Oh My Friend

Oh My Friend
45


__ADS_3

Bel masuk pin berbunyi semua siswa kembali ke kelasnya, namun ada salah satu siswa yang ada di kelasnya Angel yang tiba-tiba mengucapkan "Eh itu kenapa pada keluar bawa tas?" celetuknya saat melihat kelas sebelah berbondong-bondong pergi meninggalkan kelasnya. Saat masih penasaran datanglah Natan sang ketua kelas, yang terlihat sedikit terburu-buru. "Kalian udah liat obrolan grup kelas kita" katanya sambil menunjukan ponselnya. Semua siswa saling tatap dan mengecek ponselnya, tidak terkecuali Angel dan Putri.


Mereka saling pandang dan bersorak, ada juga yang mengeluh. Macam-macam reaksi yang mereka tunjukan.


"Lo mau langsung pulang?" tanya Angel kepada Putri "Iya" jawabnya sambil memasukkan kotak bekalnya. "Mau nunggu jemputan apa mau Gue anterin?" tawar Angel. "Kamu bawa motor kan? Sepertinya susah kalau Aku ikut Kamu" katanya. "Ganti aja, hari ini kita kan ada pelajaran olahraga" kata Angel sambil tersenyum cerah.


Tapi sepertinya Putri enggan merepotkan sahabatnya itu, Angel paham dengan ekspresi Putri sehingga Ia kembali berkata "Udah santai aja Lo nggak ngrepotin kok" sambil menepuk bahu Putri. "Ya udah kita ganti dulu yuk" kata Angel sambil menarik tangan Putri.


Saat mereka selesai mengganti bajunya, Angel bertemu Raihan yang sepertinya juga habis mengganti seragamnya. "Loh Rai, kok Lo belum pulang?" tanya Angel "Gue ada latian basket sama temen-temen" jawabnya sambil meneruskan langkahnya. "Ya ampun udah mau semesteran masih aja latian" ucap Angel. "Mau gimana lagi, soalnya sehabis semesteran akan ada pemilihan tim basket" jawab Raihan. "Ya udah kalau gitu good luck ya? Gue pulang dulu" kata Angel saat mereka sudah sampai di persimpangan koridor. "Iya, hati-hati di jalan" kata Raihan.


Setelah berpisah dengan Raihan ternyata Angel dan Putri bertemu dengan Rendi. "Kak, kok muka Lo gitu amat" celetuk Angel saat mereka berpapasan. "Ck apa segitu terlihatnya ya?" tanya Rendi yang di angguki Angel dan Putri bersamaan. "Ini semua gara-gara pacar Lo" kata Rendi sambil membayangkan wajah Angga yang begitu tengil di matanya. "Emangnya kenapa?" tanya Angel penasaran. "Semuanya pulang, eh malah OSIS di suruh rapat. Padahal kan Gue ada acara" jawabnya kesal. "Ya udah nikmatin aja sih, kalau gitu kita balik dulu ya kak" kata Angel.


Saat mereka berpisah tiba-tiba Angel berteriak. "Kak fighting!" katanya sambil mengangkat tangannya ke udara. Putri yang melihat apa yang di lakukan Angel hanya memutar matanya malas, sedangkan Rendi nampak tambah kesal.


"Kamu ada-ada saja, nggak liat apa muka kak Rendi keliatan kesal" kata Putri saat mereka berjalan menuju parkiran. "Gue sengaja" ucapnya sambil cengar cengir. Putri hanya menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan apa yang di lakukan Angel.

__ADS_1


Angel kini sedang melajukan motornya dengan kecepatan sedang, sedangkan Putri memboncengnya. Namun tiba-tiba Angel melajukan motornya dengan kecepatan yang tinggi, membuat Putri terkejut hingga Ia langsung memeluk Angel dengan cepatnya. Melihat reaksi yang terjadi Angel hanya mampu menahan tawanya.


"Put udah sampai" katanya saat mereka sudah berada di depan pintu rumah Putri. "Woi Lo mau turun apa enggak?" tanya Angel saat Putri tidak melepaskan pelukannya. "Ini bocah tidur ya. Apa Lo masih mau Gue ajak keliling?" tanyanya menggoda, mendengar perkataan Angel lantas Putri membuka matanya yang sejak dari tadi Ia pejamkan karena merasa takut.


"Apa! Nggak mau" jawabnya langsung melepaskan pelukannya dan turun dari motor. Putri melepas helm yang Ia pakai dan menyerahkannya kepada Angel. "Lain kali kalau mau mati nggak usah ngajak orang lain" kata Putri dingin "Ya ampun Lo takut ya? Padahal Gue bisa lebih ngebut lagi" ucap Angel saat melihat wajah Putri yang pucat. "Ini yang pertama dan terakhir Aku ikut Kamu" ketusnya. "Ya elah gitu aja ngambek. Maafin ya? Janji nggak gitu lagi" mohon Angel sambil mengangkat dua jarinya, pertanda meminta damai.


Putri hanya memandanginya tanpa menerima atau menolak permintaan Angel. "Kalau nggak ada jawaban Gue anggap maafin ya? Ya udah karena Lo udah sampai rumah jadi Gue balik ya?" kata Angel sambil memakai helmnya kembali "Nggak mampir dulu?" tawar Putri, yang di jawab gelengan Angel. "Beneran? Padahal hari ini Aku mau masak loh" bujuk Putri "Nggak deh, lain kali aja" tolak Angel sambil menyalakan motornya. "Oh gitu ya? Ya udah hati-hati di jalan dan makasih udah mau nganterin sampai rumah" kata Putri kepada Angel yang di balas hormat Angel.


Angel segera melajukan motornya dan meninggalkan rumah Putri, Ia melaju dengan kecepatan tinggi karena jalanan terlihat begitu lenggang mungkin karena bukan jamnya orang sibuk. Saat akan menuju ke bengkel Angel melewati sebuah taman yang mengalihkan perhatiannya, Ia lantas menepikan motornya dan berhenti sejenak untuk melihat pemandangan yang cukup menyegarkan matanya.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, sepertinya dewi fortuna sedang memihak Angel. Ia segera berjalan cepat saat melihat ada toilet umum, namun semuanya tak berjalan lancar saat Ia hendak masuk Angel di hadang dua cowok.


"Mau kemana?" tanya salah seorang dari mereka. "Mau ke toilet" jawab Angel, saat Ia hendak masuk tangan Angel di cengkram salah satu dari mereka. "Lo nggak boleh masuk, di dalem lagi ada orang" katanya sambil memepetkan tubuh Angel ke tembok di belakangnya. "Kalian apa-apaan sih, Gue cuma pakai sebentar. Lagian ini juga toilet umum" kata Angel sambil menghempaskan tangan pria tersebut.


"Waah berani juga Lo" katanya sambil menyeringai, Si pria itu lantas menyerang Angel namun dengan sigap Ia menghindarinya dan melawannya. Hanya dengan beberapa serangan saja pria itu tergeletak, saat melihat temannya tak berdaya salah seorang lagi ikut menyerang Angel namun hasilnya sama saja dengan pria yang satunya.

__ADS_1


"Segitu aja kemampuan kalian" kata Angel dengan senyum smirk nya. "Kalian mengganggu saja" katanya kembali dan melewati kedua pria itu. Angel memasuki toilet tersebut yang berisi beberapa bilik, di lihatnya ada seorang gadis yang tengah terduduk dan dua gadis lagi yang berdiri. Sepertinya mereka sedang merundung si gadis yang terduduk pikir Angel, Ia nampak tidak terkejut dan meneruskan langkahnya untuk memasuki salah satu toilet tersebut.


"Hei Lo jangan coba-coba mengadu!" ancam seorang gadis dengan sedikit berbisik, namun Angel masih mendengarnya. Setelah selesai dengan urusannya Angel keluar dan mencuci tangannya di wastafel, Ia segera keluar namun belum lama Ia kembali masuk dan melihat gadis yang terduduk sedang di tarik rambutnya.


"Ups sorry, Gue nggak liat kok. Gue cuma mau ambil itu" kata Angel sambil menunjuk ponselnya yang tertinggal. Ke dua gadis itu menatap marah ke arah Angel, saat Angel melirik ke arah gadis yang tadi sedang di rundung Ia nampak terkejut karena ternyata gadis tersebut adalah Anggi.


"Awalnya Gue nggak mau ikut campur urusan kalian, tapi karena kalian begitu menyebalkan sepertinya Gue harus nolongin itu bocah" kata Angel sambil menyeringai dan menunjuk Anggi.


"Siapa Lo beraninya" kata gadis itu dan melayangkan tamparan namun langsung di tepis oleh Angel. "Ya ampun kalian itu bukan apa-apa buat Gue" kata Angel sambil melihat jari-jarinya yang Ia mainkan. "Sialan Lo ya! Woi kalian masuk bantuin kita, di sini ada cewek rese" teriak gadis yang satunya.


"Ya ampun kalian nggak usah repot-repot manggil mereka, lagian mereka nggak bakalan kesini tuh" kata Angel acuh. Angel langsung menghampiri Anggi dan membantunya berdiri. Dua gadis itu lantas menyerang Angel namun namanya juga Angel Ia dengan mudah melawan mereka.


"Hei adik kecil, Gue tau kalian itu masih anak-anak jadi jangan sok dewasa. Dan perlu kalian ingat jangan pernah mengganggunya lagi" kata Angel sambil mencekram wajah gadis itu.


Saat Mereka akan meninggalkan toilet itu, Angel berbalik dan "cuih, nggak guna belajar sana yang bener" katanya dan Ia kembali berjalan keluar.

__ADS_1


__ADS_2