
"Lo nggak papa?" tanya Angel saat mereka berhasil keluar dan menjauh dari toilet itu. Yang di tanya hanya mengangguk namun Ia masih terisak. "Sini Gue liat muka Lo" kata Angel kembali sambil mengangkat wajah Anggi. "Ya ampun Lo terluka, kaya gini Lo bilang nggak papa. Lo tunggu di sini sebentar Gue beli obat" kata Angel dan bergegas meninggalkan Anggi. Tak butuh waktu lama Angel kembali dengan salep anti perih dan plester.
"Di tahan ya, ini cuma perih sedikit kok" kata Angel, dengan berhati-hati Ia mengobati Anggi. "Sudah selesai, itu tadi siapa temen?" tanya Angel namun Anggi enggan menjawabnya. Angel hanya mendesah karena yang di tanya hanya diam saja. "Kenapa nggak Lo kawan sih, Gue rasa mereka ngebully Lo udah dari dulu ya? Harusnya Lo laporin atau gimana biar mereka nggak menjadi-jadi" tetap saja tidak ada jawaban. "Hais kalau gitu Lo kesini sama siapa? Gue anterin" kata Angel yang di angguki Anggi.
Mereka berjalan mendekat kearah mobil yang terparkir. "Loh mang Juned?" teriak Angel saat melihatnya. "Loh neng Angel, disini juga? Kok bisa ketemu Non Anggi?" tanyanya. "Oh tadi ketemu di toilet, tadi juga dia lagi di" kata-kata Angel terputus saat tiba-tiba Anggi menatapnya dan menggelengkan kepalanya, sepertinya Ia tidak mau siapa pun tau kalau dirinya di bully. Angel hanya tersenyum dan mengangguk paham akan apa yang Anggi inginkan.
"Di apa neng?" tanya mang Juned "Di apa sih mang, oh iya tadi Anggi terpeleset saat di toilet kepalanya menghantam wastafel. Tapi mang Juned nggak usah khawatir udah Angel obatin kok" kata Angel dengan riangnya. "Kalau gitu makasih ya neng, neng selalu bantuin kita" ucap mang Juned. "Kebetulan aja mang, oh iya ini buat Lo. Siapa tau Lo butuh bantuan Gue" kata Angel sambil menyodorkan kartu namanya kepada Anggi.
"Kalau gitu Angel duluan ya Mang" pamit Angel "Iya neng sekali lagi terimakasih dan hati-hati di jalan" jawab Mang Juned.
Seperginya Angel dari sana Mang Juned membuka suara "Dia baik ya non, Mang Juned berharap non Anggi bisa berteman baik dengan neng Angel" kata Mang Juned sambil menatap kepergian Angel, entah mengapa Anggi merasa ingin mengetahui banyak tentang penolongnya itu namun Ia masih takut untuk membuka hatinya.
Sedangkan Angel kini sedang menuju bengkelnya, sesampainya di sana Ia di sambut karyawan yang hanya sekedar menyapa bos mereka. Angel langsung menuju ruangannya, namun sepertinya Ia sedang mencari seseorang. "Dia kemana sih" gumamnya sambil terus melangkahkan kakinya.
Angel langsung duduk di kursinya dan mengambil benda pipih yang sedari tadi ada di tasnya. Angel langsung memanggil seseorang yang sedari tadi Ia cari.
"Halo"
"Lo dimana kak?" tanyanya tanpa basa basi.
__ADS_1
"Gue ada di bengkel" jawabnya
"Gue tau Lo di bengkel, maksudnya sekarang Lo sedang apa?"
"Oh, Gue lagi ngecek barang di gudang"
"Oke" jawab Angel setelah mendengar perkataan Kak Dimas Ia langsung mematikan panggilannya.
Sedangkan Dimas bingung dengan apa yang di lakukan Angel. "Ini anak kenapa kok nggak jelas banget" ucapnya sambil memandangi ponselnya yang telah mati. Namun Ia tidak mau ambil pusing dan kembali kepada pekerjaannya.
Tidak lama berselang Angel datang ke gudang. "Gimana ada yang bisa Gue bantu?" tanyanya yang kini sudah berdiri di samping Dimas. "Astaghfirullah ngagetin aja Lo, kalau datang ngeluarin suara kek. Ini tiba-tiba aja udah di sini, kaya setan aja Lo" celoteh Dimas sambil mengambil buku yang tadi Ia jatuhkan karena terkejut akan kedatangan Angel.
Saat Angel sedang melihat stok Dimas terus mengikutinya. "Tapi ngomong-ngomong ini baru jam berapa? Kok Lo udah di sini. Atau jangan-jangan Lo minggat ya?" tanya Dimas menyelidik. Angel menghentikan aktivitasnya dan memandang Dimas "Gue itu anak teladan ya, terus kakak ketimbang ngikutin Angel terus mending Lo duduk aja. Lo tenang aja kalau kaya gini doang Gue juga bisa" kata Angel dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Oke oke" jawab Dimas sambil mencari tempat duduk yang nyaman.
Tidak lama kemudian Angel menghampiri Dimas. "Nih udah kelar" kata Angel sambil memberikan bukunya "Loh kok cepet banget, Gue duduk juga baru sebentar. Tapi kalau kaya gini terus Gue mah seneng-seneng aja" ucap Dimas sambil memeriksa kembali catatan yang di buat Angel. "Itu si maunya Lo, kalau kaya gitu buat apa Gue gaji Lo" kata Angel yang kini ikut duduk dengan Dimas.
"Udah hampir jam makan siang" kata Angel kembali sambil menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Oh iya" sahut Dimas yang ikut melirik jamnya.
__ADS_1
"Bilangin sama anak-anak nggak usah beli makanan, biar Gue yang beli aja" ujar Angel sambil berdiri dan berjalan meninggalkan Dimas "Eh serius?" teriak Dimas karena Angel sudah menjauh. Angel pun membalas dengan teriakan yang tidak kalah keras "Iya!!!"
Angel segera mengambil dompetnya dan bergegas pergi meninggalkan bengkelnya. "Loh nggak bawa motor?" tanya Dimas saat mereka bertemu di depan dan nampak Angel sedang menunggu taksi. "Kalau Gue bawa motor nanti malah mereka nggak jadi makan" jawab Angel sambil menunjuk karyawannya yang sedang bekerja. "Lo udah bilang sama mereka kan?" tanya Angel "Belum, ini baru mau ngomong" jawab Dimas sambil menggaruk kepalanya.
"Oke, Gue pergi dulu ya. Taksinya udah sampai" kata Angel dan masuk ke dalam taksi.
"Gimana Lo nggak di sukai karyawan Lo kalau hati Lo itu baik" gumam Dimas saat melihat taksi yang di tumpangi Angel pergi.
Cukup lama Angel berada di jalan Ia sedikit mencari restoran atau kafe yang di pikir makanannya enak, Ia tidak ingin memberikan makanan untuk karyawannya yang Dia sendiri saja tidak suka namun malah di berikan kepada karyawannya.
"Pak berhenti di depan ya?" katanya pada supir taksi itu "Baik" jawabnya sambil mengangguk. Saat mobil sudah berhenti Angel akan keluar namun Ia kembali berkata pada supir taksi itu. "Pak mau nggak nungguin?" tanya Angel "Boleh non" jawabnya ramah "Tapi kaya nya saya bakalan lama" ucapnya kembali "Iya nggak papa non"
Setelah mendapat persetujuan dari supirnya Angel segera turun dan memasuki kafe. Angel langsung menuju kasir. "Selamat siang kakak, ada yang bisa saya bantu?" tanya kasir ramah. "Oh iya mbak, saya mau pesen makanan sama minuman tapi di bungkus" jawab Angel sambil melihat daftar menu yang ada. "Untuk makanannya saya pesan yang ini dan minumannya yang ini, oh iya mbak buat 25 porsi ya" tunjuk Angel pada daftar menu "Oh baik kakak, silahkan kakak menunggu terlebih dahulu"
Angel menunggu cukup lama namun makanan belum juga jadi karena memang sekarang sudah masuk jam makan siang sehingga kafenya pun cukup rame.
Saat Angel pergi ke toilet ternyata ada dua orang yang mengamatinya "Bukannya itu bocah yang tempo hari?" tanya pria itu pada temannya "Ia bener, kita cari kemana-mana nggak ketemu malah akhirnya ketemu juga" jawabnya dengan senyum jahatnya. "Lebih baik kita laporkan ke bos saja dulu"
Mereka langsung mengabari bosnya, dan tidak lama bos mereka datang. "Dimana dia?" tanyanya saat Ia sudah tiba
__ADS_1