
Terlihat begitu riuh di tiap-tiap kelas, Mereka terlihat sibuk karena memang besok adalah hari dimana PENSI akan dilakukan.
Para siswa terlihat sangat sibuk namun tidak dengan seseorang yang tengah meletakkan kepalanya di atas meja dengan mata terpejam, selepas kepergian sahabatnya itu Ia terlihat sangat ingin tidur.
Sampai kedatangan seseorang di sampingnya pun Ia sudah tidak sadar, mungkin Ia memang benar-benar tertidur. Hingga earphone yang sedang terpasang di telinganya di cabut seseorang.
"Udah Gue bilang Gue mau pakai baju punya sendiri" katanya sedikit tidak terima dengan apa yang di lakukan orang di sampingnya, namun bukannya jawaban malahan jitakan yang Ia dapatkan.
Angel mengelus kepalanya dan sedikit tidak terima "Masalah Lo apa sih!" katanya berteriak, namun malahan sesuatu yang begitu dingin di tempelkan ke wajahnya.
"Lo lagi PMS ya? Itu di minum biar pikiran Lo adem" katanya santai, Angel sedikit melotot mendengar perkataan orang tersebut. Ia berusaha mengendalikan emosinya dan tersenyum walau pun sangat terlihat kalau senyum itu sangat di paksakan.
"Tau aja Lo Gue lagi butuh yang dingin-dingin" ucap Angel sambil menyambar botol air itu. Di minumnya sampai setengah botol "Ahh benar-benar nikmat" katanya sambil menutup kembali botol tersebut.
"Lo kenapa? Keliatan suntuk banget" tanyanya "Nggak papa" jawab Angel sambil memainkan botol yang ada di tangannya. "Lo nggak latihan?" tanyanya lagi "Kalau Gue latihan Lo nggak bakalan ketemu sama Gue disini" jawabnya "Ya elah di tanya kok jawabnya gitu amat" kata Raihan.
"Lagian Lo kenapa disini? Nggak bantuin yang lain gitu?" tanya Angel "Gue udah bantuin kok" jawab Raihan, Angel hanya mengangguk saja.
"Lo nggak latihan di sekolah ya? Yang lain Gue lihat pada latihan" kata Raihan kembali, sebenarnya Angel sedikit kesal mendengar perkataan Raihan yang hanya muter-muter di situ saja. Namun Ia masih berusaha untuk menanggapinya.
__ADS_1
"Kalau Gue latihan disini takut yang lainnya minder" jawabnya sambil tersenyum lebar. "Emang Lo mau nampilin apa?" tanya Raihan penasaran, karena jika Angel di tanya Ia selalu tidak mau menjawab. "Lihat besok aja, Lo bakalan nangis liat Gue perform" jawabnya sambil cengengesan.
"Terserah Lo ajalah, Gue balik kelas dulu ya?" pamit Raihan "Kalau mau balik, balik aja. Lagian siapa juga yang nyuruh Lo kesini" kata Angel sambil bersedekap "Gue cuma kangen sama Lo" kata Raihan sambil mengacak-acak rambut Angel dan pergi. "Itu orang nggak jelas banget" Batin Angel sambil membetulkan rambutnya.
Saat Ia ingin merebahkan kembali kepalanya di meja tiba-tiba Natan menghampirinya.
"Angel gimana nanti mau latihan di rumah Lo lagi atau dimana?" tanya Natan saat sudah masuk kelas. "Rumah Gue aja, oh iya Gue mau bilang sesuatu" kata Angel sambil menyuruh Natan supaya mendekat, karena Natan hanya berdiri di depan pintu.
Natan nampak berjalan mendekati Angel "Ada apa sih kelihatannya penting?" tanya Natan saat sudah duduk di samping Angel. "Gue mau nyanyi 2 lagu boleh nggak?" tanya Angel. Natan nampak ragu karena memang dari kemarin mereka hanya latihan satu lagu saja.
"Lah kita latihannya kan cuma 1 lagu, kenapa baru bilang sekarang" kata Natan "Lo ngiringin Gue satu lagu aja nggak papa, nanti satu lagunya lagi Gue main gitar sendiri" kata Angel.
"Lo tenang aja, kalau Gue nggak yakin Gue nggak bakalan nampilin tapi Gue minta Lo dengerin dulu lagunya" kata Angel sambil menyerahkan earphone kepada Natan.
Natan menerimanya dan mendengarkan lagunya, Ia nampak menikmati walau sebenarnya Ia tidak tau apa artinya lagu tersebut.
"Lumayan enak lagunya" katanya setelah Ia selesai mendengarkannya. "Gimana boleh ya?" tanya Angel "Emmb kalau gitu kita lihat nanti pas latihan, kalau Lo bisa Gue setuju kok" jawab Natan. Angel tersenyum senang melihat respon dari Natan.
"Tapi jangan seneng dulu, nanti apabila Lo nggak bagus kita tampil saru lagu aja" kata Natan namun Angel terlihat sangat senang. "Oke, kita lihat saja nanti" kata Angel sambil tersenyum senang.
__ADS_1
Kini terlihat semua siswa meninggalkan sekolahan, namun masih ada siswa yang berada di sana. Mereka adalah para anggota OSIS yang masih sibuk untuk mempersiapkan acara besok, Mereka terlihat hilir mudik sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Ada yang sedang menata panggung, sound sistem, lighting dan masih banyak lagi. Tidak terkecuali seseorang yang sedang berdiri dengan buku agendanya, Ia sesekali menginterupsi temannya yang terlihat kurang dalam kinerjanya.
"Istirahat dulu" kata seseorang yang menghampirinya, namun Ia di acuhkan saja. "Gue bilang istirahat dulu, tenang aja acaranya bakalan berjalan dengan baik. Jadi Lo tenang aja, nih di minum. Tadi cewek Lo yang ngasih" katanya sambil menyerahkan satu botol air minum. "Benarkah? Kapan Angel kesini? Kenapa Gue nggak lihat Dia" kata Angga sambil mengedarkan pandangannya. "Tadi, Lo terlalu sibuk jadi Dia nitipin itu ke Gue. Gue suruh nyamperin Lo tapi katanya takut mengganggu" ujar Rendi.
Wajah Angga nampak lesu "Kenapa muka Lo?" tanya Rendi "Huft beberapa hari ini Gue sering nyuekin Dia" kata Angga sambil menatap botol air minum yang di berikan Angel kepadanya. "Tenang saja setelah ini usai Lo masih punya banyak waktu buat Dia" ucap Rendi memberi semangat padanya.
"Baiklah, kalau begitu mari kita selesaikan pekerjaannya" kata Angga sambil beranjak meninggalkan Rendi.
Sedangkan di tempat lain Angel dan Natan sedang berlatih lagu yang biasa mereka mainkan. "Akhirnya selesai juga, sekarang Gue mau latihan lagu yang tadi. Lo harus bener-bener dengerin" perintah Angel.
Ia mengambil alih gitar yang sedang di pegang Natan. Angel memainkan gitarnya dengan apiknya, saat vokalnya masuk Natan hanya mampu terperangah tidak habis pikir kapan Angel bisa memainkan lagu tersebut atau jangan-jangan memang Angel sudah hafal lirik dan kuncinya.
"Gimana?" tanya Angel setelah selesai menyanyi, Natan memberikan tepuk tangan sambil menggelengkan kepalanya. "Waah kenapa Lo mainnya bagus banget, jangan bilang Lo udah hafal lagunya?" tanya Natan sedikit terkesan. "Gue baru lihat lagunya tadi, terus nadanya juga baru tadi" jawab Angel.
"Kalau kaya gitu sih Gue dukung Lo, oke kita putusin nyanyi dua lagu. Lo memang keren" ujar Natan sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Urusan lagu udah selesai, terus tadi Lo udah nyobain bajunya belum?" tanya Angel "Udah" jawab Natan "Semoga aja baju kita temanya sama" kata Angel "Emang belum Lo cocokin sama yang ada di tempat Putri?" tanya Natan kembali yang langsung di jawab gelengan oleh Angel.
__ADS_1
"Gue malahan belum nyari" ujar Angel sambil nyengir, mendengar itu Natan hanya melotot karena kaget dengan penuturan Angel.