Oh My Friend

Oh My Friend
64


__ADS_3

Dari kejauhan nampak dua cowok yang berbeda tempat itu memandang Angel dengan senyum bangga.


Riuh tepuk tangan penonton mengiringi kepergian Angel dari atas panggung, "Gila Lo keren banget" "Good Job" "Angel Lo hebat" itulah kata yang terucap teman-teman Angel saat Ia berjalan. Angel hanya menjawab dengan tersenyum.


Angel langsung menuju ke ruang ganti, Ia ingin istirahat sebentar sebelum Ia melihat penampilan kelas yang lain.


"Angel" kata putri sambil ngacungin dua jempolnya "Kenapa Lo bisa keren gitu sih, Gue kan jadi iri" lanjutnya sambil memberikan minuman dingin yang Ia bawa. "Makasih" jawab Angel sambil menerimanya dan langsung Ia minum. "Aah, segarnya. Oh iya keadaan Natan gimana?" tanyanya saat teringat kejadian tadi. "Dia ada di rumah sakit, tapi katanya hanya terkilir" jawab Putri "Syukurlah" ucap Angel lega.


Saat Putri melihat ke arah pintu masuk Ia melihat Raihan disana. "Kalau gitu Gue keluar dulu, kalau istirahatnya udah langsung nyusul yang lain aja. Mereka masih di depan panggung, acaranya masih lama" pamit Putri "Oke" jawab Angel.


"Wah waaah, ternyata Lo berbakat juga ya? Gue kira siapa yang lagi pentas sampai ramenya ngalahin orang demo di depan kantor DPR" kelakar Raihan yang hanya di balas dengan dengusan. "Haloo ada orang nggak ya? Berasa ngomong sama angin" ucapnya lagi saat Angel nggak bales. "Kemana Lo?" tanya Raihan saat Angel malah beranjak dari duduknya dan hendak keluar. "Lo punya matakan? Liatkan Gue mau kemana? Gue mau keluar, liat yang lain tampil" jawabnya tanpa berniat menghentikan langkahnya. "Tungguin Gue" teriak Raihan dan mengejar Angel.

__ADS_1


Waktu terus berjalan dan tak terasa acara PENSI sudah usai, banyak yang langsung pulang tapi ada juga yang masih di sekolahan.


"Angel!" panggil Angga saat melihat Angel berjalan sepertinya akan meninggalkan gedung sekolah. "Iya ada apa kak?" tanya Angel saat Angga mengejarnya. "Pulang bareng ya?" katanya "Gue bawa motor kak" jawabnya nggak nyambung. Angga menghembuskan nafasnya gemas dengan satu makhluk yang menurutnya sangat lucu dengan ekspresi wajahnya. "Iya nggak papa, kalau kamu bawa motor sekalian nebeng." "Oh oke" jawab Angel. "Tapi kamu nggak papakan nunggu sebentar? Aku masih ada sedikit pekerjaan" anggukan kepala Angel membuat Angga bernafas lega.


"Oke, kalau gitu tunggu aku d parkiran atau kamu mau ikut?" tawar Angga "Nggak kak, Gue tunggu d parkiran aja. Oh iya bawa helm sekalian, Gue cuma bawa helm satu" jawab Angel "Siap Nyonya" kata Angga sambil mengacak rambut Angel gemas.


Seperginya Angga, Angel berjalan menuju ke parkiran. Namun saat Ia menunggu Angga, tiba-tiba Raihan tiba disana "Ayo pulang, ngapain masih disini? Nungguin Gue?" tanya Raihan "Idiih, jangan ke PD an Bambang. Gue lagi nunggu kak Angga" jawabnya "Oooh , Gue kira" lanjut Raihan sambil cengengesan. "Kalau gitu, Gue balik dulu ya? Atau mau Gue temenin?" tanya Raihan. "No, enggak usah. Pulang aja Lo sono!" usir Angel sambil mendorong punggung Raihan "Oke okee, Gue balik. Jangan rindu, biar Gue aja Lo nggak akan kuat?" canda Raihan dengan kata-katanya mas dilan, Angel hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya itu.


"Loh kak! Kok kesini, katanya kakak nebeng. Harusnya nggak lewat sini, kalo nebeng berarti Gue yang nganterin Lo pulang!" Teriak Angel, karena mereka sedang berada di atas motor. "Mana ada cewek nganter pulang cowok" teriaknya lagi "Udah nurut aja sih" putus Angga yang ikutan teriak. Maklum kalau naik motor pasti ngomongnya harus kenceng kalo nggak lawan bicaranya nggak bakalan denger.


Akhirnya Angel hanya diam saja sepanjang perjalanan, belum sampai di rumah namun motor yang mereka kendarai berhenti. Angel mengernyit heran, "Kenapa berhenti?" tanya Angel "Aku lapar, kita makan dulu ya?" jawab Angga sambil melepas helmnya yang di ikuti Angel.

__ADS_1


Mereka makan di pinggiran jalan, walaupun mereka dari keluarga yang kaya tapi mereka nggak gengsi makan di pinggir jalan. Menurut mereka tempat tidak masalah yang penting makanan yang di sajikan bersih dan enak.


Setelah memesan makanan, mereka langsung duduk di lesehan. "Sudah lama ya kita tidak jalan bareng" kata Angga yang di jawab anggukan Angel. "Aku tuh aslinya udah kangen banget sama kamu" imbuhnya dengan menatap Angel lekat "Ya elah kak, orang kita juga masih ketemu d sekolahan. kaya nggak ketemu berapa tahun aja" jawab Angel santai "Iya juga sih, tapikan nggak bisa quality time sama kamu. Liatnya cuma sebentar doang, mana bisa nyembuhin kangen." cerocosnya, "Sekarang kita udah bareng, kenapa masih ngeluh" ucap Angel bersamaan dengan itu makanan mereka datang "Makasih Mas" ucap Angel dan Angga bareng yang di jawab dengan senyum ramah Mas pengantar makanan.


"Rasanya capek banget habis ngurusin acara tadi, kalau bukan karena kewajiban males banget deh" gerutunya "Ngeluhnya udah dulu, katanya tadi laper. Kalau makannya udahan boleh kok ngeluh lagi, Gue siap ngedengerinnya" ucap Angel.


Mereka akhirnya memulai makan dengan khidmat, saat melihat makanan Angel hampir habis Angga membuka mulutnya "Mau tambah lagi?" yang di jawab gelengan Angel. "Kenapa? Biasanya juga makannya banyak" heran Angga, memang Angel itu tipikal cewek yang makannya banyak dan yang pasti tidak jaim. "Udah cukup kak, tadi Gue udah makan di sekolahan" jawaban Angel memang benar, tadi Ia sempat makan di kantin. "Beneran? Nggak lagi diet kan? Aku nggak mau ya kamu kurus" ucap Angga "Iya beneran, kalau nggak percaya tanya sama Putri sana. Lagian Gue makan nggak makan segini aja badannya, padahal pengen gitu nambah 5kg lagi tapi kayaknya itu mustahil" jawab Angel. Memang betul itu sesuatu yang mustahil, Angel memiliki tubuh yang tipikalnya mau makan sedikit atau banyak tetep segitu aja. Membuat iri saja para cewek-cewek yang lain.


Acara makan selesai, kini mereka sudah berjalan lagi dengan motor Angel. "Mau langsung pulang apa mau kemana lagi?" tanya Angga "Langsung pulang aja" jawabnya yang di angguki Angga.


Motor mereka membelah jalanan yang mulai ramai karena ini jamnya orang-orang pulang kerja, untung saja tidak macet.

__ADS_1


"Mau mampir dulu?" tawar Angel saat mereka sudah sampai di rumahnya. Angga berpikir sejenak "Nggak deh kapan-kapan aja, salam aja buat orang rumah" jawabnya sambil memberikan kunci motor Angel. "Motornya di bawa kakak aja dulu, lagian jam segini susah cari taksi apalagi angkutan umum pasti pada penuh semua" ucap Angel sambil memberikan kuncinya kembali. "Baiklah, kalau gitu Aku pulang ya?" pamit Angga "Iya tiati di jalan, udah sampe langsung ngabarin. Jangan keluyuran!" perintah Angel. "Siap laksanakan Nyonya" jawab Angga tersenyum tak lupa Ia mengacak-acak rambut Angel. Itu sudah jadi kebiasaan Angga, menurutnya Angel sangat menggemaskan saat di perlakukan seperti itu.


__ADS_2