
Orang yang sedari tadi memperhatikan Angel akhirnya melapor kepada seseorang.
"Halo tuan"
"Iya ada apa?"
"Maaf tuan, nona Angel baru saja pulang"
"Baik, tolong pak jangan di buka dulu gerbangnya"
"Anu anu ma maaf Tuan, tapi non Angel sudah masuk"
"Pak satpam bagaimana sih, kenapa di biarkan masuk" katanya sewot
"Anu itu Tuan" pak satpam menjawab dengan sangat ragu.
"Bapak kenapa banyak anu anu dari tadi, sudah katakan saja. Atau jangan-jangan bapak di ancam Angel?"
"Tidak Tuan, tapi non Angel menaiki pagarnya" jawabnya dengan nada ragu.
__ADS_1
"Apa! Dasar anak itu" geramnya.
"Iya Tuan, non Angel menaiki pagarnya. Maafkan saya karena tidak bisa mencegahnya, karena dari tadi saya hanya memperhatikan dari kejauhan" jawabnya menyesal.
"Ya sudah tidak papa, kalau begitu terimakasih sudah memberi tahu saya"
"Iya Tuan" jawabnya dan menutup segera panggilannya.
"Dasar anak itu! Tidak akan Gue biarin" geram Bang Jojo.
Angel memasuki rumahnya dengan cara mengendap-endap seperti maling, padahal situasinya sangat sepi orang di rumah sudah terlelap semua.
"Eh kenapa Gue kaya maling gini sih, ini kan rumah sendiri" gumamnya karena menyadari apa yang Ia lakukan sedari tadi. Angel langsung melenggang masuk dengan santai menuju kamarnya, tapi Ia tetap merasa was-was takut ada yang memergokinya dengan kondisi wajah babak belur. Namun Angel sangat lega saat sampai di kamarnya, Ia segera masuk dan bersenandung ria.
"Udah jam berapa ini?" katanya dengan suara cukup keras tapi Ia masih dengan posisi duduknya di sofa kamar Angel. Sedangkan yang di tanya hanya menundukkan kepalanya.
"Kalau di tanya itu di jawab! Kamu tau Abang itu khawatir , kamu cewek tapi jam segini baru pulang. Setidaknya ngasih kabar kamu punya ponsel mau buat apa!" katanya geram. Namun Angel hanya menunduk dan mengecek ponselnya yang ternyata mati.
Karena sudah merasa sangat kesal akhirnya Bang Jojo menghampirinya "Kalau di tanya itu jawab! Lihat Abang" katanya semakin geram, Angel hanya mampu menggigit bibir bawahnya dengan rasa takut Ia mengangkat kepalanya dan betapa terkejutnya Bang Jojo saat melihat wajah cantik adiknya berubah menjadi babak belur.
__ADS_1
"Ya Alloh ini mukamu kenapa?" tanyanya khawatir. "Nggak papa Bang, luka gini doang juga" jawabnya santai.
Tapi Bang Jojo masih sangat khawatir dengan kondisi adiknya itu, sehingga Ia terus mendesak Angel untuk menceritakannya sampai Ia pun lupa dengan kekesalannya.
Akhirnya Angel menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dari awal hingga akhir. Bang jojo dengan setia mendengarkan cerita Angel hingga akhir tanpa menyelanya.
"Tapi mereka nggak papa kan?" tanya Bang Jojo yang sedikit khawatir pada preman-preman itu, karena Ia sangat tau bagaimana adiknya sangat pandai dalam hal berkelahi.
"Nggak papa Bang, hanya saja mereka lebih parah dari Angel" jawabnya dengan sedikit tertawa di akhir kalimatnya. "Nggak papa katamu? kalau mereka lapor polisi bagaimana?" "Udah Bang Jojo santai aja, percaya sama Angel mereka nggak bakal berani lapor polisi" "tapi" belum sempat Bang Jojo menyelesaikan perkataannya sudah di potong Angel terlebih dahulu "nggak ada tapi tapian Bang Jojo cukup percaya sama Angel mereka nggak bakal lapor polisi" "Baiklah" jawabnya namun masih ada rasa khawatir.
Melihat raut wajah Abangnya yang masih khawatir Angel kembali berkata "Mereka yang nyerang Angel dulu, kalau toh mereka lapor polisi atas tuduhan penganiayaan Angel bisa balik nuntut mereka. Jadi Abang nggak usah khawatir lagi yaa" katanya meyakinkan sang Abang. Bang Jojo hanya tersenyum membalas ucapan adiknya itu.
"Sini Abang obatin lukanya" katanya sambil menuju sofa yang tadi Ia duduki. "Aduuh Abang Gue baik banget sih, tapi nggak perlu Bang, tadi udah di obatin sama Raihan" jawabnya sambil mendekati Abangnya.
"Berarti tadi kamu pergi sama Raihan?" "Aduuh Abang gimana sih Angel tadi kan udah cerita semuanya, berarti tadi Abang nggak nyimak sama cerita Angel. Gini ya Bang Angel ceritain lagi secara garis besar, tadi Angel itu abis ketemu sama temen tapi bukan Raihan terus pas pulang ketemu deh itu sama preman" jawabnya sambil melepas jaket yang Ia pakai.
"Jadi kamu nggak pergi sama Raihan? Terus habis ketemu siapa?" tanya Bang Jojo penasaran "kepo" jawabnya dengan nada sedikit mengejek. "Abang cuma penasaran aja, pengen tau gitu. Sama Abang sendiri kok pelit" katanya sedikit kesal. "Itu sama aja Bang, kepo ya tetep kepo. Intinya sekarang belum saatnya Abang tau, nanti kalau sudah saatnya Angel kasih tau deh" katanya meyakinkan sang Abang.
"Tapi ada yang aneh jangan jangan kamu abis ketemu sama pacar yaa? makanya. nggak mau kasih tau Abang, kalau cuma temen pastikan langsung cerita nggak perlu nunggu waktu yang tepat" katanya tepat sasaran. Namun Angel tidak menghiraukan perkataan Bang Jojo. "Terserah deh" jawab Angel.
__ADS_1
"Oiya besok Abang free kan?" katanya mengalihkan pembicaraan. "Emang kenapa?" "Angel mau minta tolong eh tepatnya minta bantuan Abang. Besok Abang bantuin Angel sama kak Dimas yaa?" "Bantuin ngapain dulu nih? kalau minta bantuan itu ngomongnya jangan setengah-setengah" "Iya lihat aja besok, pokoknya Angel minta besok siang Abang benar-benar bantuin Angel. Titik. Nggak ada penolakan" kata Angel final. Sedangkan Bang Jojo hanya pasrah dengan permintaan adiknya.
"Ya sudah sekarang kamu tidur, urusan besok gampang di atur. Itu muka jangan sampai Ayah Bunda lihat, kalau mereka tau bisa habis kamu" kata Bang Jojo sambil beranjak meninggalkan adiknya. "Iya Bang Jojo tenang saja" jawabnya dengan santai.