
hari-hari pun berlalu kini di suatu bukit terdapat 2 muda mudi yang sedang menikmati indahnya senja, namun salah satu dari mereka terlihat sangat gusar.
melihat gelagat tidak mengenakan Raihan pun bertanya "ada apa?" namun yang di tanya malah tidak menjawab bahkan dia hanya mengusap wajahnya kasar.
"hei! ada apa?" tanyanya lagi dengan suara lebih keras dari tadi sedangkan yang di tanya hanya menengok dan menghembuskan nafasnya kasar.
"gue gak nyaman" katanya singkat "tentang?" tanya Raihan singkat, sedangkan angel langsung memutar matanya malas.
"ish, Lo gak tau apa pura-pura gak tau. tentang video gue di sekolah" jawabnya ketus.
"terus masalahnya apa? lagian videonya juga video yang bagus"
"Lo gak tau sih, betapa repotnya gue ngurusin mereka semua".
Raihan diam sejenak setelah itu dia mulai membuka mulutnya "di biarin aja, paling juga sebentar lagi mereda. mereka semua itu ngedukung Lo harusnya Lo seneng dhoong. dari pada Lo mikirin ini pikirin itu perasaan orang, jangan di gantung Mulu kasian tau kasih kejelasan" celoteh Raihan yang di hadiahi pelototan dari angel.
"kok Lo tau gue belum kasih jawaban?" tanya angel tapi Raihan malah tidak menjawab, sebal dengan itu lantas angel bicara kembali "menurut Lo gue harus gimana?"
"kenapa tanya gue?"
"Lo kan sahabat gue, seharusnya Lo ngasih masukan kek apa kek. lah ini malah diem diem Bae" Rajuk angel
"ikutin kata hati Lo aja, gue ma terserah Lo. yang penting Lo bahagia" katanya sambil berdiri "udah makin sore pulang yuk" ajaknya sambil berlalu, Raihan tetap tersenyum walau hatinya terasa memanas.
"tungguin" teriak angel sambil mengejar Raihan.
sesampainya di rumah angel langsung mandi dan sholat Maghrib, setelahnya ia turun dan menghampiri bundanya.
bunda melihat wajah anaknya sepertinya sedang tidak baik keadaannya.
"sayang, kamu kenapa?" tanya bunda
"gak papa Bun" jawabnya sambil tersenyum, tapi bunda tau kalau ada yang di sembunyikan.
"cerita sama bunda kalo ada masalah, siapa tau bunda bisa buat kamu lebih baik. syukur syukur bunda bisa kasih solusi"
angel menatap bunda dia mengambil nafas dan menghembuskan perlahan mungkin lebih baik gue cerita sama bunda batinnya.
setelah berfikir angel akhirnya mau menceritakannya
"angel mau cerita tapi bunda jangan marah ya, janji sama angel gak boleh marah"
"iya bunda janji" jawab bunda sambil memegang tangan angel.
"gini Bun, angel habis di tembak sama cowok" katanya karena bunda tidak menjawab Angel meneruskan ceritanya "tapi udah beberapa hari lalu sih, angel belum ngasih dia jawaban soalnya angel masih bingung."
"memang siapa cowok yang berani nyatain perasaannya sama anak bunda yang galak ini" kata bunda sambil menjepit hidung mancung angel.
__ADS_1
"bunda udah kenal kok sama anaknya"
"Dimas? Raihan?" tebak bunda
"bukan Bun, bunda masih ingat cowok yang nganterin angel ke rumah sakit pas angel kecelakaan?"
bunda terlihat sedikit berfikir.
"oh, cowok yang tampan itu. siapa namanya yaah aduh bunda lupa. bunda ingat ingat dulu" angel yang merasa sudah tidak tahan dengan bunda lantas berkata "namanya Angga Bun, dia KETOS di sekolahan angel"
"oh iya Angga, benarkah? waah bunda gak nyangka bakal dapat mantu KETOS" kata bunda dengan nada senangnya.
"bunda gak marah?" "gak buat apa bunda marah, itu tandanya kamu sudah tambah besar. itu buktinya sudah ada yang naksir kamu" kata bunda dengan tersenyum.
"menurut bunda gimana?"
"kalo bunda sih oke oke aja, dia anaknya kelihatan baik nilai plusnya dia ganteng. yang terpenting kalo kalian pacaran jangan sampai melewati batas. di terima atau gak itu terserah kamu, ikuti kata hatimu"
"tapi angel masih bingung Bun, angel belum paham dengan perasaan angel ke dia itu gimana"
"jalani aja dulu, bunda berani jamin sebentar saja kamu pasti langsung kecantol sama dia" kata bunda yang bergegas pergi untuk menyiapkan makan malam.
setelah percakapan itu mereka sekeluarga makan malam, selesai makan malam angel menghampiri abangnya yang ada di kamarnya.
tok tok tok
pintu terbuka angel langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang abangnya itu, bang jojo yang melihat Angel hanya mengerutkan dahinya.
"bang, gimana sama putri?" tanya angel yang masih tetap rebahan.
"gimana apanya?" kata bang jojo sambil menoleh ke adiknya itu.
"malah gimana apanya, iya hubungan kalian berdua lah. angel udah ngasih nomer putri ke Abang loh." kata angel yang sekarang sudah mengganti posisinya.
"jangan bilang Abang belum hubungin dia" bang jojo hanya mampu menganggukkan kepalanya. "aduh Abang ini gimana sih, cepet di Pepet dhoong keburu di Embat orang lain baru tau rasa" cerocosnya yang sudah gemas dengan tingkah abangnya itu.
"Abang mau jadiin dia istri" katanya malu-malu.
"apaa!" pekik angel "Abang seriusan? waah hebat banget baru kenal udah pengen di jadiin istri aja"
"iya Abang serius, makannya Abang pengen fokus dulu sama karir nanti kalo Abang udah mapan baru deh lamar dia" kata bang jojo sambil menerawang jauh.
"iyain aja deh, mudah-mudahan tercapai ya bang. tapi kalo angel perhatikan putri itu bukan tipe cewek yang mau pacaran"
"syukurlah kalo kaya gitu, Abang titip putri ya jagain dia sampai Abang mapan" katanya antusias.
"gak mau! emang angel apaan, tempat penitipan barang" kata angel, dia sebenarnya tidak serius dengan perkataannya tapi bang jojo langsung menanggapinya dengan serius. dia langsung terlihat murung
__ADS_1
angel hanya tertawa dalam hatinya tenang aja bang, pasti angel jagain dia. demi kebahagiaan Lo bang batin angel.
setelah melihat bang jojo murung angel bergegas pergi dari kamarnya.
"bang , angel balik kamar yaa. udah ngantuk" katanya dengan cekikikan.
bang jojo hanya berdehem angel pun keluar dan memasuki kamarnya.
angel mengambil ponselnya dan melihat beberapa pesan ternyata ada pesan dari kak Angga.
**kak Angga
angel, kamu marah sama aku?
kalau kamu marah, kakak minta maaf ya
beneran kakak gak ada niatan bikin kamu kaya gini**
**kenapa semakin hari kamu semakin jauh
kalau gara2 perkataan ku tempo hari, lupakan saja.
anggap saja kamu gak pernah dengar**
besok bisa ketemu
begitulah kiranya pesan dari kak Angga yang begitu banyak.
iya bener gue harus mengakhirinya batin angel. ia pun mengirim pesan singkat kepada kak Angga.
gue
iya, besok bisa ketemu.
tapi ketemuannya jangan di sekolah
urusan tempatnya nanti gue kabarin lagi
tidak menunggu lama pesannya pun di balas.
kak Angga
iya, makasih udah mau ketemuan
setelah melihat isi pesannya angel langsung meletakan ponselnya di meja.
"oke besok ya. Lo pasti bisa angel pasti bisa" teriak angel sambil mengepalkan tangannya ke atas.
__ADS_1