Oh My Friend

Oh My Friend
32


__ADS_3

Sampailah mereka di bengkel.


"Dia kenapa?" tanya kak Dimas yang melihat Angel baru saja tiba di bengkel. "Kak, kalo ngirim anak buah itu yang berguna sedikit" jawabnya "Emangnya kenapa? Dia bikin masalah?" tanyanya bingung "Hais, tanya sendiri sama anak buah Lo" mendengar perkataan Angel, Dimas semakin bingung.


"Dia kan anak buah Lo" kata kak Dimas sambil mengikuti Angel. "Mulai besok suruh tuh karyawan yang nggak bisa bawa motor gede buat latihan" "Apa hubungannya sih? Jangan bikin Gue bingung" "Haha nggak usah bingung kak, Dia kerjanya bagus cuma tadi pas mau balik bengkel Gue suruh tuh bawa motor Gue eh dianya malah ternyata nggak bisa" kata Angel sambil cekikikan.


"Ya ampun gitu doang Gue kira ada apa, tapi kenapa Dia kelihatan pucet gitu. Atau jangan-jangan Lo ancem ya?" tanya kak Dimas "Nggak Gue apa-apain, tadi cuma Gue ajak Dia seneng-seneng" jawabnya ambigu.


Dimas hanya diam mengartikan apa yang di katakan Angel.


"Kak gimana laporan bulan ini?" tanya Angel yang kini sudah berada di ruangannya. "Oh iya, ini udah Gue siapin. Ini laporan pemasukan dan pengeluaran selama sebulan ini" jawabnya sambil menyerahkan laporan-laporan itu.


"Oke, Gue cek dulu. Oiya kak bisa buatin Gue kopi" kata Angel sambil membuka laporan keuangan. "Tumben banget Lo ngopi biasanya juga minum jus" "Udah bikinin aja, intinya Gue minta tolong sama Lo bikinin kopi yang nggak bikin ngantuk" kata Angel yang kini menatap kak Dimas. "Oke, Lo tunggu aja"


Setelah kepergian Dimas, Angel meneruskan pekerjaannya tak lupa Ia melepas jaket yang Ia pakai.


"Ini kopinya" kata Dimas sambil meletakan kopi di meja Angel. "Makasih kak, Lo emang terbaik" Angel sambil mengacungkan jempol.

__ADS_1


"Tunggu dulu, tangan Lo kenapa?" tanya Dimas sambil meraih tangan Angel. "Ini emmb cuma ada luka kecil kok" jawabnya sambil menarik tangannya. "Luka kecil kok sampai di perban gitu, kemaren juga muka Lo kenapa babak belur? Lo di bully atau di apain orang gitu" "Lo ada-ada aja kak, siapa sih yang berani sama Gue" jawabnya sambil berjalan menuju wastafel.


Angel mencuci mukanya dan Ia kembali berkata "maksud kak Dimas luka ini, ini Gue dapet karena preman-preman kroco sedangkan yang ini karena jambret kurang ajar" katanya santai sambil menunjuk muka dan tangannya.


Mendengar penjelasan Angel, Dimas hanya geleng-geleng kepala pasalnya Ia begitu santai menceritakan insiden yang menurut Dimas begitu berbahaya.


"Udah nggak usah bahas luka Gue, yang terpenting Lo nggak cerita sama Bunda dan Ayah. Oh iya karena pemasukan kita bulan ini cukup banyak Gue pengen mereka semua di kasih bonus" kata Angel yang sekarang sudah kembali duduk.


"Siap boskuuh, Gue ma nurut aja sama Lo" kata Dimas semangat "Kak, Lo nggak pengen ganti motor gitu? Itu motor kan udah lama banget" tanya Angel "Masih belum perlu, lagian itu juga masih bisa di pakai" jawabnya "Apa mau Gue beliin?" "Nggak usah, lagian selama ini Gue udah banyak ngrepotin Lo" jawabnya.


"Idiiih apaan sih kak, Gue nggak becanda loh. Mau nggak?" bujuk Angel "Nggak usah, kalo Gue niat beli juga bisa. Gaji dari Lo kan banyak, cuma Gue lagi nabung pengen beli rumah kasihan Ibu harus tinggal di kontrakan terus" katanya panjang "Oh gitu ya?" gumam Angel lirih.


Angel melepas kaosnya dan hanya mengenakan tank top, Ia menghampiri samsak nya dan mulai berolahraga.


Sedangkan di tempat lain sebuah mobil telah terparkir di sebuah rumah yang begitu besar.


"Non kita sudah sampai" kata pak Juned, tak ada jawaban dari nona mudanya itu. Tapi pak Juned sudah tidak asing lagi karena memang nonanya itu selalu seperti itu.

__ADS_1


Pak Juned melihat dari spion depan ketika Anggi mengangkat tasnya, Ia merasa bingung pasalnya tadi tasnya sudah raib di bawa jambret. Pak Juned tersenyum dan langsung berkata "Tadi ada orang baik yang mengembalikannya"


Anggi langsung keluar mobil dan menuju masuk rumah, Ia bergegas memasuki kamarnya. Ia segera membuka tasnya siapa tau ada yang hilang tapi ternyata semuanya masih ada dan ada sebotol susu.


Ia mengambil botolnya dan melihat ada kertas yang menempel, di lihatnya ternyata ada catatannya.


Hai salam kenal ya


Maaf tidak sopan tapi karena tadi kamu tertidur jadi aku cuma bisa nulis ini


Semoga kita bisa bertemu lagi dan bisa berteman


Salam A


Begitulah isi notice nya Anggi hanya membaca dan langsung menaruhnya di atas meja.


Waktu begitu cepat berlalu tanpa di sadari kini hari sudah sore, Angel masih berada di bengkel. Setelah Ia melatih tinjunya, Ia kini sedang duduk sambil mendengarkan musik yang Ia putar begitu kerasnya. Hingga Ia pun tidak mendengar ada banyak pesan dan panggilan yang Ia abaikan.

__ADS_1


"Udah sore, Lo nggak pulang?" tanya Dimas sambil mematikan musiknya. "Gue mau di sini dulu, kalau Lo mau pulang pulang aja dulu" jawabnya. "Ya udah Gue pulang, anak-anak juga udah balik semua. Jangan lupa kalau mau pulang bengkel di kunci, itu udah Gue tutup tinggal di kunci aja. Oh iya anak-anak juga bilang makasih karena udah di kasih bonus" kata Dimas "Iya" jawab Angel singkat.


__ADS_2