Oh My Friend

Oh My Friend
52


__ADS_3

Sesaat setelah Raihan sampai Ia langsung membereskan meja yang tadi Ia gunakan belajar bersama Angel.


"Rai, mana Angel?" tanya Umi saat melihat Raihan sendirian sedang membersihkan meja. "Udah pulang" jawabnya "Tumben nggak pamit, udah lama pulangnya?" tanyanya kembali "Baru aja, Dia ketiduran makanya nggak pamit. Kalau gitu Raihan ke kamar ya Mi, mau istirahat" pamit Raihan setelah di rasa sudah cukup rapi mejanya "Baiklah, istirahatlah" jawab umi.


Raihan segera menuju ke kamarnya dan beristirahat, tidak lupa Ia mencuci muka dan kakinya sebelum tidur.


Keesokan harinya sepertinya para siswa berangkat lebih awal, tak terkecuali Angel yang sudah memarkirkan motornya di susul Raihan.


"Raihan!" panggil Angel saat melihat Raihan berjalan meninggalkan parkiran mobil, di sekolahan memang mobil dan motor tempat parkirnya terpisah. Raihan hanya menoleh tanpa berniat menjawab panggilan Angel.


"Ya elah sombong amat Lo!" kata Angel sambil mengejar Angel, ternyata masih tidak ada jawaban. "Oke kalau Lo mau kaya gitu, jangan nyesel kalau kali ini Gue bakal jadi juara umumnya. Gue udah bertekad akan mengalahkan Lo!" katanya penuh semangat sambil mengangkat tangannya ke atas. Raihan hanya tersenyum tipis "Silahkan saja" jawabnya seolah menantang Angel. "Oke deal ya? Kalau Gue berhasil Lo harus nurutin permintaan Gue" kata Angel sambil mengacungkan jari kelingkingnya "Oke deal" jawab Raihan meraih kelingking Angel.


Waktu berputar begitu cepat ujian pun di lewati para siswa dengan sangat tertib, sampai bel pulang berbunyi. Semua siswa keluar ruangan dengan tenang, ada yang langsung menuju rumahnya dan ada juga yang malah nongkrong.


Seperti segerombol cewek itu, mereka tengah duduk di sudut kantin yang nampak lenggang. "Aduuh sial tadi Gue bener-bener nggak bisa mikir, kayanya banyak yang salah dari jawaban Gue" celoteh Adel frustasi mengingat ujian tadi "Udah sih, udah berapa kali Lo ngeluh kaya gitu" ucap Dinda "Benar, lagian kalau udah ya udah nggak usah Lo pikirin sekarang Lo tinggal mikirin ujian besok" sahut Angel.


"Mau kemana Lo?" tanya Angel saat melihat Putri beranjak dari kursinya. "Aku mau pulang, supirku sudah di depan" jawabnya sambil memakai tasnya "Nggak asyik Lo, masa mau pulang sih" protes Adel "Mau gimana lagi, nanti Aku malah kena marah" ucap Putri "Udah sih, biarin pulang apa Lo mau dia kena marah?" tanya Dinda pada Adel "Tapikan" belum sempat Adel menyelesaikan katanya sudah di potong Angel "Biarin dia pulang lagian Gue juga mau balik, kalau Lo mau di sini silahkan saja" kata Angel acuh sambil berdiri "Angel tapi" ucap Adel kembali namun di cegah Dinda dan memberi isyarat untuk tidak memaksakan mereka. "Lagian besok kita juga bakalan ketemu lagi, kalau gitu Gue juga balik aja. Lo mau ikut apa mau disini sendiri?" tanya Dinda dengan berat hati akhirnya Adel ikut pulang.


"Kamu langsung balik?" tanya Putri saat mereka akan berpisah "Gue mau mampir ke bengkel sebentar, kalian kalau pulang hati-hati ya?" kata Angel kepada ketiga temannya itu yang di angguki mereka "Lo juga" kata mereka.


Setelah berpisah Angel bergegas menuju motornya dan mengendarainya menuju bengkelnya.

__ADS_1


Tak butuh lama untuk Angel sampai karena Ia sedikit ngebut saat menuju bengkelnya. "Loh jam segini kok udah kesini Lo bolos ya?" selidik Dimas "Enak aja, Gua ada ujian jadi pulangnya cepet" jawabnya cepat, Dimas hanya membulatkan mulutnya membentuk huruf O. "Terus Lo mau ngapain kesini?" tanyanya kembali "Gue nggak boleh main kesini? Inikan bengkel Gue" jawabnya sambil berjalan menuju ruangannya. Dimas hanya mampu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kalau gitu Lo istirahat dulu, Gue masih ada kerjaan" kata Dimas "Iya, lagian Gue kesini nggak minta Lo buat nemenin Gue" ucap Angel sambil memejamkan matanya, sepertinya Ia akan menuju alam mimpinya. "Ya udah Gue pergi" kata Dimas namun tidak ada jawaban "Apa dia udah tidur" gumamnya sambil melihat Angel sekilas, namun Ia segera keluar dari ruangan Angel karena memang Ia memiliki banyak pekerjaan.


Selepas kepergian Dimas, Angel langsung memutar musik kesukaannya dan melakukan peregangan. Angel langsung menuju samsak yang memang Ia sengaja di letakkan di ruangannya. Cukup lama Angel melatih pukulan dan tendangannya, hingga suara ponsel mengalihkan latihannya.


"Siapa sih, gangguan orang saja" gerutunya sambil berjalan menuju letak ponselnya. "Angga" gumamnya saat melihat siapa yang menghubunginya.


"Iya ada apa?" tanya Angel ketus.


"Akhirnya di jawab juga, kamu dari mana saja? Dari tadi aku hubungi tapi nggak di jawab-jawab" tanya Angga panik, Angel hanya memutar bola matanya.


"Kamu ada dimana?"


"Di bengkel"


"Aku kesitu ya?"


"Mau ngapain? Nggak usahlah, di rumah aja belajar yang bener" kata Angel sok menasehati


"Aku cuma pengen liat kamu" jawabnya sedikit sedih, sepertinya Angel mengetahui kesedihan Angga. Angel menghembuskan nafasnya.

__ADS_1


"Ya udah kesini aja, tapi bawa makanan ya? Gue laper"


"Oke, kamu mau makan apa?"


"Terserah Lo aja, kalau gitu Gue tunggu ya?" kata Angel langsung mematikan panggilannya.


Angga hanya menatap ponselnya yang sudah mati karena di matikan secara sepihak. Namun akhirnya Ia dengan semangat berangkat menuju bengkel tanpa lupa untuk membawa makanan.


Setelah mematikan panggilannya Angel kembali berlatih, namun tiba-tiba pintu terbuka. "Lo mau makan apa? Gue mau pesen sama ojol sekalian aja" tanya Dimas "Gue nggak usah, bentar lagi juga makanan Gue dateng" jawab Angel sambil memberhentikan latihannya. "Beneran nggak mau? Padahal mau Gue traktir loh" kata Dimas kembali "Beneran lah, lagian Gue juga di traktir" jawab Angel sambil mengeluarkan lidahnya. "Terserah Lo aja lah" kata Dimas dan pergi meninggalkan Angel.


Benar saja tak menunggu lama Angga tiba dengan membawa beberapa bingkisan "I am coming" katanya sambil membuka pintu, Angel hanya menoleh sebentar dan meneruskan latihannya.


"Udah dulu latihannya, ini Aku bawain makanan. Tapi Aku bingung kamu suka apa jadi aku beliin ini semua" kata Angga sambil membuka beberapa paper bag berisi makanan.


Angel meliriknya dan tersenyum "Bodoh" gumamnya pelan karena takut Angga mendengarnya. "Buruan sini, kamu mau makan apa?" tanyanya kembali "Gue apa aja, lagian kenapa banyak banget sih. Gue nggak serakus itu" jawab Angel sambil duduk di depan Angga. Angga hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum kikuk.


"Gue doyan apa aja kok, jadi lain kali kalau mau bawa makanan nggak usah segini banyak" ucap Angel sambil membuka bungkusan makanan "Lo juga makan" kata Angel sambil membuka bungkusan dan menyodorkan ke arah Angga.


Akhirnya mereka makan bersama dengan sedikit candaan yang membuat Angel dan Angga terus tertawa bersama.


Tanpa mereka ketahui ternyata ada seseorang yang sedang melihat mereka "Kenapa rasanya sakit sekali" gumamnya sambil memegangi dadanya.

__ADS_1


__ADS_2