Oh My Friend

Oh My Friend
22


__ADS_3

Angel hanya bisa melotot melihat penampilannya yang sangat memalukan, hanya sumpah serapah yang ada di pikirannya. Bego bego bego!! batinnya merutuki dirinya sendiri.


Ia langsung mengalihkan pandangannya, berharap rasa malu itu segera pergi nyatanya tidak. "Hehehe gue ke toilet bentar ya" katanya sambil terburu-buru meninggalkan Angga.


Angga hanya bisa tersenyum saat melihat tingkah Angel yang begitu menggemaskan menurutnya.


Saat di toilet Angel langsung membetulkan kaos yang Ia kenakan, "sumpah malu banget gue, mudah-mudahan dia nggak gimana mana sama gue" gerutunya sambil mencuci tangan di wastafel. Ia bercermin dan melihat penampilannya yang sudah jauh lebih baik dari pada tadi.


Angel mengambil ponsel yang ada di saku celananya, lalu Ia menghubungi seseorang.


Lama ia menunggu akhirnya di angkat.


"Halo" kata orang di sebrang.


"Halo Bang"


"Iya ada apa dek?"


"Abang rese, Bang Jojo pasti tadi udah liat apa yang Angel pakaikan? Kenapa gak kasih tau Angel" protesnya.


"Abang udah kasih tau tadi tapi kamu nya udah ngacir pergi"


"Alesan! Sumpah Angel malu banget ini sampai di ketawain sama temen Angel"


"Bukannya kamu sering malu maluin ya?"


"Kok Abang tau?"


"Itu enggak penting. Ya udah Abang tutup dulu, nanti pulangnya jangan malem-malem"

__ADS_1


"Siap 86" jawabnya.


Angel langsung menutup panggilannya.


Ia melihat ke cermin lagi, setelah di rasa penampilannya sudah lebih oke ia kembali ke meja Angga.


"Sorry lama ya? Abis betulin ini" katanya sambil menunjuk kaosnya. "Enggak kok, santai aja lagian makanannya juga baru sampai" jawab Angga yang di jawab anggukan oleh Angel.


"Ya udah kita makan dulu gue udah laper banget"


Beberapa menit mereka terhanyut dengan makanan masing-masing tidak ada obrolan dari mereka hanya suara sendok yang berdenging menabrak piring. Sampai Angga selesai makan, Ia memperhatikan Angel yang masih lahap dengan makanannya.


lihatlah dia begitu sangat lucu dan menggemaskan batinnya sambil tersenyum.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Angel selesai makan.


"Alhamdulilah kenyang" katanya sambil menepuk-nepuk perutnya. "Udah? atau mau nambah lagi?" tanya Angga. "Hehe. Udah cukup, Lo pasti kaget liat Gue makannya banyak" "Enggak, Aku kagetnya itu Kamu makannya banyak tapi badannya segitu aja" "Nggak usah bohong, tapi Gue juga heran. Gue mau makan sebanyak apapun tetep segini aja badannya. Eh tapi kita kesini bukan mau ngomongin masalah badan Gue. Ini perihal waktu itu"


Mendengar perkataan Angga membuat Angel susah menelan ludahnya, cukup lama Ia terdiam Angel pun angkat bicara.


"Sebelumnya Gue minta maaf sama Lo, tapi . ." belum sempat Angel mengakhiri kalimatnya bibirnya sudah di bungkam dengan jari telunjuk Angga.


"ssttt, Aku gak mau denger penolakan. Bukannya Aku memaksa tapi jujur Aku ingin menjalin hubungan denganmu. Aku bener bener suka sama Kamu. Aku janji gak akan membuatmu sedih, walau kamu gak suka sama aku setidaknya terimalah perasaanku, itu sudah cukup bagiku. Kamu hanya perlu terima tidak perlu membalas jadi Aku mohon terimalah diriku. Aku akan berusaha membuatmu suka padaku" katanya panjang kali lebar kali tinggi.


Angel hanya terpaku mendengar semua itu, karena hanya diam Angga pun kembali bertanya "Gimana? kamu mau kan?"


Angel mendesah "Ya udah gue terima Lo, tapi Lo harus sabar sama perasaan gue. gue akan mencoba membuka hati gue buat Lo" jawabnya. Mendengar perkataan Angel mata Angga langsung berbinar dan tersenyum.


"Makasih ya, Aku janji akan bersabar dengan perasaanmu dan aku berjanji akan membuat mu menyukaiku" katanya sambil menggenggam kedua tangan Angel. "Nggak usah banyak janji gue cuma butuh bukti, jadi semangat yaa" jawabnya sambil memiringkan kepalanya.

__ADS_1


"Oke oke, jadi mulai sekarang kita sudah resmi pacaran?" kata Angga dengan senyum yang tidak terlepas dari bibirnya itu. Angel hanya mengganggukkan kepalanya, Ia sudah sangat malu karena apa yang di lakukan Angga di perhatikan para pengunjung kafe lainnya.


Tak terasa malam semakin larut "Eh ternyata udah malem, gue balik dulu ya kak?" pamitnya sambil melirik jam di tangannya " Tunggu dulu aku Anter ya?" mendengar jawaban Angga, Angel hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Nggak usah kak, Gue bisa balik sendiri" "Tapi ini sudah malam, aku takut kamu kenapa Napa" "Enggak usah lebay deh, gue gak papa kok pulang sendiri. Lagian kita bawa motor sendiri-sendiri" tolaknya halus, namun Angga masih ngotot dengan kemauannya karena Angel sudah merasa jenuh akhirnya dia mengambil jalan tengah.


"Ya udah kita bareng tapi sampai simpangan depan, lagian rumah Lo sama gue gak searah jadi kita pisah di depan. Oke" katanya dan di setujui Angga.


Tepat di persimpangan mereka berpisah, walau sebenarnya Angga tidak rela bila harus membiarkan Angel pulang sendiri. Namun apalah daya Ia tidak mau menunjukan keegoisan nya pada pacarnya itu.


Angel melajukan motornya dengan kecepatan sedang, ternyata jalan yang Ia lalui macet. Karena Ia tidak ingin sampai rumah kemalaman, akhirnya ia memutar balikan motornya mencari jalan lain.


Terpaksa lewat sini, dari pada sampai rumah kemalaman nanti di ceramahin Bang Jojo batinnya saat melewati gang sempit itu.


Ternyata di depan sana ada para pria berkempul, tepatnya ada 4 orang yang berpenampilan seperti preman.


Mereka menghadang motor Angel "Hei turun Lo!!!" kata salah satu dari mereka. Angel mematikan mesin motornya tanpa turun dia berkata "Ada apa Bang?" "Wah ternyata cewek bro" salah satu dari mereka. "Kalau mau lewat sini Lo harus bayar dulu" kata orang itu "Emang ini jalan nenek moyang kalian" sahut Angel.


"waah malah ngejawab dia, suruh bayar ya tinggal bayar gak usah kebanyakan bacot" kata orang itu sambil meludah di depan Angel.


Angel hanya tersenyum miring, ia turun dari motornya dan melepas helmnya.


"Kalau gue gak mau bayar emang kenapa?" kata Angel dengan nada ketusnya. "Lo gak sayang sama nyawa Lo?" kata pria itu sambil mau menjambak rambut Angel.


Dengan sigap Angel langsung menepis dan memelintir tangannya. "Sialan berani Lo sama kami!" katanya geram "siapa takut" jawab Angel santai.


Belum sempat Angel siap-siap ia sudah terkena pukulan sampai mengeluarkan darah pada sudut bibirnya. Bukannya takut Angel malah menyeringai dan mengelap sudut bibirnya. "Kalau berani sini maju satu satu jangan keroyokan" ucapnya sambil bersiap menyerang mereka.


Cukup sengit perkelahian itu, Angel yang sudah merasa sedikit bosan malah memicu kemarahan pada pria pria itu.

__ADS_1


"Kalian maju bareng aja sini, gue udah bosan main-mainnya. Ternyata cuma segini kemampuan kalian " katanya sambil tersenyum licik. Mendengar perkataan Angel membuat mereka naik pitam dan benar saja mereka langsung menyerang Angel bersamaan.


__ADS_2