Dinda, Adel Putri dan Angel hanya mengangkat bahunya pertanda mereka tidak tau apa yang Raihan lakukan.
"Jawab dong, kita kan penasaran" kata Adel memelas agar Angel mau bicara, namun Angel terus mengelaknya.
"Udahlah, dari pada ngomongin ini terus mending balik kelas aja yuk" kata Angel berusaha mengalihkan pembicaraan teman-temannya yang sangat kepo.
"Lo nggak nanya Gue? Itu berita bener apa bo'ong?" tanya Angel "Aku nggak pengen tau kalau orang yang bersangkutan nggak mau bilang" jawabnya santai.
Pelajaran pun kembali di mulai, para murid seperti biasa mengikutinya dengan hikmat namun tidak dengan seorang murid yang memakai masker. Ia terlihat sedang sibuk sendiri hingga teman yang ada di sampingnya merasa terganggu.
"Kamu kenapa?" tanyanya sambil berbisik "Gue, gue" jawabnya terbata. Terlihat dari wajahnya Ia tidak baik-baik saja.
"Iya Kamu kenapa? Kenapa mukamu terlihat pucat sekali?" dengan masih berbisik "Perut Gue" jawabnya sambil menahan sakit, untung Dia memakai masker kalau tidak pasti sudah terlihat sangat buruk ekspresinya.
"Perut Kamu sakit?" tanyanya lagi tepat, Ia hanya mampu mengangguk karena sepertinya tenaganya sudah habis.
__ADS_1
"Ya sudah ayok kita ke UKS aja" ajaknya, namun Angel tidak mau Ia keukeh untuk tetap mengikuti pelajaran.
"Kalau Kamu nggak nurut Aku marah sama Kamu ya!" Ancamnya dengan muka garangnya. Walau Putri terlihat anak yang sangat penyabar namun kalau sudah marah tentu akan terlihat sangat menakutkan.
Pada akhirnya Angel setuju pergi ke UKS.
"Pak" panggil Putri sambil mengangkat tangannya "Iya ada apa?" jawab seorang guru yang sedang menerangkan pelajaran. "Saya mohon ijin mau mengantar teman saya ke UKS, Dia sedang sakit" ijinnya "Baiklah, silahkan Kamu antar Dia" "Baik terima kasih Pak" ucapnya sopan. Putri langsung menggandeng Angel pergi ke UKS.
Di lihatnya cara berjalannya sudah terseok-seok sepertinya sakitnya cukup parah.
"Apa sakit sekali?" tanya Putri khawatir. Angel hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Sampailah mereka di UKS, terlihat sangat sepi sepertinya yang sedang berjaga tidak ada di tempat.
"Aku temenin ya? Kamu butuh apa biar Aku Carikan" tanya Putri yang kini duduk di samping Angel. "Udah Lo kembali ke kelas aja, bentar lagi juga Gue baikan" jawabnya. "Baikan gimana? Lihat tuh mukamu pucat kaya gitu, Aku belikan makan dulu" katanya dan berlalu meninggalkan Angel. Angel hanya tersenyum melihat temannya yang terlihat sangat menghawatirkan dirinya.
Selang beberapa saat Putri sudah kembali dengan membawa bubur dan air mineral.
"Ngel" panggilnya sambil menyentuh dahi Angel, untuk menyentuh suhunya. "Hmm" Angel hanya melenguh tanpa ada niat untuk membuka matanya, sepertinya sakit itu begitu menyiksa Angel.
"Ayo bangun dulu, Aku bawain bubur habis itu minum obat" katanya sambil membuka bubur yang iya bawa. "Angel bangun, apa mau Aku panggilin Raihan atau kak Angga?" katanya, Dia hanya mengerjai Angel agar Ia mau membuka matanya dan memakan bubur yang sudah Ia bawa.
Dengan secepat kilat Angel langsung membuka matanya "Nggak, nggak perlu" katanya cepat sambil berusaha duduk, mendengar jawaban Angel Putri hanya tersenyum.
"Kenapa malah senyum sih temen Lo itu lagi sakit" protes Angel "Mana ada orang sakit bisa marah-marah" jawab Putri cepat sambil bersiap menyuapi Angel.
__ADS_1
"Ayo a a a" katanya sambil mengangkat sendok yang sudah berisi bubur. Angel menurutinya dengan lahap Ia menghabiskan makanannya.
"Pinternya anak mamah" kata Putri sambil mengusap kepala Angel "Apaan sih Lo, Gue bukan anak Lo yaa! Tapi kalau Lo mau Gue pengen Lo jadi kakak Gue" ucap Angel dengan nada serius. "Haha ada ada aja Kamu, sekarang istirahat gih" jawabnya "Gue beneran kok, Lo mau kan jadi kakak Gue? Mau ya? Ayolah nggak ada ruginya kok jadi kakak Gue" kata Angel memelas. Putri hanya tersenyum "Terserah kamu ajalah" ucapnya "Oke, berarti sekarang Lo kakak Gue. Maksud Angel sekarang kak Putri jadi kakak Angel" katanya girang.