Oh My Friend

Oh My Friend
38


__ADS_3

Tidak ada obrolan di ruang makan hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring. Hingga suara kursi bergerak membuat mereka mengalihkan pandangan masing-masing.


"Sayang makannya lagi ya? Baru sedikit loh" kata Bunda saat melihat Angel sudah beranjak dari duduknya "Angel udah kenyang" jawabnya cuek dan langsung meninggalkan mereka.


"Kalian bertengkar?" tanya Bunda kepada Jojo "Nggak Bun, nggak tau dari tadi diem aja" jawab Jojo. "Ya udah makannnya di selesaikan dulu, setelah itu lihat adikmu itu" kata Bunda "Iya Bun" jawabnya. "Kalau ada masalah itu di selesaikan jangan malahan marahan lama-lama nggak baik, Kamu ini Abangnya jadi Kamu harus mencontohkan yang baik pada Adikmu" ucap Ayah "Iya yah, kalau gitu Jojo lihat Angel dulu ya?" pamit Jojo setelah menyelesaikan makannya.


Tok tok tok!! suara ketukan pintu kamar Angel namun tidak membuat Angel merasa terganggu.


"Abang boleh masuk dek?" kata Bang Jojo dari balik pintu. Walaupun tak ada jawaban dari dalam Jojo tetap saja masuk. Di lihatnya Angel sedang berada di balkon kamarnya, dengan langkah pasti Jojo menghampiri Angel.


"Kamu marah dek?" tanya Bang Jojo dengan nada halus. Angel hanya melirik sekilas, Ia menarik nafasnya kasar dan menghembuskan ya juga tidak kalah kasar. "Nggak!" jawabnya ketus "Kalau nggak kenapa kaya gitu?" tanya Bang Jojo kembali "Kaya gitu gimana sih Bang!? Kalau nanya itu yang jelas jangan setengah-setengah" ucap Angel dengan nada masih ketus. Mendengar perkataan dari Angel, Jojo malah terkekeh.

__ADS_1


"Idiiih di tanya malah kaya gitu!" "Habisnya kamu lucu" jawab Bang Jojo sambil memainkan pipi Angel. "Apaan sih Bang" kata Angel sambil menepis tangan Bang Jojo yang masih menempel di pipinya. Ia merasa tidak nyaman dengan apa yang Abangnya itu lakukan, Angel merasa dirinya sudah besar jadi tidak sepatutnya dirinya di perlakukan seperti anak kecil lagi.


Karena melihat perbuatan Bang Jojo yang tadinya Angel sudah mau berbaik hati kini Ia malah mengurungkan niatnya.


"Sekarang Angel marah beneran ya!" ancamnya sambil melipat tangannya di dada. "Jangan! Jangan marah lagi ya. Please!! Abang mohon" pinta Bang Jojo dengan ekspresi sedihnya dan posisi tangan yang Ia katupkan di depan dadanya. Melihat itu Angel tersenyum namun buru-buru Ia memalingkan wajahnya takut Bang Jojo mengetahuinya.


Tidak ada respon dari Angel dan kini Jojo hanya pasrah dengan keadaan. Mereka hanya diam seribu bahasa, masing-masing dari mereka hanya memandang langit yang di penuhi bintang.


Angel yang mendengar dan merasa tangannya di genggam akhirnya menoleh, Ia melihat sorot mata Bang Jojo yang sangat serius dan tulus. Angel hanya mampu menundukkan kepalanya Ia merasa bersalah kepada Abangnya.


"Maafkan Angel Bang" itulah kata-kata yang terucap dari Angel. "Kamu tidak perlu minta maaf, karena kamu tidak salah. Sekarang yang dapat kamu lakukan hanya percaya sama Abang dan jangan lupa belajar. Dan satu hal lagi jangan mencampuri urusan asmara orang lain" kata Bang Jojo sambil mengacak-acak rambut Angel. Angel hanya mampu tersenyum melihat apa yang di lakukan Abangnya.

__ADS_1


"Tidur gih udah malem" ucap Bang Jojo sambil berjalan, baru sampai di depan pintu dan memegang gagang pintu Bang Jojo berkata kembali. "Oiya ada yang lupa" katanya sambil membalikkan badannya "Jangan sok bijak ngurusin percintaan orang lain kalau pacar sendiri aja di anggurin" lanjutnya.


"Apaan sih Bang, siapa juga yang punya pacar" jawab Angel sambil berjalan menuju ranjangnya. "Beneran nggak punya pacar?" godanya "Beneran Bang" jawabnya tanpa merasa bersalah kepada seseorang. "Ya ampun kasian sekali Dia, pacar sendiri tidak di akui. Abang bilangin ke Angga ya" kata Bang Jojo yang masih menggoda Angel.


"Abang apaan sih, siapa juga yang pacarnya Angga" kata Angel "Beneran masih belum mau ngakuin?" godanya lagi "Kasihan sekali anak itu, sepertinya Dia akan patah hati jika mengetahui apa yang kamu katakan tadi" kata Bang Jojo sambil memutar rekaman suara Angel yang mengatakan bahwa Angga bukanlah pacarnya.


Mendengar rekaman itu lantas Angel hanya mampu melotot dan tak dapat berkata apa-apa. Padahal banyak perkataan yang ingin Ia ucapkan namun tak ada satu pun yang dapat Ia ucapkan.


"Abang jangan coba-coba ngasih tau rekaman itu pada orang lain!!" teriak Angel sambil melemparkan bantal pada Abangnya. Sedangkan Bang Jojo tersenyum licik, melihat itu Angel tambah kesal "Bang Jojo!! Hapus rekamannya" teriak Angel sambil berjalan menghampiri Jojo, belum juga Angel sampai Jojo langsung membuka pintu dan buru-buru keluar.


Di tariknya kembali pintunya, namun tak bisa karena di Tahan dari luar oleh Bang Jojo. "Abang buka nggak pintunya. Awas aja kalau sampai rekaman itu ada yang dengar" teriak Angel sambil menggedor-gedor pintu kamarnya. Sedangkan Jojo terus tertawa, tawa tanda kemenangan karena berhasil menggoda adiknya itu.

__ADS_1


Sekarang Ia bisa terus menggoda adiknya dengan bukti rekaman itu, untuk mengancam hubungan Angel dengan Angga. Namun Ia tidak akan tega melakukannya, Jojo hanya ingin terus menggoda adik kecilnya itu yang kini sudah memiliki kekasih.


__ADS_2