Oh My Friend

Oh My Friend
41


__ADS_3

Seperti biasa pelajaran berjalan lancar walau ada beberapa pelajaran yang kosong namun para siswa tetap mematuhi peraturan.


Sore hari setelah pulang dari sekolah Angel tidak langsung kembali ke rumah, namun Ia pergi ke bengkelnya sekedar melihat saja. Rasanya Ia sedikit kangen dengan situasi yang ada di sana.


Dalam perjalanan menuju ke ruangannya Angel melewati beberapa karyawannya yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Sesibuk apapun mereka pasti akan menyapa Angel apa bila mereka melihatnya, tak lupa Angel juga membalas sapaan mereka.


Baru juga Angel mendaratkan bokongnya di kursi, tiba-tiba pintu terbuka. "Kenapa nggak ngabarin kalau mau kesini?" tanyanya "kaya biasanya ngabarin, kesini juga biasanya langsung dateng" jawabnya sambil menyenderkan kepalanya di kursi.


"Iya juga sih, hehe. Tapi kok keliatannya capek banget" tanya Dimas "Siapa yang keliatan capek? Gue?" kata Angel yang di angguki oleh Dimas. "Gue nggak capek kak, cuma sepertinya laper aja" jawab Angel sambil nyengir kuda. "Ih pas banget kalau gitu, Gue juga belum makan, mau makan bareng?" ajaknya. "Seriusan Lo belum makan kak? Kerja sih boleh kerja tapi jangan sampai lupa makan, ini udah sore loh kak. Gue nggak mau ya Lo sampai sakit" oceh Angel, namun Kak Dimas hanya tersenyum menanggapinya.


"Ya udah karena Gue sedang berbaik hati gimana kalau Gue traktir, itung-itung Gue ngehukum Lo. Tapi Lo harus habisin apa yang Gue beli" kata Angel kepada Dimas. "Kalau hukumannya di traktir sih siapa yang nggak mau" jawab Dimas, namun Angel hanya tersenyum penuh arti. "Oke kalau gitu, kita pesen aja ya. Gue lagi males keluar" kata Angel sambil mengambil ponselnya dan memilih beberapa menu dari aplikasi ojek online yang menyediakan layanan makanan.


Setelah menunggu beberapa saat tibalah pesanan mereka. "Kayaknya pesanannya udah Dateng, Gue ke depan dulu ya?" pamit Angel "Iya" jawab Dimas.


Dimas masih duduk di kursinya dengan sangat tenang, namun mendadak Ia sangat terkejut ketika Angel tiba dengan sebegitu banyaknya makanan yang Angel bawa.

__ADS_1


"Gila! Banyak sekali, siapa yang mau habisin?" tanya Dimas syok "Iya kakak lah, tadi kak Dimas kan udah janji mau ngehabisin" jawab Angel dengan tersenyum. "Tapi nggak sebanyak ini" protesnya "Udah jangan kebanyakan ngeluh di makan aja, rejeki nggak boleh di tolak" kata Angel sambil membuka setiap bungkusan makanan.


Angel begitu terlihat menikmati makanannya namun lain dengan Dimas yang sepertinya sudah merasa sangat kenyang.


"Kenapa? Udah kenyang. Baru juga makan dikit" kata Angel "Apa makan dikit? Gue udah melebihi kapasitas ini, rasanya perut Gue udah kaya mau meledak" protes Dimas, sedangkan Angel hanya tertawa mendengar perkataan Dimas.


"Ya udah kalau udah nggak bisa makan lagi, lagian Gue juga becanda kok." kata Angel santai, namun muka Dimas terlihat merah padam menahan rasa marahnya.


Saat Dimas akan mengeluarkan amarahnya tiba-tiba pintu terbuka. "Waah lagi pada makan ya?" tanya seseorang yang baru saja masuk. Angel dan Dimas langsung menengok sumber suara itu.


"Iya ini kak, ayo sini ikut makan bareng" pinta Angel sambil menepuk-nepuk kursi di sampingnya. "Maaf bukannya nolak, tapi aku masih kenyang" balasnya sambil mengusap perutnya. "Lo kalau kesini cuma mau lihat Gue sama Angel makan mending pergi aja" usir Dimas.


Cukup lama mereka menghabiskan makannya. "Alhamdulilah akhirnya habis" kata Dimas sambil menyenderkan tubuhnya ke kursi. "Makasih iya udah mau ikut makan" kata Dimas kepada Angga "Iya kak, lagian kenapa kalian bisa beli makanan sebegini banyaknya?" tanya Angga "Ini ulah Angel" jawab Dimas. Angga hanya menatap Angel, namun Angel hanya mengangkat bahunya.


"Oh iya kak ngapain kesini?" tanya Angel mengalihkan pembicaraan "Ooh, tadi Aku udah ke rumah kamu tapi kata Bibi kamu belum pulang jadi Aku langsung kesini" jawab Angga "Loh memangnya ada apa cari Angel?" tanya Angel bingung "Iya nggak ada apa-apa sih, cuma kangen doang" jawab Angga.

__ADS_1


Tiba-tiba uek Dimas berpura-pura seperti akan memuntahkan makanannya "Tiba-tiba kok jadi mual gini ya, sore-sore liat bucin. Kalau gitu Gue balik kerja dulu, nggak tahan Gue liat kalian berdua" kata Dimas masih dengan ekspresi wajah orang yang akan muntah. "Ya udah gih, Sono keluar lagian juga Gue nggak mau di ganggu" usir Angel sambil mengibaskan tangannya. Tapi Angel hanya bercanda melakukan itu semua.


Dimas akhirnya meninggalkan dua sejoli itu, Angel pun membereskan sampah dan di bantu Angga "Biar Angel aja kak, kakak duduk aja" kata Angel "Nggak papa cuma gini doang" jawab Angga yang masih saja ikut membereskannya.


"Oh iya kok tumben kakak kesini ada apa?" tanya Angel setelah membuang sampah. "Kangen aja, apa nggak boleh aku kesini?" tanya balik Angga "Boleh sih" jawab Angel sambil tersenyum dan mengusap-usap belakang telinganya.


"Mau nggak jalan?" tanya Angga "Kemana?" "Kemana gitu, pengen bisa jalan berdua sama kamu. Kalau nggak kita pergi nonton aja yuk?" ajak Angga, Angel terlihat berfikir sejenak.


"Oke, tapi Angel pulang dulu ya? Mau mandi sama ganti baju" kata Angel dan di setujui Angga.


Setelah mereka berbincang Angel dan Angga langsung pamit untuk pulang ke rumah kepada kak Dimas.


Cukup lama mereka di perjalanan karena sedikit macet, walau mereka menggunakan motor tapi tetap saja tidak bisa mengelak dari macet.


Tibalah mereka di rumah Angel, "Angel mandi dulu ya kak, kak Angga tunggu aja di sini Angel nggak lama kok" kata Angel. Angga akhirnya duduk di ruang keluarga, saat Ia sedang menunggu tiba-tiba Bunda menghampirinya. "Loh nak Angga kenapa kesini lagi? Apa belum ketemu Angel?" tanya Bunda yang melihat Angga sedang duduk. "Eh Bunda, Angga sudah ketemu Angel. Ini Angga lagi nunggu Angel mandi" jawab Angga dengan tersenyum.

__ADS_1


"Oh, Bunda kira belum ketemu, Angga mau minum apa? Biar Bunda buatin" tawar Bunda "Nggak usah Bun, Angga cuma sebentar kok." tolak Angga sopan "Beneran? Nanti nyesel loh, Angel itu kalau mandi lama" bujuk Bunda "Kalau gitu nanti Angga ambil sendiri aja Bun, oh iya Bun Angga juga mau minta ijin ngajak Angel keluar" katanya "oke kalau gitu, anggap aja rumah sendiri ya nak. Emmb keluar ya? Boleh tapi jangan malem-malem pulangnya" pinta Bunda "Baik Bun, terima kasih" jawab Angga "Jangan sungkan" imbuh Bunda sambil mengusap bahu Angga.


Memang benar ternyata perkataan Bunda, Angel begitu lama saat mandi, dan saat Ia turun dari tangga Angga melihat Angel yang terlihat begitu "CANTIK" gumam Angga.


__ADS_2