
Angel langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya saat Ia melihat sekeliling ruangan yang tidak ada siapa pun.
"Hari yang melelahkan tapi juga menyenangkan" ucapnya sambil memasuki kamar mandi, Ia berniat untuk menyegarkan dirinya yang seharian ini telah berkeringat.
Angel memutuskan untuk berendam dalam bathtub yang berisi air hangat "Waah nikmatnya" gumamnya sambil memejamkan matanya.
"Ah sial sudah berapa lama Gue berendam" ucapnya sambil bangkit dan menuju shower untuk membilas badannya, sepertinya Ia tadi tertidur cukup lama.
"Bodoh! Gimana kalau tadi Gue tenggelam, kan nggak lucu" ucapnya sambil memakai jubah mandinya.
Angel lantas melihat-lihat foto-fotonya yang tadi sempat Ia ambil ketika bersama dengan Raihan. "Gue jago juga ambil gambarnya, kayanya Gue bakat jadi fotografer" gumamnya sambil menatap puas dengan hasil jepretannya.
Namun Ia langsung teringat dengan seseorang "Tapi kenapa Dia nggak ada kabar ya, tumbenan. Apa lebih baik Gue telpon Dia, tapi nggak usah lah tapi" gumamnya sambil melihat nomer seseorang dan membolak-balikkan ponselnya.
"Entahlah" keluhnya sambil membanting ponselnya di atas kasur.
Karena merasa haus Angel turun dengan masih menggunakan jubah mandinya, saat Ia sedang minum Ia di kagetkan dengan keberadaan Bunda yang sedang berdiri di sampingnya.
Angel sampai terbatuk-batuk karena tersedak "Ya ampun pelan-pelan nggak ad yang minta" kata Bunda sambil mengelus punggung Angel. Angel menyeka mulutnya karena air yang Ia minum sedikit keluar "Bunda ngagetin Angel aja, tiba-tiba udah disini" katanya sambil menutup botol air minum.
Bunda hanya tersenyum dan membuat teh untuknya. "Tumben Bun belum tidur jam segini?" tanya Angel "Bunda lagi nyiapin barang-barang untuk besok" jawab Bunda "Emang mau kemana?" tanya Angel penasaran. "Oh iya Bunda belum ngasih tau kamu ya? Bunda besok ada urusan di luar kota kayanya semingguan" kata Bunda sambil menyeruput tehnya.
"Loh kok lama? Emang acara apa?" tanya Angel kembali. "Bunda ada seminar di beberapa tempat" "Kenapa nggak orang lain aja, di tempat Bunda kan banyak Dosen yang lebih senior dari Bunda" cemberut Angel. "Kamu nggak boleh gitu, mereka sudah mempercayakan Bunda, jadi Bunda harus pergi. Mereka percaya sama Bunda apa Bunda harus merusak kepercayaan mereka? Lagian ini juga seminggu" kata Bunda "Baiklah baiklah, tapi Bunda janji setelah selesai Bunda harus mau Angel ajak liburan ya?" kata Angel "Iya iya, apa sih yang nggak buat anak Bunda yang satu ini" kata Bunda sambil mencolek hidung Angel.
__ADS_1
"Ya udah tidur gih, udah malem pasti kamu capek abis jalan-jalan sama Raihan" kata Bunda "Loh Bunda kok tau?" tanya Angel "Kamu ini ya? Mana mungkin Bunda nggak tau kalau Raihan udah minta ijin dulu sama Bunda" kata Bunda mencubit pipi Angel gemas. "Loh kapan Dia ijin sama Bunda? Setau Angel Dia tidak ketemu sama Bunda" tanyanya bingung. "Udah nggak usah mikirin itu, sekarang buruan istirahat udah malem. Kalau mau ngobrolin ini nggak akan selesai-selesai, lagian Bunda besok harus berangkat pagi. Jadi kamu selama Bunda nggak ada kamu harus jadi anak yang baik, dengerin apa kata Ayah sama Abang. Jangan buat mereka sedih karena kenakalan kamu" kata Bunda "Iih Bunda apaan sih, kaya nggak bakalan ketemu Angel lagi. Lagian Bunda kan cuma pergi seminggu" kata Angel "Iya iya, sudah tidur ya? Bunda sayang Angel" kata Bunda sambil mencium kening Angel dan memeluknya.
Bunda akhirnya meninggalkan Angel di dapur sendiri, Angel merasa sedikit bingung dengan perlakuan Bunda yang tidak seperti biasanya. "Bunda kenapa ya kok kaya ada yang aneh" batinnya sambil memandang punggung Bunda yang meninggalkannya.
Ia langsung menggelengkan kepalanya berusaha mengusir pikiran yang tidak-tidak dari otaknya. "Mikir apa sih Lo ngel" katanya sambil menepuk kepalanya sendiri.
Angel bergegas kembali kekamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Perlahan-lahan matanya mulai terpejam dan kini I pun sedang menuju alam mimpinya.
Rasanya Ia belum lama terlelap namun tidurnya sudah di ganggu dengan suara seseorang yang sedang berusaha membangunkan Angel.
"Dek bangun dek! Buruan bangun" ucapnya sambil menggoyangkan tubuh Angel dan menarik selimutnya. "Apaan sih Bang, Angel masih ngantuk" jawabnya sambil mata masih tertutup dan berusaha menjangkau selimutnya kembali.
Jojo hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Angel, namun Ia terus berusaha membangunkan Angel. Hingga terdengar suara seseorang dari belakangnya.
Angel yang samar-samar mendengar akhirnya mendudukkan dirinya tanpa ada niat untuk membuka matanya.
"Bunda mau kemana?" tanyanya dengan mata masih tertutup "Ck Lo ini, Bunda udah mau berangkat. Bunda kan ada acara seminar di luar kota" geram Jojo sambil mengacak-acak rambut Angel. "Benarkah?" tanyanya kembali sambil menguap dan berusaha membuka matanya.
Karena geram Jojo tidak mau menanggapi pertanyaan Angel, "Kalau Kamu masih ngantuk tidur aja lagi, Bunda nggak papa kok, nggak di anterin Angel" katanya mendekat.
Sontak Angel langsung membuka matanya seperti mengingat sesuatu. "Oh ya ampun kenapa Abang nggak bilang sama Angel sih! Kalau Abang bilang dari tadi Angel langsung bangun" katanya sontak berdiri dan menuju ke kamar mandi. "Ye Abang udah bilang dari tadi, Lo nya aja yang kaya kebo kalau udah tidur" ucap Jojo.
"Ya udah tunggu sebentar ya? Angel mau cuci muka sama ganti baju nggak akan lama kok" teriak Angel dari dalam kamar mandi yang di iyakan saja oleh Jojo dan Bundanya.
__ADS_1
Mereka akhirnya meninggalkan kamar Angel, Angel terlihat sangat buru-buru terlihat dari rambutnya yang hanya di ikatnya sembarang.
"Ya udah ayo berangkat!" katanya saat Ia sedang menuruni anak tangga. Terlihat Ia masih berusaha memakai sepatunya.
"Ya ampun sini dulu anak Bunda, kenapa buru-buru begitu. Bunda saja yang mau berangkat santai-santai saja, sini biar Bunda betulin rambutnya" kata Bunda sambil merapikan rambut Angel. "Anak Ayah yang satu ini memang nggak ada duanya" sahut Ayah yang di angguki Jojo.
"Nah karena sekarang sudah siap semuanya, ayo berangkat ke bandara" kata Ayah sambil menarik koper Bunda.
Mereka akhirnya bersama-sama menuju ke bandara untuk mengantar sang Bunda, "Kenapa berangkat pagi buta gini sih Bang?" tanya Angel yang berada di kursi belakang "Lo ini ya, nggak paham juga. Kalau kesiangan nanti keburu macet, lagian Bunda ambil penerbangan pagi" jelas Jojo.
Bunda dan Ayah yang berada di depan hanya tersenyum melihat interaksi Abang dan Adiknya itu.
Sampailah mereka di bandara ternyata masih ada waktu hingga mereka akhirnya bisa saling berbincang dan berpamitan.
"Ayah, titip anak-anak ya? Jaga kesehatanmu, jangan capek-capek kalau kerja, pola makannya juga di jaga ingat kolestrol" kata Bunda yang di angguki Ayah. "Bunda juga ya? Di sana jangan capek-capek, jangan lupa istirahat kalau sudah sampai juga kabarin Ayah" kata Ayah yang di angguki Bunda.
"Yah giliran dong Angel juga pengen bicara sama Bunda" protes Angel namun di sela oleh Jojo "Bunda jangan capek-capek ya? Jaga kesehatannya" kata Jojo "Iya, Kamu juga ya? Titip adikmu ini, jaga Dia baik-baik dan jangan terlalu memanjakannya" kata Bunda.
"Bunda Angel pingin peluk, Bunda jangan lama-lama ya di sana? Angel pasti bakalan kangen banget sama Bunda" kata Angel yang langsung memeluk Bundanya seolah itu adalah pelukan terakhirnya. "Ya ampun Kamu apa-apaan sih, Bunda di sana cuma seminggu loh. Tapi Angel mau janji sama Bunda kan? Kalau Angel mau jadi anak yang berbakti sama Ayah dan Abang, jangan nakal, selalu dengarkan kata-kata Ayah dan Abang. Angel maukan?" tanya Bunda yang di angguki Angel.
"Sudah waktunya Bunda berangkat, sampai kapan Kamu akan memeluknya?" kata Ayah yang di beri lirikan tajam oleh Angel "Ayah nyebelin, Angel masih ingin peluk Bunda" gerutu Angel "Ya ampun Angel Kamu kenapa manja begini Bunda kan cuma sebentar saja" kata Bunda sambil tertawa.
Akhirnya Angel mau melepaskan pelukannya dan berangkatlah Bunda yang di iringi dengan lambaian tangannya.
__ADS_1