Oh My Friend

Oh My Friend
05


__ADS_3

"ya udah gue ganti baju dulu" kata angel. "siap bos" timpal Dimas.


tak selang beberapa menit saja tiba-tiba ada seorang cowok yang menghampiri angel, "tolong di cek motorku, kemarin tiba-tiba mogok enggak tau apa penyebabnya" kata si cowok "iya, saya cek dulu" jawab angel yang sudah siap dengan alat-alatnya.


"loh bukannya kamu yang kemaren udah bantuin aku?" tanyanya sambil menunjuk muka angel "oh ternyata Lo kak" jawab angel sambil masih melihat motor kak Angga. ya cowok itu adalah Angga senior angel di sekolahnya sekaligus ketua OSIS.


"jadi kamu kerja disini?" "iya kak, tapi cuma iseng aja" Angga hanya manggut-manggut sambil ber"oh ria.


memang tidak ada yang tau kalau angel adalah pemilik bengkel selain para pekerja di bengkelnya dan keluarganya.


"udah jadi kak, itu motor Lo harus sering-sering di service" kata angel. "kalau gitu nanti gue sering bawa kemari" sahutnya "jangan cuma di bawa tapi juga di service" jawab angel sekenanya.


"ya udah saya ke kasir dulu" kata Angga sambil berjalan menuju kasir.


Angga yang sudah menyelesaikan pembayaran langsung menghampiri angel. "kak ngomongnya enggak usah kaku gitu ya, santai aja sama gue gini" usul angel "oke kalau kamu eh Lo maunya gitu"


"ngomong-ngomong Lo pulang jam berapa?" "bentar lagi kak emang kenapa?" "gue anterin ya?" "enggak usah repot-repot kak, gue bawa motor sendiri" "tapi lain kali mau ya gue anterin?" bujuk Angga. "kita lihat aja nanti" jawab angel sambil tersenyum manis yang entah kenapa membuat Angga terpaku melihat senyumnya.

__ADS_1


"kenapa gue jadi gini" gumam Angga lirih sambil memegang dadanya. buru-buru Angga menghilangkan perasaan itu.


"ya udah gue balik dulu" "iya kak, makasih udah mau mampir di bengkel" jawab angel sambil melihat Angga yang sudah melajukan motornya.


"kak Dimas gue pulang dulu yaa? udah kelar gini, semuanya gue serahin ke kakak seperti biasa" kata angel yang sudah berganti baju dan bersiap untuk pulang "iya santai aja pokoknya beres deh sama gue" jawab kak Dimas sambil menyombongkan dirinya. angel pun hanya terkekeh.


sedangkan di tempat lain Raihan sedang memainkan game, "maaf den bibi harus pulang dulu soalnya anak bibi di rumah sedang sakit" pamit Bi irah "ya udah bibi pulang aja, Raihan enggak papa di rumah sendiri" jawab Raihan "terimakasih den, bibi enggak lama di rumah den" "iya Bu" jawab Raihan sambil memainkan gamenya yang tadi sempat ia pause.


"yaah sendiri lagi gue, enaknya ngapain Yaa?" gumam Raihan sambil nyandarin kepalanya di sofa.


sesampainya di rumah Angel, Raihan langsung masuk dan mengucapkan salam yang di jawab oleh ART yang bekerja di rumah angel. "eh den Raihan, masuk den" "angel belum pulang bi?" "belum den, tapi sepertinya sebentar lagi sampai rumah, Aden mau minum apa? biar bibi ambilin" katanya "enggak usah bi, nanti ambil sendiri" "kalau gitu bibi tinggal dulu den" "iya" jawab Raihan yang sudah duduk di ruang keluarga.


tak lama kemudian Angel sampai dirumah, dia langsung menuju ke kamarnya. angel tidak tau kalau gerak geriknya sedari tadi di perhatikan Raihan. "baru pulang Lo?" tanya Raihan sambil melempar bantal yang ada di sofa "astaghfirullah, ngagetin aja Lo. udah lama?" tanya angel balik "gue baru aja datang, di tanya malah balik tanya kebiasaan" "hehe ya maaf, iya tadi gue mampir bengkel dulu" jawab angel sambil hendak mendaratkan bokongnya di sofa tapi langsung di sergah Raihan "ngapain Lo? mau duduk? lebih baik mandi dulu badan Lo bau!" kata Raihan sambil menutup hidungnya. "emang gue bau?" tanya angel sambil mengendus aroma badannya "ternyata bener gue bau" timpalnya lagi sambil tersenyum dan menutup hidungnya. "yaudah gue mandi dulu" "iya Sono cepetan" jawab Raihan sambil mengusir angel agar cepat-cepat pergi.


30menit berlalu "udah selesai gue, udah wangi juga" kata angel yang sudah duduk di samping Raihan. "kita main PS aja yuk?" ajak angel.


akhirnya mereka berdua bermain bersama dan juga di ikuti umpatan-umpatan dari mulut angel, sudah jadi kebiasaanya sedangkan Raihan hanya fokus dengan permainannya.

__ADS_1


"anjir kenapa gue di bantai sih!" protes angel kepada Raihan "udah main aja yang bener!" "awas njir!" celetuk angel yang di hadiahi tonyoran dari abangnya. iya bang jojo baru pulang dan langsung mendengar kegaduhan d ruang keluarga dan ternyata adiknya sedang nge-game. "cewek kok ngomongnya kasar" kata bang jojo yang sudah duduk di sofa sambil melonggarkan dasinya. "bodo amat" jawab angel sambil memegang kepalanya yang sedikit sakit.


"di bilangin juga, kamu itu cewek yang lembut sedikit kenapa sih. kapan punya cowoknya kalau ngomongnya aja masih kaya gitu" "apaan sih bang, enggak usah nyeramahin angel!" jawab angel dengan ketusnya " yah yah yahhh, angel jadi kalahkan! gara-gara Abang sih" "loh kenapa Abang yang di salahin" timpal bang jojo "Lo aja yang mainnya enggak bisa" kata Raihan sambil menaruh sticknya "dari dulu juga Lo selalu kalah" tambahnya lagi "Lo sama abang, kalian berdua enggak seru" kata angel sambil melipat tangannya di dada yang hanya di hadiahi tos ria oleh Raihan dan bang jojo.


"Lo udah lama Rai?" tanya bang jojo "udah bang" "koq Abang enggak liat mobil Lo?" "tadi jalan kaki, Deket ginih " "yaudah kalian main lagi aja, Abang mau mandi dulu" "eh bang koq enggak bareng ayah?" tanya angel yang sedang memakan snacknya "ayah pagi ada meeting sama klien jadinya Abang pulang duluan" "ooh" jawab angel.


"yaudah Abang mandi dulu, oh iya katanya bunda pulang telat" kata bang jojo yang sudah berjalan di tangga.


"Lo pasti di rumah sendirian yaa?" tanya angel "hmmm" hanya itu jawaban dari Raihan.


"Lo makan malam disini aja, pasti ayah sama bunda seneng" "iya, Lo bawel amat sih" ketus Raihan "kaya baru kenal gue aja Lo" jawab angel.


setelah beberapa saat mereka bercengkrama bunda dan ayah pulang, sedangkan bang jojo sudah selesai mandi sedari tadi.


"loh ada nak Raihan, sudah lama Rai?" tanya bunda "sudah Bun" "ya udah bunda ke kamar dulu ya? kalian sudah pada sholat belum?" "sudah Bun" jawab ke tiga orang itu yang sedang duduk sambil memakan Snack. "ya udah bunda tinggal dulu yaa"


setelah menunggu ayah dan bunda selesai mereka pun akhirnya makan malam dengan di selingi canda tawa.

__ADS_1


__ADS_2