
Keesokan harinya.
"Sayang sarapan dulu" kata Bunda, "Angel sarapan di sekolah aja Bun" jawabnya sambil menyalimi Bunda. "Kenapa buru-buru sih? masih pagi juga, Ayah sama Bang Jojo juga belum turun" heran Bunda.
"Ada urusan urgent Bun, Angel berangkat dulu ya?" pamit Angel. "Iya, hati-hati di jalan jangan ngebut bawa motornya" pinta Bunda.
Namun nasehat Bunda dihiraukan Angel, Ia membawa motornya bak pembalap MotoGP hingga tidak membutuhkan waktu lama Ia pun sampai di sekolahan.
"Wah ternyata masih sepi" gumamnya.
Ia segera menuju ke kelasnya namun Ia teringat akan suatu hal. Oh iya gue harus ketemu sama kak Angga biasanya dia datang paling pagi batinnya.
Akhirnya Angel melangkahkan kakinya menuju ke kelas Angga. Sebelum Angel memasuki kelas, Ia melihat situasi di sekitarnya. Ia menghembuskan nafas lega karena ternyata hanya ada Angga yang di kelas.
Sebelum memasuki kelas Angel sekali lagi meyakinkan dirinya agar tetap maju. "Bismillah" katanya sambil memasuki kelas dan mengeratkan genggaman tangannya pada tali tas punggungnya.
Gila belum apa-apa jantung gue rasanya mau meledak batinnya sambil memegangi dadanya dan meneruskan langkah kakinya menuju bangku Angga.
Angel menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. "Kak" panggilnya sambil tersenyum "Iya" jawab Angga tanpa menoleh.
"Lagi ngapain sih? Serius amat?" kata Angel sambil mendekati Angga.
Angga menoleh mendekati seseorang yang beberapa hari ini Ia nantikan.
"Eh kamu Ngel udah lama?" Katanya "Gue tanya malah balik nanya" jawabnya ketus. Angga malah hanya nyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Emang tadi tanya apa?" Katanya polos. "Gak jadi tanya! Gak penting juga. Oh iya nanti malam datang ke alamat ini jam 8 gak boleh telat" Kata Angel sambil menyerahkan secarik kertas. "Eh" karena merasa terkejut hanya itu yang keluar dari mulut Angga.
Saat Angga sudah sadar kembali ternyata Angel sudah berjalan meninggalkannya.
Setelah Angel keluar, kakinya terasa sangat lemas seperti tidak memiliki tulang. Ia langsung terduduk lemas di koridor depan kelas Angga.
Ya ampun jantung Gue , bisa gila Gue lama-lama di dalam batinnya sambil memegangi dadanya yang seolah-olah akan meledak.
Namun semua gerak gerik Angel tak luput dari pantauan seseorang.
__ADS_1
"Lo kenapa? Baik-baik aja kan mau Gue bantu berdiri?" Katanya sambil mengulurkan tangannya. Angel langsunh menerima uluran itu "Gue gak kenapa-napa. Makasih udah bantu Gue" Jawabnya sambil berlari meninggalkan orang tersebut. "Aneh" gumamnya sambil menggelengkan kepalanya.
Rendi yang melihat Angel sudah menjauh dari kelas Ia pun akhirnya masuk kedalam kelas.
"Bro, Lo tadi liat Angel?" tanya Rendi. "Emang kenapa?" jawabnya "Barusan Gue liat dia di depan kelas, eh atau jangan-jangan dia dari sini?" celoteh Rendi yang sudah duduk di samping Angga. "Emang barusan dia dari sini" jawab Angga sekenanya.
"Waaah jangan-jangan Lo udah jadian yaa? makan-makan Napa, itung-itung syukuran karena Lo udah punya pacar. Akhirnya setelah sekian lama seorang Angga laku juga" cerocos Rendi.
"Apaan sih Lo, kalau udah jadian mah Gue seneng banget. Lagian nih ya Gue kasih tau sama Lo Gue belum jadian sekarang ya tapi enggak tau nanti. Oh iya Dia kesini ngasih ini nih" Jawab Angga sambil menunjukan secarik kertas. "Alamat? Bukannya ini salah satu kafe yang ada di sekitar sini" katanya sambil membaca kertas tersebut dan menerka-nerka apa yang akan dilakukan Angel di sana.
"Yoii, katanya Dia pengen ketemu di situ nanti malam" jawab Angga sambil mengambil kertasnya lagi. "Ya udah Lo temuin aja, siapa tau Dia bawa kabar gembira. Tapi kalau nanti kalian beneran jadian jangan lupa makan-makan " "Iya bawel amat sih Lo, kaya emak-emak aja" jawab Angga.
Mereka akhirnya tertawa bersama, entah apa yang mereka tertawakan padahal tidak ada sesuatu yang lucu.
Waktu berlalu dengan cepatnya, bel pulang sudah berbunyi. Angel buru-buru keluar dari kelas, melihat sikap tidak biasa dari temannya itu Putri pun bertanya "Kenapa buru-buru?" "Gue mau pergi ke bengkel nih, ada urusan mendesak" "Ya udah kamu hati-hati, jangan ngebut bawa motornya. Alon-alon sing penting kelakon" kata Putri yang sudah mensejajarkan langkahnya.
"Siaaap" jawab Angel.
Angel langsung membawa motornya ke bengkel, sesampainya di sana Ia langsung menemui Dimas.
"Gue kesini cuma mau bilang itu doang, Gue langsung balik yaaa?" pamit Angel "Eh gak minum dulu gitu, atau bantuin bengkel lagi rame tuh" kata Dimas "Gak Gue langsung aja yaaa? Titip bengkel" kata Angel. Ia pun langsung meninggalkan bengkel.
Dimas sangat merasa aneh dengan sikap Angel "Anak itu kenapa yaa? Gak kaya biasanya repot-repot kesini cuma ngasih tau gitu doang. pake ponsel kan bisa" gumamnya.
sore harinya.
Angel sudah ada di rumah, kebetulan semua anggota keluarganya juga sudah ada di rumah.
"Sayang makan malam dulu yuuuk?" ajak Bunda yang sudah memasuki kamar Angel. "Angel gak makan Bun, Angel mau makan di luar sama temen" "Ya udah kalau gitu, Bunda turun yaaa?" kata Bunda yang di angguki Angel.
"Loh Bun Angel mana?" tanya Ayah yang heran tidak melihat putrinya itu "katanya gak makan, dia mau keluar sama temannya" jawab Bunda dan mendaratkan bokongnya di kursi. "Tumben, padahal kalau urusan makan paling cepet" timpal Bang Jojo sambil menyuapi makanan ke dalam mulutnya. "Udah biarin aja, nanti kalau lapar juga dia minta makan" jawab Bunda.
Jam 8 lebih dering ponsel Angel berbunyi, merasa tidurnya terganggu Ia pun langsung mengambil dan menggeser tombol hijau.
"Hallo" katanya dengan suara khas orang baru bangun tidur.
__ADS_1
"Kamu dimana, Aku sudah sampai nih?" kata orang di sebrang sana.
"Sampai mana?"
"Sampai kafe, bukannya Kamu tadi ngajak Aku ketemuan disini"
Mendengar ucapan itu sontak matanya melotot lebar.
"Oh iya, Gue on the way. Lo tunggu aja bentar lagi sampai" katanya, Ia langsung menutup telfonnya.
"Aduuuh, bego banget Gue kenapa bisa ketiduran sih" Rutuknya sambil mengusap rambutnya frustasi "Bukan saatnya kaya gini Angel, Lo harus cepetan siap-siap" katanya dan Angel pun bergegas bersiap-siap.
Dengan terburu-buru Ia menuruni tangga, ternyata Bang Jojo sedang ada di ruang tengah.
"Mau kemana dek?" katanya yang melihat adiknya itu menuruni tangga dengan tergesa-gesa. "Mau ketemu temen Bang, aduuh Gue telat niih" "Jangan terburu-buru gitu, paling teman mu juga belum Dateng" "Dia barusan telfon udah sampai, ya udah Angel berangkat dulu ya Bang" pamitnya "Iya tapi pulangnya jangan kemaleman" teriak Bang Jojo "Iya" sahut Angel yang sudah berlalu "Tunggu Dek, itu kaos Kamu kebalik" kata Bang Jojo sambil mengejar adiknya namun Angel sudah melesat jauh.
15 menit Angel sudah sampai di kafe Ia langsung menghampiri Angga.
"Udah lama Kak? Maaf Gue telat" katanya ngos-ngosan. "Belum, sebaiknya Kamu minum dulu. Ngos-ngosan gitu" kata Angga sambil menyodorkan air minum "Makasih" jawab Angel sambil menerima minumannya.
"Lo belum pesen makanan?" "Belum, Aku masih nunggu kamu" "Ya udah kita makan dulu" kata Angel sambil memanggil pelayan.
"Lo mau makan apa?" kata Angel "spaghetti kalo minumnya es teh manis aja" jawab Angga "Oke, kalo Gue pesen ini ya mbak, ini juga, terus ini, ini juga boleh minumnya jus tomat gak pake gula" kata Angel sambil menyerahkan menu kepada pelayan tersebut.
"Serius kamu pesen itu semua?" tanya Angga "Iya, emang kenapa? Gue laper belum makan dari tadi" jawabnya.
Angga hanya tersenyum, di fikirannya sekarang ternyata gadis yang Ia taksir sangat suka makan tapi tubuhnya begitu kurus tidak mencerminkan apa yang Ia suka.
Karena merasa gerah Angel melepas jaketnya, tidak di sangka apa yang Ia lakukan di perhatikan oleh Angga.
Angga hanya tersenyum melihat apa yang di pakai Angel.
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Angel "Gak papa, cumaa ituuu" jawab Angga sambil menunjuk kaos Angel.
Angel langsung mengikuti apa yang di tunjuk Angga, betapa malunya saat Angel melihatnya.
__ADS_1