Oh My Friend

Oh My Friend
40


__ADS_3

Angin berhembus membelai rambut seorang gadis yang sedang berada di atap sekolah, Ia memejamkan matanya seolah sedang menikmati hembusan angin.


Hingga getaran dari ponselnya memaksakan Dia untuk membuka matanya dan melihat siapa gerangan yang menghubunginya. "Putri" gumamnya saat melihat layar ponselnya.


"Halo ada apa?" tanya Angel setelah Ia menjawab panggilan dari ponselnya.


"Kamu ada dimana?"


"Gue lagi di atap"


"Buruan turun, kelas lagi kosong"


"oke"


Angel mengakhiri panggilannya dan melangkahkan kakinya untuk pergi menuju kelasnya. Saat melewati beberapa kelas ternyata mereka juga kosong, tanpa ambil pusing Angel segera melangkahkan kakinya ke kelasnya.


Angel bernafas lega saat Ia sampai di depan kelasnya. "Kamu kenapa nggak masuk aja tadi" tanya Putri saat Angel sudah mendaratkan bokongnya di kursi. "Gue kira udah ada guru" jawabnya "Terus kenapa tadi di atap, kalau sampai ketahuan sama guru bisa habis kamu. Itu kan area terlarang" "Udah santai aja kenapa sih, lagian tadi Gue masuk sekolah juga manjat pagar belakang" kata Angel "Apa! Kamu gila ya? Kalau ketahuan gimana?" gerutu Putri "Buktinya nggak ketahuan kan, lagian nih ya Lo tenang aja Gue bakal baik-baik aja kalau pun ketahuan paling cuma di hukum" jawab Angel santai. "iya deh terserah kamu aja"


Karena merasa ngantuk kembali Angel minta izin kepada Putri untuk tidur dan apa bila ada guru yang datang Ia meminta untuk di bangunkan.


Cukup lama Angel tidur hingga bel istirahat berbunyi. "Angel bangun mau ke kantin nggak?" tanya Putri sambil menggoyangkan tangan Angel "Mmmhh" Angel hanya mengubah posisinya tanpa membuka matanya. "Woi bangun!" seru Putri tepat di telinga Angel "Ish apaan sih, 5 menit lagi" ucap Angel dengan mata masih tertutup. Putri hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat tingkah temannya itu.

__ADS_1


"Terserah deh kalau nggak mau bangun, Aku tinggal ya? Aku mau ke kantin" kata Putri sengaja meninggikan suaranya. "Eh kantin?" tanya Angel sambil mengangkat kepalanya "Iya kantin, ini sudah jam istirahat" "Benarkah? Kalau gitu ayok ke kantin Gue udah laper banget" kata Angel sambil memegangi perutnya dan menyeret Putri.


Sesampainya di kantin dilihatnya sudah begitu penuh dengan para siswa "Hais Lo sih jalannya lelet, liat kita jadi nggak kebagian tempat duduk" gerutu Angel saat melihat keadaan kantin "Kenapa malah nyalahin orang lain padahal dirinya yang dari tadi nggak bangun-bangun" gumam Putri "Eh Lo bilang apa?" tanya Angel "Nggak, nggak, kita pesen aja dulu siapa tau nanti dapat tempat duduk" kata Putri. Mereka memesan pesanannya cukup lama mereka melihat kiri kanan siapa tau ada yang kosong hingga panggilan dari seseorang membuat mereka menoleh ke arah suara itu.


"Angel Putri sini" katanya sambil melambaikan tangannya ke arah mereka. "Eh kak Rendi, ke sana yuk" ajak Angel dan di ikuti Putri.


"Kalian baru sampai?" tanya Kak Rendi "Iya kak" jawab Putri "Ya udah kalian duduk aja disini" kata Kak Rendi lagi "Iya makasih kak" kini Angel yang menjawab.


"Kak Angga kemana ya? Kok nggak kelihatan?" tanya Angel di sela-sela makannya. "Nggak tau, katanya tadi mau ambil apa gitu tapi belum balik-balik" jawab Rendi "Nah itu orangnya" kata Rendi kembali. Putri dan Angel menengok ke arah dimana Angga datang.


"Kemana aja Lo, ada yang nyariin. Kangen katanya" goda Rendi sambil melirik kearah Angel "Apaan sih Kak siapa yang kangen" protes Angel "Ih kok Lo ngerasa, orang Gue cuma ngomong aja. Cie cieee" ucap Rendi "Apaan sih Lo, jangan gangguin orang maka " kata Angga "Cie yang di belain" oceh Rendi kembali.


"Woi Rai sini" teriak Rendi sambil mengangkat tangannya yang melihat Raihan, Raihan menghampiri mereka dan duduk bersama.


"Oh iya Gue cabut dulu ya, ada panggilan alam" kata Rendi "kalau mau pergi pergi aja gih, Lo disini cuma mengganggu penglihatan Gue" jawab Angel "Terserah Lo aja deh, tapi kalian jangan rindu ya?" kata Angga kembali. Angel hanya berdecak sebal sedangkan Putri hanya tersenyum melihat tingkah kakak kelasnya itu dan Raihan dengan Angga kompak menjitak kepala Rendi.


"Aduuh sakit Bego! Karena Gue disini sudah tidak di inginkan jadi Gue pergi aja" katanya dengan raut wajah yang di bikin sesedih mungkin.


Rendi pergi meninggalkan empat orang yang masih sibuk dengan makanan mereka masing-masing.


Sedangkan di suatu tempat ada seseorang yang sedang menerima panggilan dari anak buahnya.

__ADS_1


"Halo? Ada apa? kenapa hubungin Gue pas ada di sekolah?" katanya panjang setelah menerima panggilannya.


"Maaf Bos, kami hanya mau memberi informasi gadis yang waktu itu ternyata sekolah di sekolahan bos"


"Benarkah? Waah semakin menarik saja"


"Kami juga mengambil fotonya, tapi maaf bos hanya belakangnya saja yang dapat kami ambil"


"Kalau begitu kirim saja fotonya, kalau ada informasi baru lagi kabarin Gue"


"Siap bos"


Akhirnya mereka mengakhiri panggilannya.


Saat Ia menerima fotonya Ia sedikit berfikir. "Sebenarnya Lo siapa sih, tapi tunggu dulu kok kaya kenal" gumamnya saat memperhatikan fotonya dengan seksama.


"Siapa yang Lo kenal?" sahut orang dari belakang "Sialan bikin kaget aja" katanya sambil menengok kebelakang. "Siapa yang tadi Lo omongin?" tanya Angga kembali "Bukan, bukan siapa-siapa. Loh yang lain mana?" tanya Rendi yang melihat Angga sendirian "Mereka sudah balik kelas, emang kenapa?" "Nggak papa sih tanya doang Gue" katanya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Balik kelas aja yuk?" ajak Angga, yang di ikuti Rendi dari belakang. "Gue boleh nanya nggak?" tanya Rendi saat mereka menuju kelas "Hahaha Lo sakit ya? Biasanya nanya juga tinggal nanya kenapa harus minta persetujuan" jawab Angga sambil terus berjalan "Iya juga ya, Lo sebenarnya pacaran beneran nggak sih sama Angel?" tanya Rendi dengan nada seriusnya "emmb beneran nggak ya?" jawabnya sambil pura-pura mikir.


"Ye di tanya juga" "Emang kenapa Lo nanya gitu, nggak kaya biasanya" tanya Angga yang bingung dengan sikap Rendi "Iya pengen tau aja, soalnya katanya Lo pacaran tapi Gue nggak pernah denger atau lihat Lo jalan bareng" "Apa Gue harus lapor dulu sama Lo kalau Gue jalan sama Angel, yang penting sekarang Gue ngerasa bahagia bisa sama Angel. Walau Lo bisa lihat sendiri Dia itu beda dengan cewek kebanyakan" kata Angga "Terus apa yang Lo suka dari Dia? Lo itu banyak yang naksir banyak cewek yang lebih dari Angel" tanya Rendi lagi "Diaaa. kenapa Lo nanya kek gitu, nggak perlu Gue jawab. Yang penting disini" jawab Rendi sambil menunjuk ke dadanya. "Terserah Lo aja yang penting Lo bahagia Gue juga bahagia" jawab Rendi sekenanya. Sedangkan Angga hanya tertawa melihat sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2