Oh My Friend

Oh My Friend
30


__ADS_3

Sedangkan di kantin sudah banyak siswa yang memadati meja-meja.


"Hai Put" sapa Adel dan Dinda "Hai" jawabnya. "Kok sendirian? Mana Angel" tanya Adel sambil celingukan. "Angel di panggil Bu Nisa tadi" jawab Putri. "Emang ada apa sampai di panggil?" tanya Dinda "Entahlah, Aku juga nggak tau" jawab Putri sambil menggelengkan kepalanya.


"Siapa Lo! Tiba-tiba duduk, tanpa permisi atau apa" kata Adel ketus karena ada seseorang yang duduk dengan tiba-tiba. "Udah, nggak usah ribut Dia itu Raihan sahabatnya Angel" jawab Putri.


"Cari Angel?" tanya Putri yang melihat Raihan seperti sedang mencari seseorang, tapi Raihan tidak menjawabnya. "Ini bocah di tanya juga, Lo tuli ya!" geram Adel "Udah deh Del biarin aja, orang Putri aja nggak papa kok malah Lo yang sewot" kata Dinda.


"Dia nggak ke kantin" kata Putri. "Kemana?" tanya Raihan balik "Di ruang guru kayaknya, soalnya tadi di suruh ikut Bu Nisa" jawab Putri.


"Waah udah pada kumpul nih, tapi kok ada yang kurang ya?" celoteh Rendi yang baru saja tiba. Melihat kedatangan Rendi mereka yang sudah duduk nampak acuh "Yaah Gue di kacangin" kata Rendi sambil melirik Angga.


"Oh iya kalian sudah pesen makanan belum? Kalau belum pesen aja, hari ini Gue traktir" kata Angga sambil duduk di samping Raihan. "Beneran kak?" Tanya Dinda "Iya".


"Waah kapan lagi kita di traktir sama KETOS sekolahan kita" imbuh Adel yang terlihat senang "Makasih kak" kata Putri "Kok tumben banget mau nraktir, kesambet setan mana Lo" tanya Rendi sedikit keheranan. "Apa salahnya sih, sekali-kali Gue juga pengen beramal. Lagian di trima aja, rejeki nggak boleh di tolak" Jawab Angga "Tapi tunggu dulu jangan-jangan Lo udah" Belum sempat Rendi menyelesaikan perkataannya Raihan sudah memotongnya "Udah ada yang mau bayarin kenapa banyak nanya"


"Cie cie" seloroh Rendi sambil menunjuk Angga. "Ada apa nih? Kok Gue berasa orang bego yaa" timpal Adel "Udah sekarang kita makan aja" kata Angga.


Mereka kini sedang menikmati makanannya masing-masing, beberapa saat kemudian "Kemana Lo" tanya Rendi "Balik" jawab Raihan singkat. "Ini anak ya, udah ada yang bayarin juga pergi gitu aja. Bilang makasih kek atau apa kek, lah ini malah nylonong aja" kata Rendi sedikit ketus karena tidak terima dengan apa yang di lakukan Raihan. "Udah biarin aja" sahut Angga. "Idiiih yang traktir aja biasa aja kenapa Lo yang sewot" ketus Adel "Iya bener tuh" sahut Dinda, mereka pun bertos ria. "Kalian!" geram Rendi.

__ADS_1


"Ya ampun kalian ini ya, Aku bilangin deh kalau lagi makan itu jangan sambil ngobrol apa lagi berantem nggak baik. Pamali" kata Putri yang sudah tidak tahan mendengar perdebatan mereka. Angga pun mengacungkan kedua ibu jarinya kepada Putri, Putri hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan.


Sedangkan di tempat lain Raihan sedang berjalan menuju kelasnya, namun pandangannya teralihkan ketika melihat Angel yang sepertinya dari toilet.


"Angel!" panggilnya namun Angel terus melanjutkan langkahnya. "Itu bocah kenapa ya?" gumam Raihan sambil mengejar Angel. Raihan terus mengikuti Angel sampai di kelasnya, Ia bergegas mengambil tas dan keluar dari kelasnya.


Namun nampaknya Angel masih belum sadar akan kehadiran Raihan.


"Woii mau minggat ya?" tanya Raihan sambil menepuk pundak Angel. "Astaghfirullah! Kaget Gue" kata Angel sambil memegangi dadanya. "Nggak usah lebay deh" kata Raihan yang kini berjalan beriringan dengan Angel.


"Lebay lebay pala Lo! Gue beneran kaget tau!" ketusnya "Tapi pertanyaan Gue belum Lo jawab" "Apa?" "Hais, anak ini kayaknya beneran ada yang nggak beres" kata Raihan sambil melipat tangannya di dada.


"Tadi Gue itu tanya Lo minggat ya?" tanya Raihan "Nggak, enak aja. Gue udah ijin" jawab Angel.


Mereka kini sudah sampai di parkiran sekolahan.


"Ijin? Emang kenapa Lo sakit ya?" tanya Raihan sambil memegangi dahi Angel "Gue nggak sakit cuma sedikit pusing aja" jawabnya. "Mau Gue anterin? Atau mau ke dokter?" "Nggak usah, Gue juga nggak perlu ke dokter pusing doang juga" "Tapi kalau Lo kenapa-napa gimana?" "Lo cerewet amat sih! Sama orang lain Lo kayak gini nggak sih heran Gue. Gue yakin Gue nggak bakal kenapa-napa" jawab Angel sedikit kesal.


"Gue cerewet cuma sama Lo doang, oiya ini buat Lo" kata Raihan sambil memberikan kantong kresek "Apaan nih? Widiiih baik banget Lo, tau aja kalau Gue laper" kata Angel sambil melihat isi kresek itu.

__ADS_1


"Kalau laper di makan dulu" "Iya makasih" Angel memakan roti yang di bawa Raihan dengan lahapnya.


"Makasih ya? Lo emang the best deh" katanya sambil terus mengunyah dan mengacungkan ibu jarinya ke Raihan. "Iya, lagian itu juga yang beli pacar Lo" jawab Raihan santai.


Uhuk uhuuk Angel tersedak karena mendengar apa yang di bilang Raihan.


"Pacar? Maksud Lo?" tanya Angel sambil menepuk-nepuk dadanya. "Minum dulu, kalau makan itu pelan-pelan" kata Raihan sambil memberikan air mineral "Iya pacar Lo Ketua OSIS kita" imbuhnya kembali.


Angel hanya membulatkan matanya "Nggak usah kaget, Lo lupa ya? Lo sendiri kan yang cerita sama Gue" kata Raihan kembali seolah-olah tau apa yang sedang Angel pikirkan.


"Gue cerita, tapi kapan" batinnya sambil mengingat-ingat kembali tapi Ia sama sekali tidak ingat kalau dirinya sudah menceritakannya pada Raihan.


"Tapi kok Dia tau banget kalau Gue lagi laper, ngasih ini semua lagi" kata Angel sambil menunjuk kresek yang berisi makanan dan minuman. "Dia nggak tau kali, tadi aja nggak nanyain Lo. Ini itu inisiatif Gue, lagian Dia juga nggak tau kalau Gue ambil makanan ini buat Lo" jawab Raihan.


"Jadi gimana Dia bisa bayarin ini kalau Lo nggak ngasih tau?" tanya Angel heran. "Tenang aja, Lo nggak usah khawatir" jawab Raihan.


Sedangkan di kantin setelah mereka semua selesai, mereka kembali ke kelas masing-masing tak terkecuali Angga dan Rendi.


"Tunggu dulu mas, jajanan di tempat saya belum di bayar" kata mbak Tuti "Loh perasaan tadi kita nggak ambil makanan dari tempat mbak Tuti" jawab Rendi "Gimana sih mas, tadi itu ada cowok ganteng, tinggi ambil jajan di sini terus bilang katanya mas Angga yang bayar" "Cowok ganteng siapa? Mbak Tuti tau namanya tidak?" tanya Rendi "Saya lupa tanya, tapi kalau di lihat-lihat sepertinya masih kelas X" "Iya udah berapa mbak" kata Angga sambil mengambil dompetnya.

__ADS_1


"100rb mas" "Apa? Banyak banget, gila" protes Rendi "Ssst udah, jangan bikin ribut. Ini ya Mbak" kata Angga sambil memberikan uangnya.


__ADS_2