Oh My Friend

Oh My Friend
34


__ADS_3

Keesokan harinya.


Tok tok tok!


"Maaf non, di bawah ada yang menunggu" kata Bi Sarmi dari balik pintu. "Iya Bi, bentar lagi Angel selesai" jawabnya dari dalam kamar. "Oh iya lupa" gumamnya sambil mencari masker di laci mejanya.


Angel bergegas turun dan di lihatnya ternyata Angga sudah menunggunya.


"Loh kak, kok kesini?" tanyanya "Iya, Aku jemput kamu" jawabnya "Padahal Angel bisa berangkat sendiri" "Masa jemput pacarnya nggak boleh?" "Boleh sih, tapi" belum sempat Angel menyelesaikan ucapannya Bundanya sudah memotongnya "Loh nak Angga, jemput Angel ya?" tanyanya ramah "Iya Tante"


"Kalau gitu kita sarapan bareng sekalian yuk?" ajak Bunda "Nggak usah Bun, Angel sama kak Angga langsung berangkat aja" jawab Angel cepat "Loh emang kenapa? Masih pagi juga" "Nggak papa Bun, nanti kita sarapan di sekolahan aja. Iya kan kak?" tanya Angel sambil melihat Angel "Iya Tante kapan-kapan aja"


"Ya udah, tapi Angel kamu kenapa pakai masker? Kamu sakit?" cemas Bunda sambil memegang dahi Angel "Nggak Bun, Angel hanya lagi pilek doang. Bunda nggak usah khawatir oke, Angel berangkat dulu. Ayo kak Kita berangkat" kata Angel sambil mencium tangan Bundanya dan langsung menyeret Angga keluar rumah.


Sesampainya di luar rumah, "Kamu beneran nggak papa kan? Apa perlu kita ke rumah sakit?" cemasnya "Ya ampun, Angel nggak papa kak cuma pilek doang kok." Jawabnya "Tapi udah minum obat belum?" "Udah, kakak tenang aja? Nggak usah lebay gitu Angel itu kuat" jawabnya sambil mengangkat tangannya.


"Ya udah sekarang kita berangkat" ajaknya sambil menuju mobilnya "Iya, tapi tunggu dulu kak" jawab Angel. Ia langsung mengambil ponselnya yang ada di dalam saku jaketnya.


"Halo"


"Halo"


"Lo nggak usah ke rumah, gue udah berangkat"

__ADS_1


"Siapa juga yang mau ke rumah, nggak usah ke PD an. Lagian Gue juga baru selesai mandi" jawab Raihan bohong padahal Dia sudah berada di depan rumah Angel.


"Syukurlah kalau gitu"


Panggilannya pun selesai.


"Telpon siapa?" tanya Angga sambil memberikan helm untuk Angel "Telpon Raihan" jawabnya singkat. Mereka pun bergegas menuju sekolahan.


Saat mereka meninggalkan pekarangan rumah Angel dari kejauhan nampak Raihan memperhatikan mereka. Ia tersenyum namun seperti menahan sesuatu "Kenapa Gue kaya gini, harusnya Gue bahagia melihat Angel bahagia" gumamnya sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.


Belum sampai di sekolahan namun tiba-tiba Angel menepuk bahu Angga sambil berkata "Berhenti kak" Angga langsung menepikan motornya "Ada apa?" tanyanya "Angel turun di sini aja kak" jawabnya sambil turun dari motornya "Ini kan belum sampai" herannya "Angel cuma nggak mau orang-orang tau kalau Angel berangkat bareng kakak"


"Kalau mereka tau emangnya kenapa?" "Angel nggak mau aja jadi gosip. Lagian Angel juga nggak mau di ganggu sama fansnya kak Angga yang lebay-Lebay itu" katanya jujur.


"Hahaha" Angga hanya tertawa mendengar perkataan Angel "Kenapa ketawa? Ada yang lucu? Gue itu serius tau" katanya sedikit kesal "Iya, Kamu lucu banget sih. Harusnya Aku yang takut sama fans kamu itu, Mereka masih sering ngirim bunga sama cokelat?" tanyanya "Loh kok tau?" kaget Angel. Angga tidak menjawabnya Ia malah terus tertawa cekikikan.


Baru juga sampai di parkiran tiba-tiba ada beberapa siswa yang membawa bunga dan cokelat. "Angel ini buat Lo" kata mereka bersama-sama sambil memberikan apa yang mereka bawa.


Angel hanya memandang tanpa ada niat untuk menerimanya. Tapi tepukan dari bahunya membuat Dia melihat kebelakangnya, Angga hanya tersenyum sambil mengangguk seperti memberi isyarat bahwa udah terima aja, rejeki nggak boleh di tolak. Angel yang mengerti lantas langsung menerimanya "Terimakasih, tapi lain kali tidak usah repot-repot" katanya sambil tersenyum.


Lantas mereka pergi meninggalkan Angel dan Angga yang masih di parkiran.


"Tuh kan belum apa-apa juga mereka ngasih cokelat sama bunga, padahal pacarnya ada disini" katanya sedikit meledek Angel "Apaan sih kak, lagian mereka juga nggak tau kakak pacar Angel" jawabnya sedikit malu.

__ADS_1


"Apa Aku kasih tau aja ya?" katanya dan tiba-tiba "Woi dengerin ya? Kalian harus tau kalau Angel itu pacar Gue" teriaknya namun Angel langsung menyikut perut Angga. "Apaan sih kak nggak lucu tau!" kesalnya. "Aduh jahat banget sih, sama pacar sendiri kok gitu" katanya sambil mengusap perutnya yang sedikit ngilu. "Bodo!" jawab Angel dan langsung meninggalkan Angga. "Tungguin" kata Angga sambil mengejar Angel.


Ternyata di parkiran yang masih cukup sepi ada seorang siswa yang mendengarkan perkataan Angga "Apa jadi mereka sekarang pacaran? Bisa jadi berita heboh" gumamnya sambil mengambil ponselnya dan mengetik sebuah berita di forum sekolahnya.


Bel masuk berbunyi semua murid masuk kelasnya masing-masing.


Seorang guru sudah masuk kedalam kelas, Ia melihat ada seorang muridnya yang sedikit berbeda dari teman-temannya.


"Itu yang pakai jaket dan masker tolong di lepas dulu, ini sekolahan ya bukan rumah. Jadi tolong taati peraturan sekolahan kalau mau bersikap sesuka hati nggak usah sekolah" katanya dengan intonasi yang tinggi. Angel yang merasa pun akhirnya membuka jaketnya dan masker, tidak ada yang berani berkata mereka semua diam karena memang guru itu terkenal killer.


"Pak, boleh tidak saya tidak membuka masker saya. Karena saya sedang flu takut menulari yang lainnya" kata Angel dengan nada sedikit di buat-buat supaya mirip orang yang sedang flu. "Kalau begitu, iya saya bolehkan karena kamu sedang sakit tapi lain kali tidak boleh. Itu untuk kalian semua tidak terkecuali." jawabnya tegas.


Putri yang curiga tidak mempercayai Angel begitu saja "Kamu nggak lagi sakit kan? Aku tau kamu sedang berbohong" bisiknya "Sst! Jangan keras-keras nanti yang lain dengar. Nanti Gue ceritain" jawabnya sambil berbisik. Putri hanya mengangguk, mengiyakan perkataan Angel.


Tak terasa bel istirahat berbunyi Angel langsung memakai jaketnya kembali.


"Lo mau ikut nggak? Gue mau ke UKS" kata Angel yang sudah berdiri "Iya aku ikut" jawab Putri bergegas mengekor Angel.


Sesampainya di UKS Angel langsung melepas masker dan jaketnya tak lupa Ia juga menggulung baju seragamnya. Putri yang melihat keadaan Angel lantas terkejut.


"Kamu kenapa? Mukamu tanganmu?" tanyanya syok "Muka Gue ini oleh-oleh karena pulang malem kalau tangan oleh-oleh kemaren pulang cepet" jawabnya santai. "Ya ampun bisa gitu ya? kaya abis berantem gitu" tanya Putri lagi yang masih belum puas dengan jawaban Angel. "Iya begitulah" jawab Angel "Ha! serius?" tanya Putri yang tidak percaya. Angel hanya tersenyum.


"Udah jangan banyak tanya, bantuin Gue ganti perbannya. Gue nggak bisa sendiri" katanya memelas. Dengan telaten Putri membantu Angel mengganti perbannya.

__ADS_1


"Ya ampun ini dalem lukanya" kata Putri "Segitu doang juga, Lo jangan bicara sama orang lain yaa? Yang tau cuma Lo sama Raihan" jawab Angel "Iya, pantes pakai baju lengan panjang biasanya juga pendek" timpal Putri yang masih sibuk dengan perbannya.


"Oke udah selesai, kekantin yuk?" ajak Putri "Ayok" jawab Angel semangat. Tak lupa Ia juga memakai masker dan jaketnya kembali.


__ADS_2