
Raihan sepertinya sangat tersiksa dengan perasaannya sendiri, namun mau bagaimana lagi ibarat nasi sudah jadi bubur Ia harus tetap menikmatinya. "Sabar Rai. Kalau memang Angel jodoh Lo, Ia bakal bareng sama Lo!" ucapnya tegas untuk meyakinkan dirinya sendiri.
Angel bergegas saat sudah berada di depan rumahnya, bukan kenapa-napa tapi bukankah Dimas sudah ada di rumahnya dan sedang menunggunya.
"Sorry, lama nunggunya?" tanya Angel saat sudah mendaratkan bokongnya di sofa samping Dimas dan Bang Jojo. "Nggak kok, santai aja lagian Lo perginya juga cuma sebentar" jawab Dimas "Bener, buktinya Gue sama Dimas belum kelar main game nya. Lagian Lo kemana sih? Katanya urgen ko cuma sebentar keluarnya?" tanya Bang Jojo penasaran. "Adalah, Bang Jojo nggak usah kepo" jawab Angel, Jojo hanya mendelik mendengar jawaban dari adiknya itu. Tidak habis pikir dengan apa yang di lontarkan adiknya itu, karena Jojo tanya memang benar-benar ingin tau bukan sekedar kepo.
"Oh iya hampir lupa, kak Dimas kan kesini mau ketemu Angel. Mau ngomongin urusan bengkelkan?" tanya Angel pada Dimas yang di jawab anggukan. "Oke, karena ini urusan bisnis mending yang tidak berkepentingan pergi dari sini" sindir Angel pada Abangnya. "Lah Lo ngusir Gue dek?" Tanya Jojo yang di angguki Angel sambil memberi isyarat supaya Abangnya itu meninggalkan Ia dan dimas. "Gue kan masih pengen disini, lagian Gue nggak akan ganggu kalian" pintanya "No no no! Ini urusan bisnis, menyangkut rahasia perusahaan. Jadi karena Bang Jojo bukan bagian dari perusahaan Angel, mending Abang pergi. Oke" kata Angel sambil tersenyum jahat. "Hiih serem amat punya adik kaya Lo, amit-amit jabang bayi" ocehnya sambil mengelus perutnya dan pergi meninggalkan mereka berdua. "Angel masih denger Bang" protes Angel yang di acuhkan Jojo.
Mereka berdua sangat serius membahas keadaan bengkel, dari laporan pemasukan dan pengeluaran. Keperluan apa saja yang di butuhkan, peralatan dan perlengkapan yang harus diperhatikan dan masih banyak lagi yang mereka bahas.
"Mungkin itu dulu yang perlu Lo ketahui" ucap Dimas saat di rasa percapakan mereka sudah selesai "Hah itu dulu? Gila! perasaan itu sudah banyak, ko Gue jadi pusing yaa" kata Angel "Ini belum seberapa, biasanya juga masih ada banyak lagi yang kita bicarakan. Tumben banget Lo bilang pusing biasanya juga baik-baik aja" ujar Dimas "Hehehe nggak tau nih, mungkin karena efek capek" jawab Angel sambil nyengir.
__ADS_1
"Lo ada Nak Dimas toh, sudah lama kamu disini?" ucap pria yang baru saja keluar dari ruangan kerjanya. "Iya Om. Iya sudah lama, kebetulan juga ini saya mau pulang" kata Dimas "Kenapa pulang? Masih jam segini juga, lagian juga besok hari libur." "Iya sih Om besok libur, tapi kasihan Angel kayanya udah capek" "Oh kamu kesini karena Angel bukan Jojo?" "Iya Om, urusan pekerjaan. Kalau gitu Dimas pamit" "Nggak mau ketemu Jojo dulu?" "Tadi sudah ketemu Om" "Ayah, orang kak Dimas mau pulang kok di ajak ngobrol terus" protes Angel "Hehehe maaf nak Dimas, sudah lama nggak ketemu jadi bawaannya pengen ngobrol terus. Kalau gitu kamu hati-hati ya" "Iya Om, Gue pulang ya Ngel" "Oke, ati-ati kak. Udah nyampe ngabarin" ucap Angel, kata itu seperti sudah jadi kebiasaan Angel saat ada seseorang yang akan pergi. "Oke" di jawab Dimas sambil membuat isyarat oke dengan jarinya.
Ke esokan harinya.
Hari ini adalah hari kepulangan Bunda, sejak tadi Angel sudah heboh karena mendengar Bunda akan pulang dari dinasnya. "Dek! Bisa selow nggak sih" protes Jojo saat melihat adiknya begitu antusias. "Memangnya Abang nggak seneng bunda pulang?" tanya Angel sewot "Iya seneng, tapi nggak kaya Lo. Lebay! Bunda pergikan cuma seminggu, perasaan dulu waktu Gue pulang dari kuliah Lo nggak seheboh itu nunggu Abang Lo pulang. Padahal Gue perginya kan lama, bertahun-tahun bukan cuma seminggu" protes Jojo. "Yee nggak boleh iri bos! lagian kalau pun Gue heboh nunggu Abang, Bang Jojo nggak bakalan tau" sanggah Angel. Ayah yang melihat kejadian itu hanya mampu menggelengkan kepalanya.
"Ayah, Bunda mau landing jam berapa?" tanya Angel "Paling siangan, soalnya tadi Bunda bilang penerbangannya di tunda" jawab Ayah. Ada raut kekecewaan dari wajah Angel "Kenapa kok kelihatannya bete? Bukankah sudah biasa di tinggal Bunda dinas" tanya Ayah. "Nggak tau Yah, rasanya gimana yaa? Angel aja bingung sama diri sendiri, kaya ada firasat yang nggak baik" jawab Angel "Positif thinking aja, pikiran yang buruk mah cuma bikin sakit. Bener nggak Yah?" ucap Jojo "Bener apa yang di katakan Bang Jojo, nggak usah mikir yang macem-macem. Ada firasat buruk segala, jatuhnya nanti kita takabur" kata Ayah.
"Kalau begitu Angel mau siap-siap dulu" kata Angel dengan semangatnya. Ia berjalan menuju kamarnya sedangkan Ayah dan Jojo masih duduk di ruang keluarga. "Kamu nggak siap-siap Jo?" tanya Ayah "Nggak Yah, gini aja. Jojo mah mau pakai apa aja tetap ganteng" ucapnya PD. Sang Ayah hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya itu.
"Permisi Tuan di depan ada temannya Non Angel" kata Bi Darmi yang baru saja menghampiri Ayah dan Jojo. "Siapa Bi? Raihan" itu suara Jojo "Bukan Den, itu Den Angga" "Suruh masuk saja" kata Ayah "Baik Tuan" jawab Bi Darmi sambil pergi menuju ke arah pintu depan.
__ADS_1
"Silahkan masuk Den, di tunggu Tuan di ruang keluarga" ucap Bi Darmi "Makasih Bi, saya masuk ya" kata Angga "Silahkan Den" kata Bi Darmi sambil mempersilahkan Angga masuk.
"Assalamualaikum Om, Bang Jojo" salam Angga saat sampai di ruang keluarga "Wa'alaikum salam" jawab Ayah dan Jojo berbarengan. "Tumben sekali kamu main kesini ada apa?" tanya Ayah yang malah di jawab Jojo "Ayah gimana sih, kenapa nanya inikan hari weekend tentu saja mau ketemu pujaan hatinya" celotehnya yang di jawab senyum malu oleh Angga "Tuh tuh liat senyumnya" ledek Jojo "Ish anak satu ini, ada tamu bukannya suruh duduk malah di ledekin. Duduk dulu Ngga, Angel lagi di kamarnya. Sebentar lagi juga turun, atau mau Om panggilkan?" tawar Ayah "Nggak usah Om, Angga kesini juga mau ngembaliin motornya Angel. Kemarin Angga pinjam" jawab Angga sambil mengeluarkan kunci motor.
Saat itu juga Angel menghampiri mereka "Kak Angga kok nggak bilang mau kesini?" tanya Angel "Maaf, cuma mau ngembaliin motormu" jawab Angga yang di angguki Angel. "Kenapa cuma ngembaliin motor? Main aja dulu disini weekend gini juga" kata Bang Jojo "Iya main aja dulu atau mau ikut ke bandara" tawar Ayah "Bandara?" tanya Angga "Iya bandara ikut aja ya Kak, kalau banyak orang jadi tambah rame"kata Angel antusias. "Ba baiklah saya ikut, tapi saya nggak akan ganggu kaliankan?" tanya Angga "Nggak kok, santai aja. Anggap aja keluarga sendiri, iya nggak Yah?" kata Jojo yang di angguki Ayah.
Akhirnya mereka berempat pergi ke bandara bersama-sama.
"Angel sudah nggak sabar, rasanya udah kangen banget sama Bunda" celoteh Angel di dalam mobil yang sedang berjalan itu. "Apakah sesenang itu?" tanya Angga gemas melihat tingkah Angel yang menurutnya sangat imut. Angel hanya manggut-manggut saja yang menurut Angga menambah ke imutan pada diri Angel.
"Ya Alloh, hamba nggak kuat melihat ke uwuan mereka. Apalah daya hamba yang jomblo dari lahir" ucap Jojo yang melihat mereka dari kaca mobil "Sabar Bang makanya cari pacar, kalau nggak cari calon istri sekalian" kata Ayah "Ayah ngledek Jojo ya? Cari pacar aja susah apa lagi calon istri, padahal tampang Jojo ganteng gini tapi nggak ada yang mau sama Jojo" ungkap Jojo dengan kejumawaannya. "Makannya usaha" sambung Angel "Mau usaha gimana orang sibuk kerja mulu" gerutu Jojo sambil melirik Ayahnya. "Kalau gitu bilang sama Bos nya, PAK SAYA MAU NYARI PACAR JADI TOLONG PEKERJAAN SAYA JANGAN BANYAK-BANYAK" kata Angel dengan seriusnya yang di tanggapi gelak tawa yang mendengarkannya.
__ADS_1
Kalian juga taukan Bosnya Bang Jojo itu siapa "Maafkan Angel Ayah" imbuh Angel sambil mengatupkan kedua tangannya dan membuat seisi mobil tertawa kembali.