Oh My Friend

Oh My Friend
63


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga, semua siswa tampak sedang sibuk dengan urusan masing-masing.


"Angel Lo coba dulu kostum Lo" perintah Natan, dengan langkah gontai Angel menuju ruang ganti. Tidak menunggu lama Angel keluar dari sana, Natan menatap Angel dan tersenyum karena konsep yang Angel ambil tidak terlalu jauh dari apa yang di pakainya.


"Sekarang Lo di make up dulu ya?" perintahnya kembali dan menyuruh teman sekelasnya yang di tunjuk sebagai tim make up untuk mendandani Angel.


"Jangan terlalu menor" kata Angel "Iya, tenang aja. Bakal senatural mungkin" jawab seorang siswa tersebut. Angel hanya mengangguk saja, melihat Angel tidak seperti biasanya Natan pun bertanya "Kenapa Lo? Keliatannya nggak semangat banget". Angel menggelengkan kepalanya, "Nggak tau Gue rasanya lemes aja" jawabnya.


"Lo juga kenapa? muka Lo?" tanya Angel saat lihat Natan tampak sedikit pucat, Natan beberapa kali menghembuskan nafasnya kasar.


"Nggak tau, kayanya Gue sedikit nervous" katanya "Tarik nafas hembuskan perlahan" perintah Angel yang di angguki Natan dan mempraktikannya. "Nggak bisa kalau kaya gini terus, Gue ke toilet bentar" kata Natan.


Ia berjalan menuju ke toilet tapi naas lantai di depan toilet nampak basah sehingga Natan tak dapat mengendalikan diri, akhirnya Natan jatuh dan sialnya lagi sepertinya tangannya terkilir.


"Sial!!!" umpatnya sambil berusaha berdiri. Natan kembali keruangan yang tadi, Ia nampak tidak baik. Perlahan mendekati Angel sambil memegangi tangan kanannya yang terasa amat sakit.


"Lo kenapa? Kenapa rambah pucet gitu?" tanya Angel khawatir karena memang Natan terlihat sangat pucat. Namanya juga Angel dia anaknya petakilan, langsung saja Ia tabok tangan kanan Natan "Hei! Jangan menakuti dengan wajah seperti itu" kata Angel, Natan hanya mampu menahan rasa sakit namun ekspresi wajahnya tidak bisa Ia tutupi.


"Eh Lo kenapa? Sakit?" tanya Angel kembali "Kayanya tangan Gue terkilir" ucap Natan "Apa? Kok bisa? Nggak nggak. Rasanya gimana pasti sakit sekali, ayo ke UKS" kata Angel khawatir dan langsung menarik Natan menuju UKS.


Saat dokter yang bertugas memeriksa tangan Natan, Angel terlihat sangat khawatir. "Gimana dok?" tanya Angel "Dia hanya terkilir, butuh beberapa hari agar sembuh. Tadi sudah saya kompres, dan saya kasih obat pereda nyeri. Semoga tidak apa-apa" jelas dokter itu. "Terima kasih dok" ucap Angel dan langsung menghampiri Natan.


Natan nampak sangat bersalah. "Maafin Gue, semuanya jadi berantakan" kata Natan sambil menunduk. "Hei! nggak perlu merasa bersalah. Nggak papa kok, namanya juga musibah bisa menimpa siapa aja" kata Angel. "Tapi pertunjukannya gimana?" tanya Natan. "Lo tenang kan ada Gue" kata Angel sambil menepuk-nepuk dadanya. Natan tampak ragu "Udah nggak usah Lo pikirin, semua aman. Ya udah Lo istirahat ya? Gue pergi dulu acaranya sudah mau mulai" pamit Angel. Natan hanya mampu punggung Angel yang sudah meninggalkannya.


Saat Angel berjalan Ia melihat seseorang yang sedang berlari kearahnya "Loh kenapa kakak disini?" tanya Angel pada Angga. "Kamu nggak papa kan?" tanya Angga khawatir sambil memutar tubuh Angel melihat keadaannya.


"Gue nggak papa, emang kenapa?" ucap Angel "Katanya tadi kamu dibawa ke UKS" ujarnya "Oooh itu, bukan Gue yang di bawa ke sana tapi Natan."Syukurlah kalau bukan kamu" katanya bernafas lega, "Eh bukannya acaranya udah mau mulai kenapa kakak masih disini. Buruan pergi, inikan acara OSIS" ujar Angel sambil mendorong tubuh Angga.


"Ya udah Aku pergi dulu, semoga nanti waktu tampil sukses. Semangat!" kata Angga sambil berjalan mundur "Semangat!" balas Angel.


Acara berjalan sangat lancar, hingga saatnya Angel tampil. Ia seperti sedang mencari seseorang sedikit celingak celinguk. "Raihan kemana, kenapa dari tadi Gue nggak liat Dia" Gumamnya. Ia sedikit kecewa karena sahabatnya itu tidak memberinya kata semangat.


Hingga saat MC memanggil kelasnya dan Angel menuju ke panggung. Ia menaiki panggungnya dengan sangat percaya diri, Ia mengambil gitar yang sudah di siapkan di atas panggung. Ia menatap sekeliling dan melihat ternyata Raihan sudah ada di sana sedang menatap dirinya dan memberi semangat, Angel langsung tersenyum.


Sedangkan di sisi panggung Angga mengamatinya "Dia nggak liat Lo tapi liat orang lain" kata Rendi "Maksud Lo?" tanya Angga "Nggak ada, Lo ati-ati aja. Nggak ada namanya sahabat di antara cewek dan cowok" kata Rendi namun Angga tidak memperdulikan perkataan Rendi.


Gitar pun di petik Angel memilih menampilkan lagu Fine milik Taeyeon


*


Di atas selembar kertas sobek


찢어진 종잇조각에


Untuk ketulusan saya


담아낸 나의 진심에


Ini menjadi jelas tentangmu


선명해져 somethin' bout you


Berbeda jika kamu sangat mirip denganku


나를 많이 닮은 듯 다른


Apakah kamu seperti saya sekarang


넌 혹시 나와 같을까 지금


Saya punya ekspektasi yang baik


괜한 기대를 해


Sehari, sebulan, setahun


하루 한 달 일 년쯤 되면


Hidup dalam kehidupan sehari-hari yang berbeda


서로 다른 일상을 살아가


saya tidak


나는 아니야

__ADS_1


Ini tidak akan mudah


쉽지 않을 것 같아


Tetap saja, kamu mengisi hariku


여전하게도 넌 내 하루하루를 채우고


Belum


아직은 아니야


Saya ulangi seperti orang bodoh


바보처럼 되뇌는 나


Aku tidak bisa menelan kata-kata yang ada di mulutku


입가에 맴도는 말을 삼킬 수 없어


Tidak apa-apa


It's not fine


Tidak apa-apa


It's not fine


Dengan kepala terikat


머릴 질끈 묶은 채


Rapikan kamar yang berantakan


어지러운 방을 정리해


Saya mencari sesuatu yang baru


찾고 있어 something new


가끔 이렇게 감당할 수 없는


Saya merasa harus melakukan sesuatu


뭐라도 해야 할 것만 같은 기분에


Aku tidak bergerak tanpa hasil


괜히 움직이곤 해


Sehari, sebulan, setahun atau lebih


하루 한 달 일 년 그쯤이면


Saya tertawa dan berkata saya akan ingat


웃으며 추억할 거라 했지만


saya tidak


나는 아니야


Ini tidak akan mudah


쉽지 않을 것 같아


Tetap saja, kamu mengisi hariku


여전하게도 넌 내 하루하루를 채우고


Belum


아직은 아니야


Saya ulangi seperti orang bodoh

__ADS_1


바보처럼 되뇌는 나


Aku tidak bisa menelan kata-kata yang ada di mulutku


입가에 맴도는 말을 삼킬 수 없어


Tidak baik (Tidak baik)


It's not fine (It's not fine)


Tidak apa-apa


It's not fine


Percakapan dengan lelucon yang tidak berarti


의미 없는 농담 주고받는 대화


Saya terlihat baik-baik saja di antara orang-orang


사람들 틈에 난 아무렇지 않아 보여


Berpura-pura kusam dan tersenyum


무딘 척 웃음을 지어 보이며


Saya mencoba untuk berpaling dari bayangan memanggil Anda


너란 그늘을 애써 외면해보지만


Terakhir kami


우리 마지막


Saya terus memikirkan momen itu


그 순간이 자꾸 떠올라


Perpisahan yang tenang adalah tentang menjadi sehat


잘 지내란 말이 전부였던 담담한 이별


Belum


아직은 아니야


Kata-kata yang berulang seperti orang bodoh


바보처럼 되뇌는 그 말


Aku tidak bisa menelan kata-kata yang ada di mulutku


입가에 맴도는 말을 삼킬 수 없어


Tidak apa-apa


It's not fine


Tidak apa-apa


It's not fine


Tidak apa-apa


It's not fine


*


ia sangat mendalaminya, saat nyanyiannya selesai semua penonton memberinya tepuk tangan begitu meriah.


Angel membungkukkan badannya sambil mengatakan "Terima kasih, setelah tadi saya menyanyi kini saya akan menampilkan satu penampilan lagi. Tadinya dari kelas kami menyiapkan dua lagu tapi karena ada suatu alasan kami hanya menampilkan satu dan sebagai gantinya saya akan mempersembahkan sebuah penampilan." kata Angel Ia segera meletakan gitarnya kembali.


Dan "Musik Go!" kata Angel dan musik di putar, sebuah lagu milik boy band yang sangat terkenal semua siswa yang tau lagunya pun bersorak. Angel nampak langsung menggerakkan tubuhnya mengikuti iramanya. Ia sangat powerfull dan sangat baik dalam dancenya, beberapa siswa yang tau lagunya ikut menyanyi dan bersorak-sorai. Sangat meriah, Angel sangat senang melihat antusias para penonton.


Selesai musik Angel langsung membungkukkan badannya kembali, Ia tersenyum puas tidak salah Ia memilih lagu Idol dari BTS.

__ADS_1


__ADS_2