
Keesokan harinya setelah Angel selesai beribadah Ia langsung bersiap-siap untuk berolahraga.
"Bi, Bunda mana?" tanyanya "Nyonya masih di kamar non" jawab Bibi sopan "Kalau Bang Jojo sama Ayah dimana?" "Mereka belum pulang dari masjid" "Ooh, kalau gitu Angel keluar ya Bi. Kalau ada yang nanya Angel bilang aja lagi lari pagi" pamitnya "Baik non".
Setelah mendengar jawaban dari sang Bibi, Angel langsung bergegas keluar rumah. Tapi Bibi merasa ada yang aneh dengan nona nya itu, cukup lama iya mengingat-ingat tapi tak kunjung Ia Ia temukan.
Saat Tuan besar dan Tuan Mudanya kembali barulah Bibi mengingat apa yang ada aneh. "Baru ingat tadi kenapa ya non Angel lari pagi tapi pakai kacamata hitam sama masker padahal ini juga masih buta" cicitnya pelan namun Tuan Mudanya itu mendengarnya "Ada apa Bi? Kok ngomong sendiri" katanya yang sudah berdiri di belakang Bibi "Eh Tuan, baru pulang Tuan?" katanya sedikit terkejut karena ternyata ada orang di belakangnya.
"Kebiasaan kalau di tanya malah balik nanya, iya Saya baru pulang Bibi. Tadi lagi ngomongin apa sih?" katanya penasaran. "Tadi?" jawabnya sambil mikir "Oh yang barusan, itu saya lagi bingung sama Non Angel mau olahraga tapi kok pakai kacamata sama masker padahal inikan masih pagi buta" jawabnya bingung. "Maksud Bibi?" "Itu itu nggak jadi Tuan" jawabnya terbata. "Bibi nggak jelas deh, ya udah Saya balik kamar ya Bi" jawabnya sambil berlalu "Baik Tuan"
Saat sampai di kamar Bang Jojo langsung menghela nafasnya kasar "Anak itu katanya bisa nanganin tapi masih ceroboh, untung saja cuma Bibi yang lihat" gumamnya.
Sedangkan di tempat lain Angel sudah berada di rumah seseorang. "Assalamualaikum Bi, Raihannya udah bangun" katanya sambil memasuki rumah itu, yang jelas Dia sudah bertegur sapa dengan sang satpam di depan.
"Wa'alaikumsalam non, sepertinya sudah tapi Tuan belum keluar dari kamarnya" jawabnya. "Kalau gitu Angel langsung ke kamarnya saja ya?" "Silahkan non". Memang Dia sudah sering keluar masuk kamar masing-masing jadi sudah tidak jadi masalah apa bila Angel langsung menuju kamar Raihan.
Saat Angel akan masuk ada suara yang mengagetkannya "Loh Ngel ada perlu apa, masih pagi gini sudah kesini" "Astaghfirullah Umi, Angel kaget. Ini Angel mau ambil motor" "Motor?" Kata Umi bingung karena seingat Beliau dari kemarin Angel maupun Raihan tidak bertemu apa lagi sampai ada motornya disini.
__ADS_1
"Iya Mi, kemarin Angel nitip motor disini" jawabnya sambil tersenyum kikuk "ooh, tapi itu kenapa muka mu kok kayanya ada yang aneh?" kata Umi sambil menunjuk wajah Angel yang masih tertutup dengan masker dan kacamatanya. "Aneh gimana Mi? Ini Angel pakai kacamata karena mata Angel sedang sakit, kalau masker Angel sedikit flu" jawabnya bohong sambil sedikit batuk agar Umi percaya.
"Tapi sudah minum obat kan?" tanya Umi khawatir "Udah kok, Angel masuk dulu ya Mi mau ambil kontak motor kemarin di bawa Raihan" "Ya sudah, tapi kamu harus tetap jaga kesehatan." "Baik Mi" jawabnya dan segera masuk kamar Raihan.
Di lihatnya kamar Raihan terlihat kosong. "Waah kemana Dia, apa lagi di kamar mandi" gumamnya sambil mendudukkan dirinya di sofa.
Cukup lama Angel menunggu, Raihan pun keluar dengan dad toples dan hanya di balut handuk di pinggangnya. Karena kaget Angel langsung berteriak "Aaaaahhhh" Raihan yang juga kaget ikut-ikutan berteriak dan menutupi dadanya.
"Lo apa-apaan sih, pagi buta gini udah di kamar Gue" protes Raihan yang masih menutupi dadanya. "Gue mau ambil motor lah, Lo lupa" jawabnya ketus sambil memalingkan wajahnya. "Kan bisa siangan dikit, syukur aja Gue masih pakai handuk" jawabnya sambil mengenakan kaosnya. "Gue sengaja pagi gini, biar nggak ketemu sama orang rumah. Lo tau kan muka Gue bonyok gini" katanya sambil melepas masker dan kacamatanya.
Angel langsung membawa motornya keluar dari pekarangan rumah Raihan, karena memang masih cukup pagi jadi Ia tidak bertemu dengan Abi atau Umi lagi. Rasanya cukup lega karena Ia tidak perlu berbohong lagi perihal kondisi mukanya itu.
Sudah 1 jam Ia mengendarai motornya dan kini Angel berhenti di sebuah toko kosmetik, sepertinya tokonya baru di buka di lihat dari karyawannya yang masih sibuk bersih-bersih.
Cukup lama Angel menunggu agar para karyawan toko itu selesai membersihkan tokonya, di lihat mereka sudah standby di tempatnya masing-masing lantas Angel langsung masuk.
"Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu" kata pelayan toko itu ramah "Gini Mbak, Saya lagi cari make up yang bisa nutupin ini" kata Angel sambil melihatkan mukanya. Sang penjaga toko terlihat sedikit kaget namun Ia langsung merubah raut wajahnya. "Baik, biasanya Anda memakai apa?" "Masalahnya begini ya Mbak, Saya itu nggak biasa pakai yang begituan" jawabnya jujur "Kalau begitu lebih baik Anda pakai foundation saja" Angel hanya Iya iya saja karena memang Dia tidak mengenal hal yang begituan.
__ADS_1
Di rasa sudah pas Angel akhirnya ngikut saja dengan penjaga toko itu, namun sang penjaga memberi nasehat katanya kalau luka di tutup dengan make up itu tidak baik untuk kulit. Tapi Angel tidak ambil pusing karena Ia lebih takut kalau lukanya di ketahui Ayah dan Bundanya.
"Mbak bisa ke toilet sebentar" kata Angel kepada penjaga toko itu setelah selesai membayar apa yang Ia butuhkan "Silahkan" jawab penjaga itu.
Sesampainya di toilet "Baiklah sekarang kita pakai ini seperti yang tadi sudah di ajarkan Mbak itu" Katanya sambil mulai mengoles ke wajahnya yang ada lukanya.
"Oke, sempurna" katanya saat melihat sudah tidak ada lagi luka di wajahnya.
Angel pun segera meninggalkan toko itu dan kembali ke rumahnya.
"Loh kok sepi" kata Angel sesampainya di rumah dan melihat kondisi rumahnya begitu hening.
Lantas Dia menuju kamar Abangnya "Bang, Angel masuk yaa" katanya langsung masuk kamar "Kebiasaan deh, ketuk dulu gitu" kata Bang Jojo yang sedang duduk di temani laptopnya. "Tadi kan Angel udah bilang mau masuk" jawabnya tak mau kalah "Bang ngomong-ngomong Ayah sama Bunda Keman? kok sepi amat sih" katanya lagi "Mana Abang tau, dari tadi Abang di kamar tuh. Mungkin mereka juga di kamar" jawabnya yang masih fokus dengan laptopnya. "Iya juga ya, tapi Abang lagi ngapain sih kelihatannya serius amat" "Abang lagi kerja" "Idiiih libur gini masih kerja" kata Angel sambil menutup laptopnya.
"Kamu apa-apaan sih dek, Abang itu lagi sibuk harus kejar setoran" katanya sedikit sewot "Santai dikit kenapa sih Bang, lagian nih ya ini tuh hari libur nikmatin aja dulu. Nanti kalau nggak kelar-kelar Angel bantu deh" "Emang bisa?" "Jangan remehin adek Abang yang satu ini yaa. Tapi nanti Abang harus bantuin Angel yaa?" "Kok?" "Iiih simbiosis mutualisme, Angel bantu Abang terus Abang juga bantu Angel kita sama-sama untung" katanya sambil tersenyum. "Baiklah"
Akhirnya mereka ngobrol dan bercanda, tidak lupa Bang Jojo menanyakan luka pada wajah Adiknya yang tiba-tiba hilang.
__ADS_1