
Saat Ia membuka matanya Ia sangat terkejut karena Ia berada di tempat yang tidak Ia ketahui.
"Gue dimana ini, perasaan kamar Gue nggak kaya gini?" gumamnya sambil beranjak dari tempat tidur. Ia terus melihat sekelilingnya namun tidak ada jawaban, Ia tetap tidak mengetahui tempat ini.
Ia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu, "kok rame banget sih" batinnya saat Ia sudah keluar.
"Oh My ternyata ada konser" pekiknya saat melihat apa yang ada di depannya. "Tapi tunggu dulu sebenarnya Gue ada di mana sih, kok aneh gini" bingungnya sambil terus mendekat ke kerumunan.
Ia terus menerobos masuk sampai ke depan panggung. Tiba-tiba ada 7 cowok ganteng yang keluar dan menyanyi, Ia masih terpaku dengan pemandangan di depannya.
Ia nampak tidak percaya dengan apa yang Ia lihat. "Ya Alloh sumpah demi apa Gue bisa lihat mereka" teriaknya girang.
Ia larut dengan konser yang Ia saksikan hingga tidak sadar konser pun selesai. Semua orang nampak telah pergi satu persatu dari sana, "Gue mau kemana ini, Gue aja bingung sekarang sedang dimana. Apa Gue balik ke ruangan itu lagi ya" katanya sambil berjalan dan menundukkan kepalanya.
Ia berjalan dengan langkah di seret seperti tidak semangat pasalnya Ia tidak tau sekarang Dia ada dimana.
Ceklek! saat pintu terbuka di lihatnya 7 cowok ganteng itu ada disana. Ia nampak membeku tidak percaya apa yang Ia lihat.
"Hai Angel kamu dari mana saja?" tanya salah satu dari mereka. Angel pun tersadar "Eh saya habis lihat kalian konser" jawabnya gugup. "Eh tunggu dulu kok ada yang aneh, dari mana mereka tau namaku? dan kenapa mereka bisa bahasa Indonesia?" batinnya bingung.
Di seret lah Angel masuk ke ruangan itu oleh Jimin "Ayo masuk dulu jangan di depan pintu takut ada yang lihat" katanya sambil menarik tangan Angel, Angel hanya mampu terpaku antara kaget dan terpesona karena melihat idolanya di depan mata.
"Kamu tadi tidur jadi kami tinggal" kata Jungkook sambil tersenyum "Ya ampun jantung Gue" batin Angel sambil memegangi dadanya.
"Angel ayo duduk" ucap V sambil menepuk kursi di sampingnya "Jangan duduk di sana duduk disini saja" ucap J-hope "Ya Alloh apa lagi ini" batinnya lagi sambil meneguk ludahnya. "Hai kalian jangan begitu nanti ada yang marah" kata RM menengahi mereka yang ribut. "Hyung? Kamu kenapa dari tadi diam saja?" tanya Jungkook kepada Jin "Tidak apa-apa hanya saja sepertinya Saya harus mengalah" katanya sambil menunduk sedih "Mengalah untuk apa?" tanya V "Ya ampun kamu itu kenapa banyak tanya sih kasihan Hyung" ucap Jimin.
__ADS_1
Setelah itu mereka terdiam semua, Angel yang melihat itu hanya tambah bingung di buatnya. "Maaf boleh saya bertanya sebenarnya sekarang Kita sedang ada dimana?" tanya Angel malu. Mereka semua memandang Angel bersama-sama dan tiba-tiba mereka tertawa bersama.
Angel tambah bingung karena mereka begitu. Saat Angel masih merasa bingung tiba-tiba seseorang yang dari tadi hanya diam menghampirinya.
"Boleh saya berbicara" katanya dengan nada cuek "Ya Alloh kenapa ada Raihan kedua disini" batinnya. "Sepertinya kita harus pergi nih" celetuk Jungkook "Tidak perlu, kalian disini saja. Saya ingin kalian menjadi saksi" jawab Suga.
"Hyung! Apakah kamu tidak papa?" tanya Jimin sambil merangkul bahu Jin "Saya tidak papa" jawabnya sambil tersenyum.
"Nikmat mana lagi yang Engkau dustakan" batin Angel saat melihat senyuman Jin. "Apa kalian semua tidak kasihan dengan Suga, Dia sudah menahannya dari tadi" kata V "Lalu apakah kamu tidak kasihan dengan Hyung kita?" tanya J-Hope sambil menunjuk kearah Jin.
"Saya percaya Hyung kita ini akan baik-baik saja" jawab V. "Sudahlah tidak perlu di ributkan kita serahkan saja pada Angel" kata RM menengahi.
Angel tambah di buat bingung dengan perdebatan mereka. "Angel" kata Suga sambil menatap mata Angel, Ia begitu terlihat ragu-ragu untuk mengatakannya. Lantas Suga menarik nafasnya dan mengumpulkan semua energi keberaniannya.
"Saya suka Kamu" katanya sambil masih menatap kearah mata Angel. Angel hanya mampu mengerjakan matanya seperti tidak percaya dengan apa yang Ia dengar.
Jantungnya terasa ingin meledak, rasanya seperti mimpi saja. Saat Ia ingin menjawab tiba-tiba Angel teringat dengan kak Angga. "Mikir apa sih Gue, gue kan udah punya kak Angga" batinnya. Namun sebagian dari hatinya menginginkan Ia menerima Suga.
"Sebentar, bolehkah saya duduk dulu" itulah yang dapat Angel katakan.
Angel buru-buru berjalan menuju kursi yang ada di dekatnya namun tiba-tiba.
Brukh!! Dia jatuh tersandung, "Aww sakitnya" pekik Angel, Ia berusaha untuk berdiri dan betapa terkejutnya ternyata sekarang Ia berada di kamarnya.
"Loh kok" gumamnya dan melihat sekelilingnya. "Sial cuma mimpi ternyata" gumamnya.
__ADS_1
Ia melihat cahaya yang begitu terang dari celah-celah tirai jendela, lantas Ia melihat jam yang berada di atas meja samping tempat tidurnya. Betapa terkejutnya saat Angel melihat jam sudah menunjuk pukul setengah 8.
"Sial" pekiknya sambil melempar jamnya ke atas tempat tidur. Ia segera bergegas ke kamar mandi tapi tidak untuk mandi ya guys, Angel hanya mencuci muka dan menggosok gigi.
Segera Ia mengganti bajunya dan turun ke bawah.
"Bi! Bibi" Panggilnya sambil berjalan menuju dapur. "Ia ada apa non" sahut Bi Darmi "Kenapa nggak ada yang bangunin Angel sih, Angel jadi kesiangan" katanya sambil mengambil susu kotak di dalam kulkas.
"Maaf non, tapi tadi nyonya, Tuan, dan Tuan Muda sudah membangunkan. Nona saja yang tidak bangun-bangun" jawabnya. "Ckk, seharusnya Bibi juga bangunin Angel dong" "Sudah non, tapi" jawabnya, belum sempat selesai berbicara Angel sudah memotongnya. "Ia saya tau, saya tidak bangun-bangun kan? Kalau gitu Angel berangkat sekarang ya?" pamitnya sambil meminum susunya.
"Pagi non, mau Bapak antar" tanya satpam yang sedang berada di gerbang dan membukanya untuk nonanya. "Terimakasih pak, tapi tidak perlu Angel naik taksi saja" jawabnya sambil keluar dari gerbang.
Angel masuk kedalam taksi dengan sangat terburu-buru "Ke SMA N XX ya pak" katanya sambil membetulkan sepatunya. "Baik"
30 menit perjalanan dari rumah Angel tapi berasa sangat lama. Sampailah Ia di sekolahan namun gerbang sudah di tutup.
"Ini pak, makasih ya?" kata Angel sambil membayar biaya taksi "Terima kasih kembali" jawab supir taksi itu.
Angel langsung keluar dan memutar otaknya agar bisa masuk. Ia teringat dengan pagar yang ada di belakang sekolahnya. Angel langsung menuju ke sana namun semua yang Ia lakukan di amati oleh 2 orang dari kejauhan.
Angel dengan penuh percaya diri memanjat pagar itu, Ia berhasil masuk ke halaman belakang sekolahan. "Akhirnya" gumamnya sambil tersenyum.
Ia berjalan menuju ke toilet, segera Ia mengabari teman sebangkunya lewat pesan singkat.
Angel
__ADS_1
Put, udah ada gurunya ya?
Itulah pesan yang Angel kirimkan ke Putri namun tidak ada jawaban, yang berarti memang sudah ada guru disana. Angel lantas menyeret langkahnya ke atap gedung sekolahan. "Disini dulu ajalah, sampai ganti jam pelajaran nanti baru masuk" katanya sambil memandang pandangan yang ada di depannya.