
"Udah hampir bel Lo mending balik kelas" kata Angel yang sudah selesai memakan rotinya. "Oke, nanti kalau udah sampai rumah kabarin Gue ya" jawab Raihan "Iya"
"Hati-hati" kata Raihan sambil mengacak rambut Angel. "Iya iya" jawab Angel yang kini sudah memakai helmnya.
Baru menyalakan motornya tiba-tiba hp Angel bergetar. Di lihat hpnya dan ternyata Angga yang memanggilnya.
"Siapa?" tanya Raihan yang melihat Angel tak mengangkat telponnya. "Angga" jawabnya singkat "Angkat aja, siapa tau penting" suruh Raihan, Angel hanya menggangguk.
"Halo, ada apa kak?"
"Kamu dimana? Aku tadi nggak lihat kamu di kantin?"
"Gue lagi di parkiran, kenapa?"
"Nggak papa sih, tapi kenapa kamu di parkiran? Ini kan sudah hampir bel masuk?"
"Gue mau pulang"
"Kamu sakit? Mau aku anterin"
"Aduh nggak usah, lagian Gue nggak sakit. Udah dulu ya kak"
"Iya, kamu hati-hati. Kalau udah sampai kabarin"
"Oke"
Akhirnya panggilannya pun di matikan.
"Ada apa?" tanya Raihan "Nggak papa, ya udah Gue balik dulu. Lo cepetan balik kelas" "Iya"
Angel pun meninggalkan pekarangan sekolahan, Ia melajukan motornya dengan kecepatan penuh karena memang jalan yang Ia lalui sangat sepi dari kendaraan.
Sampailah di suatu tempat, bukannya Dia pulang malah Dia pergi ke danau yang tadi pagi sempat Ia singgahi.
Ia menghirup udara di sekitarnya yang cukup sejuk itu, Dia mengelilingi danau dan menemukan sebuah gazebo.
"Wah ternyata ada gazebonya, bisa buat Gue tidur sebentar nih" gumam Angel sambil mulai merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
Belum sempat Ia memejamkan matanya terdengar kegaduhan yang mengganggu pendengarannya.
"Jambret jambret, tolong ada jambret" teriakan seorang lelaki yang terdengar Angel.
"Hais baru juga mau tidur udah di ganggu" geram Angel sambil mendudukkan tubuhnya, di lihatnya ada seorang laki-laki yang sedang mengejar laki-laki lain. "Waah waktunya Angel beraksi nih" kata Angel sambil melepas jaketnya.
Bukk!
"Sialan! Keluar Lo!" teriak si jambret yang terkena lemparan batu dari Angel. Angel pun keluar dari balik pohon yang cukup besar.
"Sialan! Berani beraninya Lo ya" kata si jambret geram. "Yang berani itu Lo, siang-siang gini nyolong. Cari duit itu yang halal" kata Angel dengan tersenyum sinis.
"Banyak bacot!" Jambret itu menyerang Angel namun dengan mudahnya Angel menghindar dan membalasnya.
"Cuma segini?" ledek Angel "Sialan!"
Buk buk buk terdengar baku hantam antara Angel dengan jambretnya, namun Ia kalian juga tau pasti yang menang Angel.
Jambret itu babak belur, di ambilnya tas yang di ambil si jambret. "Kalau cari duit itu yang halal, dasar" katanya Ia segera akan meninggalkan jambret itu namun tiba-tiba.
"Sialan!" Geram Angel, Ia melayangkan satu pukulan kembali dan si jambret itu melarikan diri setelah babak belur.
"Aduh neng, itu tangan neng terluka" kata bapak-bapak itu. "Nggak papa pak, cuma segini" jawab Angel dengan memegangi lukanya. "Kaya gitu kok nggak papa, ada darahnya neng. Ikut bapak dulu, kita obatin lukanya" ajak Bapak itu.
Angel menurut dan mengikuti sang bapak. "Tunggu sebentar ya neng, sepertinya di mobil ada obat" katanya sambil menuju mobil yang terparkir.
Bapak itu kembali dengan kotak obat. "Sini neng tangannya biar bapak obatin" "Nggak usah pak, biar Angel sendiri" katanya "Oh jadi si Eneng namanya Angel, panggil bapak Pak Juned" kata pak Juned sambil mengobati luka Angel.
"Sakit neng?" tanya Pak Juned "Nggak pak" jawabnya sambil menahan perih.
"Ini tas Bapak?" tanya Angel sambil menunjuk tas yang tadi Ia ambil dari jambret. "Bukan, itu punya non Anggi yang sedang di dalam mobil" jawab pak Juned.
Angel melirik kedalam mobil, nampak lah seorang gadis yang menurut Angel itu ada yang aneh.
"Maaf pak, boleh saya bertanya?" kata Angel "Iya neng boleh" jawab pak Juned sambil memerban luka Angel. "Maaf ya pak, tapi saya lihat dia kok kaya yang beda" kata Angel berhati-hati takut menyinggung perasaan orang lain.
Pak Juned terlihat menghembuskan nafasnya kasar "Maaf kalau pertanyaan saya agak" katanya tidak enak "Nggak papa neng, non Anggi itu dulu gadis yang sangat ceria dan baik. Tapi tidak tau karena apa Dia menjadi murung dan pendiam, memang kalau di lihat dia seperti gadis yang lain tapi auranya berbeda" cerita pak Juned. Angel hanya mampu menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Oh iya, ini mobilnya kenapa pak?" tanya Angel yang melihat kap mobilnya terbuka. "Oh ini mobilnya mogok neng, tadi pas Bapak lagi telpon orang bengkel tiba-tiba tasnya non Anggi di ambil jambret. Karena bapak nggak siap-siap Dia langsung nabrak bapak dan ngrebut hp bapak" ceritanya panjang.
"Ya udah bapak tenang aja, saya panggilkan teman saya ya pak. Kebetulan kerja di bengkel" "Apa nggak ngrepotin neng?" "Nggak kok pak" jawab Angel sambil tersenyum.
Angel segera berdiri dan menjauh dari pak Juned. Di panggilnya kak Dimas.
"Halo"
"Halo kak, bisa kirim orang kesini nggak?"
"Emang kenapa?"
"Nggak usah banyak nanya, pokoknya suruh siapa gitu kesini sambil bawa alat-alat. Oiya suruh dia naik ojek, nanti alamatnya Gue kirim"
"Iya iya,"
panggilannya pun di matikan.
"Pak Juned tenang aja sebentar lagi teman saya datang" kata Angel sambil kembali duduk "Iya, terima kasih banyak neng" jawabnya.
Tidak menunggu lama seseorang datang, Ia langsung menghampiri Angel dan setelah berbicara sebentar Ia segera memperbaiki mobilnya. Tidak butuh waktu lama mobilnya pun sudah jadi.
"Mobilnya sudah jadi mbak" kata si montir "Oke, makasih ya. Oiya Lo pulang sama Gue aja" kata Angel sedangkan si montir hanya menurut saja dengan bosnya itu.
"Pak itu mobilnya sudah beres," Kata Angel "Iya, sekali lagi bapak ucapkan terimakasih. oh iya itu berapa habisnya?" tanya pak Juned sambil mengeluarkan dompetnya. "Udah nggak usah pak, bapak simpan saja uangnya" kata Angel sambil mendorong uang yang di berikan pak Juned. "Nggak papa neng terima saja, lagian neng sudah banyak membantu bapak" katanya yang terus mendesak Angel agar menerima uang itu "Ini buat bayar jasa perbaikan mobil neng, neng terima ya? Kalau eneng tidak mau menerima bapak malah jadi sedih" "Baiklah, Angel terima uangnya ya pak."
Angel menerima uangnya dan Dia mengembalikan tasnya pada si pemilik tidak lupa Ia memberikan sebotol susu dan notice.
Setelah pak Juned melajukan mobilnya Angel pun segera menghampiri motornya yang terparkir cukup jauh dari sana.
"Lo bisa bawa motor kan?" tanya Angel "Bisa mbak" jawabnya "Ya udah Lo yang bawa ya? Gue sedikit ngantuk takut nanti jatuh" katanya sambil memberikan kunci motornya. Sedangkan di montir hanya bengong "Kenapa diem, ayok ke bengkel" kata Angel kembali.
"Maaf mbak tapi saya tidak bisa bawa motor kaya gitu" kata si montir sambil menggaruk kepalnya yang tidak gatal. "Huft ya sudah Lo yang bonceng tapi kalau ada apa-apa Lo tanggung sendiri ya?" kata Angel sedikit menakut-nakuti bawahannya itu.
Si montir hanya menunduk ketakutan sedangkan Angel tersenyum senang karena telah mengerjai bawahannya itu.
Di sepanjang perjalanan Angel begitu brutal membawa motornya seperti seorang pembalap profesional dan yang membonceng hanya memejamkan matanya karena ketakutan.
__ADS_1