Oh My Friend

Oh My Friend
33


__ADS_3

Hari semakin larut namun Angel masih berada di bengkel, hingga Ia teringat akan sesuatu.


"Oh ya ampun kenapa Gue sampai lupa" katanya sambil mengambil ponselnya yang berada di atas meja.


Buru-buru Angel langsung menghubungi Bunda namun tak kunjung di jawab hingga beberapa kali. "Ayolah Bun, di angkat" gumamnya sambil terus menghubungi Bundanya.


Akhirnya Ia beralih menghubungi Abangnya, tidak menunggu lama panggilannya pun langsung di jawab.


"Halo Bang"


"Halo, kamu dimana? Udah jam segini kenapa belum pulang?"


"Aduh sabar Bang, ini Angel mau ngabarin. Angel lagi di bengkel, bilangin ke Bunda nggak usah khawatir. Mungkin Angel pulangnya agak malem, soalnya masih sibuk. Tadi Angel udah telpon Bunda tapi nggak di jawab"


"Ngomongnya panjang banget, emangnya sibuk ngapain? Biasanya juga nggak"


"Intinya Angel sibuk, bilang aja ke Bunda ya. Kalau gitu udah dulu ya Bang. Daah"


Panggilan pun di matikan, padahal Jojo belum sempat menjawab lagi.


"Beres deh, kalau gitu sekarang kita lihat siapa yang ngirim begitu banyak pesan" gumamnya sambil mengecek pesan masuk. Belum sempat Ia melihat semua isi pesan itu, tiba-tiba ponselnya mati.


"Sialan! Malah mati, mana nggak bawa charger. Untung tadi udah ngabarin orang rumah" Gerutunya tapi dengan nada sedikit lega.

__ADS_1


Di lemparlah ponselnya ke atas sofa, begitu pun dirinya yang langsung ikut terhempas di sofa itu.


Sesekali Ia memejamkan matanya, karena kantuk yang Ia rasakan sedari tadi. Tak terasa matanya terpejam dan Ia pun terlelap, walau Ia sedang merasakan lapar tapi rasa kantuknya mengalahkan rasa laparnya.


Cukup lama Ia terlelap hingga ada sesuatu yang mengusiknya, pada saat Ia membuka mata dan menengok kearah samping.


"Astaghfirullah! kaget Gue, bikin jantungan aja Lo. Gue kira Lo demit" ucapnya sambil memegangi dadanya. "Ngawur! Mana ada demit ganteng kaya gini" balasnya sambil menyisir rambutnya kebelakang. "Sialan Lo! PD amat" kata Angel sambil melempar bantal ke muka Raihan, sedangkan yang di terkena lemparan hanya tertawa saja.


"Ngomong-ngomong kok Lo tau Gue disini?" tanya Angel "Tau lah, Lo lupa Gue kan bisa tau keberadaan Lo dimana. Tapi dari pada itu kenapa itu pintu depan Lo biarin ke buka, kalau ada maling gimana coba" jawabnya "Kaya dukun aja Lo, kalau ada maling ya Gue tangkap lah. Lagian disini siapa yang berani mau masuk orang ada CCTV-nya jadi kalau ada yang masuk Gue tau" jawab Angel sambil menunjuk monitor yang ada di atas meja kerjanya.


"Tapi buktinya Gue masuk Lo nggak tau" kata Raihan "Yee itu beda cerita" jawab Angel tak mau kalah. "Sama aja kali" timpal Raihan.


"Lo kesini bawa makanan nggak?" tanya Angel sambil melihat sekeliling Raihan "Nggak lah. Emangnya Gue kesini mau piknik" jawab Raihan ketus "Gue laper nih" kata Angel sambil memegangi perutnya. "Ya makanlah" "Kalau ada makanan juga Gue udah makan kali, lagian Gue mau keluar males mau order hp mati" "Itu derita Lo!". Angel hanya mendengus kesal mendengar jawaban Raihan.


"Gue nggak perlu nanya, Gue udah tau" "Masa?" tanya Angel meledek "Gue bilangin ya, paling-paling Lo itu sok jadi pahlawan kesiangan terus malah akhirnya Lo yang terluka" jawab Raihan tepat "Wow hebat Lo beneran kaya dukun, tapi bukan pahlawan kesiangan ya inget itu baik-baik" kata Angel sedikit menekan intonasinya.


"Katanya laper jadi makan nggak? Mau order atau makan di luar?" tanya Raihan "Jadi jadi, tapi makan di luar aja" jawab Angel antusias. "Oke".


Angel langsung membereskan barang-barangnya. "Lo naik mobil atau motor?" tanya Angel "Motor" jawab Raihan singkat "Oke, Gue bonceng Lo aja kalau gitu. Nggak boleh nolak" kata Angel memutuskan secara sepihak. "Terserah" jawab Raihan ketus.


Mereka akhirnya meninggalkan bengkel dan pergi mencari makan. Tibalah mereka di taman kuliner, di sini ada banyak jenis makanan yang di jual. Raihan memarkirkan motornya.


"Mau makan apa Lo?" tanya Raihan yang kini sudah mulai memasuki area taman kuliner itu "Gue makan nasi goreng aja" Jawab Angel sambil mendekati penjual nasi goreng "Ya udah Lo pesen aja, tapi Gue nggak makan" kata Raihan.

__ADS_1


Angel pun memesan makanannya, cukup lama menunggu pesanannya karena memang cukup ramai pembelinya.


Pesanan Angel pun datang.


"Akhirnya datang juga" kata Angel yang langsung menyantap makanannya. "Kok ada dua Gue kan nggak makan?" tanya Raihan "Siapa bilang ini buat Lo, ini buat Gue lah" jawab Angel sambil terus mengunyah makanannya.


Angel makan dengan begitu lahapnya "Makan itu pelan-pelan, kalau kesedak baru tau rasa" baru saja Raihan diam Angel langsung terbatuk-batuk "Uhuk uhuk" "Nah kan Gue bilang apa, minum nih" kata Raihan sambil memberikan air minum.


Angel menerimanya dan langsung meminumnya, setelah itu mereka sibuk dengan ativiasnya masing-masing.


"Makannya bisa cepet nggak?" "Hei! Tadi bilang pelan sekarang cepat yang bener aja Lo" gerutu Angel. "Ini udah malem tau, Minggu depan kita udah mulai ulangan. Apa Lo nggak belajar?"


"Nggak" jawab Angel kesal "Kenapa?" "Nggak usah nanya deh, kepo amat idup Lo"


Cukup lama mereka terdiam Angel pun mulai berbicara kembali. "Lo masih inget nggak kejadian waktu masih SMP?" tanya Angel "Apa?" jawab Raihan sekenanya. "Dari dulu Gue itu kan terkenal jenius tapi Gue selalu kalah sama Lo, katanya si jenius kalah sama si batu es" kata Angel "Terus?" jawab Raihan.


"Dengerin dulu jangan di potong ceritanya, nah waktu itu Gue pengen banget ngalahin Lo, Gue belajar mati-matian sampai akhirnya Gue malah mimisan dan sakit" "Itu Lo aja yang salah, belajar itu nggak kaya dalang yang semalam suntuk selesai" timpal Raihan "Tapikan" "Udah jangan di potong dulu, lagian nih ya. Alloh itu ngasih Lo otak sudah sangat baik, tapi Lo aja yang gunainnya salah. Apa lagi Lo belajar niatnya udah salah mau ngalahin Gue akibatnya nggak kaya apa yang Lo arepin. Punya otak itu Lo manfaatin buat yang baik-baik" kata Raihan sambil menjentikkan jarinya di dahi Angel.


"Makannya udah kan? Kita balik, udah malem" kata Raihan sambil beranjak dari duduknya.


Mereka pun pulang bersama, tak lupa Raihan mengantarkan Angel sampai rumah dengan selamat.


"Udah sampai, buruan masuk gih. Jangan lupa kabarin itu pacar Lo, dari tadi Dia nanyain Lo Mulu" kata Raihan "Iya, makasih udah selalu ada buat Gue" jawab Angel "Iya" kata Raihan sambil mengacak-acak rambut Angel.

__ADS_1


__ADS_2