Oh My Friend

Oh My Friend
43


__ADS_3

"Kamu kenapa?" tanya Angga saat melihat ekspresi Angel berubah, lantas Angel langsung menelan sate yang sedari tadi Ia susah menelannya. "Angel nggak papa" jawabnya sambil mengalihkan pandangannya.


Setelah itu mereka kembali fokus dengan makanan mereka masing-masing, tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka menghabiskan satenya. Karena di rasa sudah cukup larut Angel dan Angga segera kembali ke rumah.


"Nggak mampir dulu kak?" tanya Angel saat mereka sudah tiba di pekarangan rumah Angel. "Kapan-kapan aja ya, lagian ini juga udah malem. Salam aja buat Bunda" jawabnya sambil menyalakan motornya. "Oke, hati-hati di jalan ya kak" ucap Angel dengan senyum yang menghiasi wajahnya. "Iya, kamu cepetan masuk gih" balas Angga dengan sedikit mengacak-acak rambut Angel. Angel hanya mengangguk dan cepat masuk ke rumah, namun senyum yang ada di wajahnya tidak hilang sedari tadi.


Angel mengintip dari balik jendela dan di lihatnya Angga sudah meninggalkan rumah Angel. "Gue kenapa sih" gumam Angel sambil memegangi dadanya yang sejak dari tadi berdebar kencang "Apa Gue harus periksa ke dokter ya" gumamnya kembali.


"Kenapa di situ?" tanya seseorang yang melihat Angel masih menyender di jendela. "Astaghfirullah, Bang Jojo ngagetin Angel aja" ujarnya sambil mendekat ke arah Jojo "Gitu aja kaget, lebay banget" katanya ketus. "Orang kaget kok di bilang lebay, Angel beneran kaget tau" imbuh Angel "Kamu dari mana? Kenapa baru pulang?" tanyanya menyelidik "Kepo" jawab Angel sambil berlalu meninggalkan Jojo. "Idiih di tanya malah jawabnya kayak gitu, nggak baik tau di tanya orang tua" kata Jojo sambil mengejar adiknya. "Angel abis keluar sama Angga, Bunda nggak bilang ya?" tanya Angel balik "Abang pulang aja Bunda udah di kamar, tadi Abang abis lembur jadi nggak ketemu Bunda" jawab Jojo, Angel hanya manggut-manggut saja mendengar penuturan abangnya itu.


"Abang nggak ada kerjaan ya sampai-sampai ngikutin Angel?" Heran Angel saat melihat Jojo terus mengikuti Angel sampai di depan kamarnya. "Siapa yang nggak ada kerjaan, Bang Jojo banyak kerjaannya tau. Tapi lagi butuh udara segar" jawabnya "Butuh udara segar itu keluar rumah lah, jalan-jalan atau gimana kek. Lah ini malahan ngikutin adeknya" protes Angel "Kalau gitu temenin Abang keluar yuk" ajak Jojo "Nggak mau, Angel mau tidur udah malam" jawabnya cuek sambil melepaskan jaket yang Ia pakai. "Idiih baru juga jam segini, mau ya? Nanti Bang Jojo traktir deh, mau ya? pleaseee" rengek Jojo, Angel hanya memutar bolanya malas.


"Ya udah Angel temenin, tapi kalau Angel sampai di marahin Bunda Abang yang tanggung jawab ya" kata Angel "siap bos" jawab Jojo senang.

__ADS_1


Akhirnya mereka memutuskan untuk keluar rumah, namun bukan pergi melainkan mereka duduk di taman belakang rumah. "Ya elah bang, kalau tau cuma kesini ngapain ngajak Angel sih" protes Angel saat mereka sampai "Hehehe ya maaf, abisnya Abang suntuk kalau sendirian. Eh tunggu dulu Abang mau ambil sesuatu" kata Jojo sambil berjalan kembali ke dalam rumah. Angel hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat tingkah Abangnya itu.


Tidak menunggu lama Jojo sudah kembali "Tadaaa" kata Bang Jojo sambil memperlihatkan gitar yang Ia bawa. "Itu buat apa?" tanya Angel malas. "Nih Kamu mainin, Abang kangen pengen denger kamu nyanyi. Siapa tau abis Abang denger Kamu nyanyi pikiran Abang kembali" jawab Jojo dengan senyum lebarnya. "Angel lagi males main gitar, Abang aja yang main terus Angel yang nyanyi" Kata Angel yang di angguki Jojo.


Mereka kini sedang menikmati malam di iringi petikan gitar dan suara indah Angel. Sudah beberapa lagu yang mereka mainkan, hingga Angel kini merasa sudah ngantuk.


"Bang udahan dulu ya? Angel ngantuk nih" kata Angel sambil berusaha meregangkan ototnya. "Ya udah yuk masuk"


"Hai oppa, apa kabar? Kapan iya kita bisa ketemu" kata Angel dan seperkian detik Angel sudah menuju alam mimpinya.


Ke esokan harinya Angel bangun tidak lupa Ia mengerjakan kewajibannya sebagai seorang muslim dan tidak ketinggalan Ia membaca beberapa ayat suci Al-Quran. Di rasanya sudah cukup Ia bersiap-siap untuk lari pagi mengelilingi komplek rumahnya.


"Pagi-pagi gini memang enaknya lari, sambil menghirup udara segar" gumamnya sambil menghirup udara pagi.

__ADS_1


Ia mulai lari, tanpa Ia sadari ternyata Raihan juga sedang lari di panggilnya Angel oleh Raihan.


"Ngel!" panggil Raihan, namun tidak ada jawaban. "Idih ini anak kebiasaan kalau di panggil nggak denger" gumamnya sambil mempercepat larinya. "Hei" kata Raihan sambil menepuk bahu Angel. Angel pun menoleh "Lo Rai?" kata Angel sambil melepas earphone yang menempel di telinganya.


"Pantes nggak nyahut, telinganya di tutupin" kata Raihan "Hehehe" Angel hanya tersenyum "Dengerin apa sih sampai nggak sadar kalau Gue panggil?" tanya Raihan "Biasalah, Lo juga tau" jawab Angel sambil terus berlari kecil yang di ikuti Raihan.


Di rasa mereka lari sudah cukup Angel dan Raihan kini sedang beristirahat sejenak. "Rai Gue mau nanya?" kata Angel yang kini sedang duduk di pinggiran jalan. "Nanya tinggal nanya nggak usah minta izin" jawab Raihan sambil menyodorkan sebotol minuman. "Lo pernah jatuh cinta?" tanya Angel sambil menatap jalanan di depannya. Mendengar pertanyaan itu Raihan sedikit terbatuk.


"Kalau minum itu pelan-pelan, lagian Gue juga nggak bakalan ngerbut minuman Lo" ucap Angel sambil menepuk-nepuk punggung Raihan. "Gue kaget aja tiba-tiba Lo nanya kek gitu" kata Raihan sambil mengelap bibirnya yang basah "Tinggal di jawab aja sih" ujar Angel. "Gue pernah jatuh cinta" kata Raihan "Serius? Terus gimana rasanya?" tanya Angel antusias sambil menatap wajah Raihan.


"Serius, Gue pernah jatuh cinta. Rasanya itu gimana ya? Intinya kalau ada di dekatnya rasanya bahagia dan nyaman, lihat Dia tersenyum Gue juga ikut tersenyum. Tapi ketika lihat dia terluka dan sedih rasanya Gue yang lebih terluka dan sedih. Pengennya deket dia terus, kalau berpisah sebentar saja udah kangen" ucap Raihan panjang. "Gitu ya? Terus siapa yang bisa buat Lo jatuh cinta?" tanya Angel "Dia seseorang yang sangat cuek, pemberani dan pintar" jawab Raihan sambil membayangkan wajah seseorang. "Kalau boleh tau Dia siapa? Apa Lo udah pernah nyatain perasaan Lo apa malah Lo udah pacaran" tanya Angel kembali. "Lo nggak perlu tau siapa Dia, gimana mau pacaran Gue ngomong aja belum tapi Dia malah udah punya pacar" jawab Raihan sedikit sedih. "Aduuh yang sabar ya? Udah jam berapa nih, kayaknya kita udah harus balik deh" kata Angel sambil melihat layar ponselnya. "Ya udah yuk balik" kata Raihan sambil beranjak dari duduknya.


Mereka kini kembali menuju rumah masing-masing di karenakan mereka harus pergi mencari ilmu.

__ADS_1


__ADS_2