Oh My Friend

Oh My Friend
53


__ADS_3

Sakit sepertinya itu yang sekarang dia rasakan, karena Ia tidak mau menambah rasa sakit akhirnya Ia memutuskan untuk tidak masuk. Bukan maksud kabur namun mungkin saat ini lebih baik Ia menyingkir terlebih dahulu. Untungnya orang yang di dalam tidak sadar bahwa ada seseorang yang datang, dengan langkah beratnya Raihan memutuskan untuk kembali.


Ia berniat ingin mengajak Angel makan bersama namun apa yang Ia lihat membuatnya mengurungkan niatnya.


Setelah berhasil pergi dari bengkel tanpa di ketahui Angel ataupun Dimas, Raihan memacu mobilnya menuju tempat rahasia mereka.


Terlihat Raihan menghembuskan nafasnya kasar sambil terus mengacak-acak rambutnya, "Apakah Gue egois" tanyanya pada diri sendiri "ini seperti bukan Gue" batinnya sambil memandang langit yang begitu cerah.


"Gue nggak bisa kaya gini terus, perasaan ini kenapa terus menggila. Apa kata Dia kalau Dia tau Gue suka sama Dia, padahal kita sudah berteman sejak kecil" ucapnya sambil menengadahkan kepalanya. Raihan masih terus bergulat dengan perasaannya, Ia merasa tidak pantas dengan apa yang Ia rasakan namun hatinya berkata lain.


Sedangkan Raihan masih frustasi tidak dengan Angel yang terlihat bahagia dengan apa yang sekarang Ia lakukan.


"Makasih ya kak, kenyang banget Gue" ucapnya saat mereka selesai makan "Iya, tapi Aku lebih berterima kasih karena ternyata kamu menyukainya" katanya sambil membereskan meja yang terlihat berantakan.


"Tapi ngomong-ngomong udah jam segini" kata Angel sambil melihat jam di tangannya "Memangnya kenapa?" tanya Angga "Angel harus pulang kak" jawabnya "Mau kakak anterin?" tawar Angga "Nggak perlu, lagian Angel kan bawa motor sendiri. Lebih baik kakak pulang aja, bukannya Angel ngusir tapi besok kan masih ulangan lebih baik waktunya buat belajar kakak aja" kata Angel panjang "Ya udah kalau mau Mu begitu, tapi beneran nggak papa kamu pulang sendiri?" tanya Angga sekali lagi, Angel mengangguk mantap meyakinkan Angga. Akhirnya Angga mengalah dengan keputusan Angel.

__ADS_1


"Ya udah hati-hati di jalan ya? Aku juga mau pulang, kalau udah sampai jangan lupa kabarin" pinta Angga sambil mengacak pelan rambut Angel "Siap Bos!" jawab Angel sambil memberi hormat pada Angga. Angga hanya mampu tersenyum dan berjalan meninggalkan Angel.


Setelah kepergian Angga, Angel juga melangkahkan kakinya untuk meninggalkan bengkelnya tak lupa Ia berpamitan dengan Dimas yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


Angel langsung melajukan motornya membelah jalanan yang cukup ramai karena memang sudah jamnya orang pulang dari aktivitas mereka.


Hanya perlu 45 menit Angel sampai di rumahnya, karena memang Ia tidak terkena macet dan sesekali mencari jalan pintas agar tak terjebak macet. Angel melangkahkan kakinya menuju kamarnya, sepertinya Ia sangat lelah dengan apa yang Ia lakukan sehari ini atau mungkin memang tubuhnya sedang tidak begitu fit.


Untuk menghilangkan rasa letihnya Angel pergi ke kamar mandi untuk berendam dalam bathtub yang berisi air hangat, cukup lama Ia menenggelamkan tubuhnya di air hingga Ia merasa sudah cukup dan membilas badannya di bawah guyuran shower.


Saat Angel baru keluar dari kamar mandi ada suara yang begitu mengagetkannya. "Dek, Lo mandi apa tidur lama banget" katanya. Angel begitu terkejut sampai menjatuhkan handuk untuk mengeringkan rambutnya. "Abang!" pekiknya sambil mengambil handuknya kembali. "Kenapa?" tanyanya tanpa rasa berdosa "Ngagetin tau!" gerutunya.


"Bang, boleh keluar dulu. Angel mau ganti baju dulu nanti kalau udah selesai Abang boleh kesini lagi" ucap Angel sambil memegang jubah mandinya. "Nggak mau, Abang mau disini aja. Kalau Lo mau ganti baju, ganti baju aja" kata Jojo sambil merebahkan tubuhnya di sofa. Angel hanya berdecak melihat tingkah Abangnya itu, dengan sedikit menghentakkan kakinya Angel pergi untuk mengambil bajunya dan masuk kembali ke kamar mandi.


Klap pintu kamar mandi kembali tertutup saat Angel telah mengganti bajunya dengan baju santainya. "Bang! Bisa keluar gak? Gue mau belajar" kata Angel sambil menuju meja belajarnya. "Bang! Denger gak sih! Gak usah pura-pura tidur, Gue tau Lo itu masih denger Gue" gerutu Angel saat Jojo tidak menanggapi permintaannya.

__ADS_1


"Berisik banget sih Lo, belajar tinggal belajar gak usah ngusirin orang. Lagian Gue disini gak ganggu Lo, anggap aja Gue gak disini" katanya acuh dengan mata tertutup. Angel hanya berdecak mendengar penuturan Abangnya itu, "Terserah Lo aja lah!" cibirnya sambil memasang earphone di telinganya.


"Selesai" ucapnya girang sambil menutup bukunya, Angel belajar tak pernah menghafal Ia hanya membacanya namun semua yang Ia baca pasti akan Ia ingat. Saat Ia menoleh ternyata Bang Jojo masih tidur di sofa.


"Bang! Lo beneran tidur" tanya Angel sambil melepas earphone nya, karena tidak ada sahutan Angel mendekat kearah Jojo tidur. Di goyangkan tubuh Abangnya itu namun Ia tidak bergeming. "Ya elah beneran tidur Dia" kata Angel.


Tak selang lama pintu kamar di ketuk seseorang dari luar.


Tok tok tok!


"Masuk aja, gak di kunci" sahut Angel dari dalam, di lihatnya Bi Darmi yang membuka pintu. "Ada apa Bi?" tanya Angel "Itu non, makan malam sudah siap. Nona di tunggu Tuan dan Nyonya, dan juga Den Jojo di suruh segera makan" jawab Bi Darmi "Baik Bi, sebentar lagi turun" jawab Angel "Kalau begitu Bibi permisi dulu ya non" pamit Bi Darmi, Angel hanya mengangguk saja.


"Bang bangun! Abang buruan udah di tunggu Bunda sam Ayah" kata Angel sambil terus berusaha membangunkan Jojo. Tidak menunggu lama Jojo pun terbangun "Ada apa sih berisik banget" kata Jojo sambil berusaha membuka matanya. "Bangun buruan! Udah di tunggu Bunda sama Ayah buat makan malem" ucap Angel sambil menarik tangan Jojo "Iya iya sabar, gak sabaran banget" gerutu Jojo.


Setelah tarik ulur akhirnya Angel dan Jojo pergi ke ruang makan, tak lupa Jojo mencuci mukanya dulu.

__ADS_1


"Kalian kok lama? Udah di tunggu dari tadi" kata Bunda saat melihat Angel dan Jojo baru sampai. "Itu Bang Jojo ketiduran, padahal udah Angel bangunin tapi gak bangun-bangun" bela Angel "Kok Abang? Nih yang salah mata Abang baru di ajak rebahan sebentar langsung merem aja" sahut Jojo. "Udah gak usah cari siapa yang salah siapa yang benar, sekarang kita makan saja gak baik di depan makanan debat" sambung Ayah melerai adu argumen kakak beradik itu.


Mereka akhirnya memulai makan malam atas perintah Ayah mereka.


__ADS_2