
"gue emmb gue mau" kata angel, senyum Angga langsung mengembang setelah mendengar ucapan angel.
"beneran kamu mau?" tanyanya antusias. "maksud gue, gue mau minum" jawab angel sambil nyengir kuda, Angga hanya tersenyum kecut. "ya udah minum aja dulu, aku juga udah mesenin makanan gak tau kamu suka apa gak" jawabnya "gue ma apa aja, makasih banget yaa?"
setelah mereka melakukan makan malam hanya ada hening di antara mereka, sepertinya mereka berdua merasa canggung.
setelah kesunyian di antara mereka Angga berdehem untuk memecahkan keheningan.
"gimana yang tadi, kamu bersedia?" katanya lagi untuk mendengar jawaban dari angel "kasih gue waktu ya, gue masih bingung" jawab angel sambil melihat dengan tatapan tidak enaknya. "oke, tapi jangan kelamaa" jawabnya sambil tersenyum. angel hanya menganggukkan kepalanya pertanda dia mengiyakan perkataan Angga.
di rasa waktu sudah cukup malam angel pamit untuk pulang, tapi Angga ingin mengantarnya pulang dengan sopan Angel menolaknya. begitu sengit obrolan mereka yang satu ingin mengantar pulang yang satunya tidak mau, akhirnya yang mengalah Angga walau berat hati dia merelakan angel pulang sendiri.
setelah berhasil keluar angel langsung menuju motornya, dia masih duduk di atas motor. "kalau tau mau kaya gini, gue dandan sedikit feminim biar pas sama situasinya" gumam angel sambil memakai helmnya.
30 menit angel sampai di rumah, dia bergegas masuk kamar dan langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang. "gue harus gimana niih" katanya lirih sambil menatap langit-langit kamarnya. "apa gue kasih tau Raihan yaa, tapi jangan ding nanti malah gue di ejek lagi. aduuuh beneran pusing gue" katanya sambil mengusap wajahnya kasar.
keesokan harinya, angel pergi ke sekolahan dengan membawa gitarnya karena hari ini dia sudah mulai ikut ekskul.
setelah sarapan dia bergegas berangkat tentunya setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya dan abangnya.
dengan hati yang masih bingung dengan kejadian semalam dia berangkat sekolah, sesampainya sekolah dia langsung menuju kelas Raihan tapi dia tidak menemukannya. akhirnya dia bertanya pada siswa lainnya tapi mereka semua tidak ada yang tahu.
saat angel sudah mulai frustasi "sial siaal! waktu di cari aja orangnya gak nongol kalo gak di cari tiba-tiba aja ada. kemana sih " gerutu angel " emang lagi cari siapa?" kata Raihan yang ternyata mendengar perkataan angel. "cari Lo lah! gue itu udah muter-muter tapi gak ketemu, gak taunya Lo disini" cerocos angel.
__ADS_1
"emang ada apa?" "tapi janji jangan ledek gue kalo Lo udah tau yaa?" kata angel sambil memohon "iya, emang ada apa?" kata Raihan
"Lo Taukan semalem gue ketemu sama kak Angga" "iya, terus?" "ihhh dengerin dulu" Raihan akhirnya diam dan menyimak apa yang di bicarakan angel.
"gini tadi malam itu Angga nembak gue, tapi gue belum ngasih jawaban ke dia. gue masih bingung sama perasaan gue, tapi dia ngasih gue waktu untuk ngejawabnya sekarang gue harus gimana?" kata angel dengan wajah yang sudah tidak santuy lagi.
mendengar cerita angel, hati Raihan sakit tapi dia tidak bisa apa-apa selain menyuport apa saja keputusan sahabatnya itu.
"gue ma terserah Lo, intinya ikutin kata hati Lo aja" jawabnya sambil mengacak rambut angel dan pergi meninggalkannya.
bukan maksud apa-apa tapi Raihan hanya tidak ingin angel mengetahui perasaannya sekarang.
"kok malah di tinggal sih, kasih gue apa kek. terus ini jawaban apa kaya gitu, kalo gitu doang sih gue tau gak perlu tanya lo!" teriak angel sedangkan Raihan hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum kecut.
putri pun pergi ke kantin sendiri sedangkan angel pergi entah kemana.
"put, sendiri saja mana angel?" tanya Angga yang sudah duduk di meja bersama Rendi "ohh angel katanya lagi gak pengen kekantin" "terus dia kemana?" "aku gak tau kak"
"Lo kok nyari angel Mulu ada apa sih?" tanya Rendi yang bingung dengan sikap sahabatnya itu, belum pernah Angga menanyakan cewek selama ini. "gak papa, pengen tau aja. selama ini kan bareng terus sama putri tapi dia malah gak kelihatan" jawabnya berdalih untuk menghindari kecurigaan sahabatnya itu. sedangkan Rendi hanya ber"oh ria tapi dia masih menerka-nerka kebenarannya.
setelah mereka berbincang-bincang putri akhirnya pamit untuk kembali kekelas di karenakan hampir bel masuk.
"kak putri balik kelas dulu yaa?" katanya "iya" jawab Rendi dan Angga bersamaan. "oh iya nanti bilangin ke angel suruh cek ponselnya?" imbuh Angga , putri hanya menggangguk dan keluar dari kantin.
__ADS_1
kepergian putri kini menjadi kesempatan Rendi untuk mencari informasi yang sebenarnya.
"gue sepertinya mencium gelagat yang gak beres nih" kata Rendi sambil menyeringai "maksud Lo apa?" jawab Angga sok polos. "alaah jangan sok gak tau, gue tau Lo suka kan sama angel?" kata Rendi dengan suara kerasnya tapi mulutnya langsung di tutup dengan tangan Angga.
"Lo apa apaan sih, bicara Lo di jaga jangan keras-keras" katanya dengan melepaskan tangannya "tuh kan udah kelihatan banget, ngaku aja Sama gue" "iya iya, gue ngaku gue emang suka sama dia" jawabnya mengalah karena memang tidak bisa menutupinya.
"tembak aja lah kalo Lo suka, nunggu apa lagi sih. gue lihat dia anaknya baik kok gak macem-macem, cuma satu dia itu tomboy coba aja feminim dikit pasti tambah cantik" celotehnya "udah" jawab Angga sekenanya.
"lah terus apa jawabnya?" "dia minta di kasih waktu, tapi gue udah gak sabar nunggu jawabannya walaupun sedikit takut" "takut?" tanya Rendi dengan menaikan sebelah alisnya. "iya gue takut, takut di tolak" jawab Angga dengan nada frustasinya.
"optimis aja bro, siapa sih yang bisa mengalahkan pesona KETOS kita ini" hibur Rendi sambil menepuk-nepuk bahu Angga. "semoga saja" jawab Angga sambil menundukkan kepalanya.
"ya udah, balik kelas aja. udah hampir masuk"
mereka pun akhirnya keluar dari kantin dan menuju ke kelas.
setelah seharian berkecimpung dengan pelajaran bel pulang pun berbunyi Angga langsung berlari menuju kelas angel. "Lo mau kemana buru-buru amat?" teriak Rendi yang melihat Angga sudah keluar kelas namun Angga tidak menjawabnya. "lagi kasmaran ya gitu kelakuannya" gumam Rendi sambil menggelengkan kepalanya.
sampailah Angga di kelas angel namun sudah sepi, telat gue batin Angga dan bergegas pergi. dia bertemu putri ia menanyakan keberadaan angel namun putri tidak mengetahuinya.
"Lo kemana sih, kok ngulang Mulu. sengaja ngehindar dari gue, seharusnya gue sabar jangan buru ngungkapin malah jadi gini" gumam Angga sambil mengacak rambutnya frustasi.
"aaaaaarrrrggghhh sial" teriaknya
__ADS_1