
Namun di luar dugaan ternyata mereka semua kalah telak dari Angel.
"Jadi cuma segini kemampuan kalian" ejek Angel.
Mereka semua sudah tergeletak di jalan, "Tunggu aja ya gue panggil bos kita" kata orang itu setengah mengancam dan ia langsung menggambil ponselnya. "Ya udah panggil aja bos kalian, gue juga mau tau seberapa hebatnya Dia" katanya santai.
"Halo bos"
". . ."
"Kita butuh bantuan, kita di serang orang" katanya sambil menahan perih di bibirnya.
Setelah menyelesaikan panggilannya orang itu berkata "rasain Lo! bos kami mau kesini dan akan memberi Lo pelajaran" ancamnya. Angel hanya tersenyum miring.
Cukup lama Angel menunggu ternyata Bos yang mereka maksut tak kunjung datang.
"Kayaknya bos kalian nggak bakal kesini, sia-sia gue nunggu Dia dari tadi" katanya sambil berdiri dan menghampiri motornya. Namun Angel menghentikan langkahnya dan berbalik menatap 4 orang yang masih tergeletak "Oh iya kalau bos kalian kesini bilangin ada salam dari Gue, dan juga nih Gue kasih buat ngobatin luka kalian" katanya sambil melemparkan uang.
Setelah kepergian Angel ternyata Bos mereka datang "Apa apaan ini! kalian kenapa bisa babak belur begini" katanya kaget yang melihat anak buahnya benar-benar dalam keadaan cukup memprihatinkan. "Kami di hajar orang, tepatnya seorang cewek" "Apa! cewek!" katanya tambah kaget karena tidak menyangka bahwa orang yang membuat mereka begini hanyalah seorang perempuan.
"Iya, sepertinya Dia sangat terlatih. Dia juga ngasih kita uang bos, katanya buat ngobatin luka-luka kami" jawab salah satu dari mereka sambil menunjukan uangnya. "Apa? sudah ngehajar tapi masih ngasih uang buat berobat. Menarik" katanya sambil tersenyum.
"Oke, Gue kasih kalian tugas tolong cari cewek itu" katanya "Baik bos" "Tapi ingat jangan kalian apa apain cukup cari tau, kalau kalian sudah tau lapor Gue" "siap bos" jawab mereka kompak.
Setelah itu bos mereka menyuruh mereka untuk segera mengobati luka mereka.
Sedangkan di tempat lain Angel sudah berdiri di luar pagar sebuah rumah. Ia mengambil ponselnya dan Ia mendapati begitu banyak pesan dan panggilan dari Angga. Namun Ia mengabaikannya karena bukan itu yang ingin Ia cek melainkan untuk menghubungi seseorang.
Beberapa kali ia menghubungi namun tidak ada jawaban namun Ia tidak menyerah dan terus mencoba. Akhirnya panggilannya pun di jawab.
"Halo"
__ADS_1
"Halo Rai, tolong bukain pagar rumah Lo"
"Apa? pagar rumah?" jawabnya bingung karena memang ini sudah sangat larut untuk bertamu.
"Ia, Gue di depan rumah Lo. Lo cepetan" katanya sedikit marah
"Bukannya ada satpam, suruh aja Dia buat bukain pagar"
"Lo bego atau bodoh sih, kalau gue minta tolong sama pak satpam dikira Gue ada apa apa. Orang udah malam gini bertamu ke rumah cowok lagi, iya dia tau Gue teman Lo tapi tetep aja"
"Lah itu Lo tau, terus ngapain malam-malam kaya gini Lo kesini"
"Udah deh jangan kebanyakan nanya, cepet Lo turun aja terus bukain ini pagarnya" katanya dengan nada kesalnya.
"Iya iya"
Beberapa menit kemudian Raihan muncul dengan penampilan yang acak Adul, maklum dia sudah tidur dan ia terbangun karena panggilan dari Angel.
Raihan hanya melirik pos satpam dan ternyata pak satpam sedang tidur.
"emmmb emmmmb" "Ngomong apa sih?" tanya Angel. Raihan langsung menarik tangan Angel dari mulutnya. "Lepasin dulu bego! Lo kesini malam-malam ada apa" katanya sambil menuntun motor Angel masuk pekarangan rumahnya, belum sempat Angel menjawab Raihan sudah kembali berkata "Itu muka Lo kenapa?" Sambil nunjuk lebam di wajah Angel.
"Jangan kebanyakan nanya, kalo Gue ceritain itu makan waktu lama karena ceritanya panjang. Gue kesini mau minta Lo buat ngobatin luka Gue, kalau Gue pulang dengan keadaan kaya gini pasti Gue bakal di ceramahin"
"Kalau tau bakal di ceramahin kenapa sampai begitu? Jangan-jangan Lo habis buat masalah yaa?" "Kalau Gue ceritain juga percumah, intinya Gue nggak buat masalah. Gue cuma menjaga diri aja".
Mereka memasuki rumah Raihan yang sudah sangat sepi. "Ikut Gue" kata Raihan sambil menarik tangan Angel "Kemana?" "Udah diem aja, nurut aja sama Gue kalau Lo nggak mau ketahuan sama orang rumah"
Angel hanya pasrah dan menurut dengan Raihan. Ternyata Raihan membawa Angel ke kamarnya. "Eh ngapain kita kesini, Lo jangan macem-macem sama Gue yaa" protes Angel sambil menyilangkan tangannya di dadanya.
PLETAAK!!
__ADS_1
"Mikir apa Lo!" kata Raihan. "Sakit bego" kata Angel sambil mengusap kepalanya. "Udah Lo disini aja dulu, Gue mau ambil obat sama kompres" katanya sambil meninggalkan Angel.
Beberapa saat kemudian Raihan kembali dengan kotak obat dan air es.
"Duduk sini" kata Raihan sambil menepuk-nepuk sofa di sampingnya.
Angel menurut dan Raihan langsung mengompres luka itu kemudian Ia juga mengobatinya.
"sshhh, pelan-pelan" kata Angel sambil menahan perih. "Sakit? tahan bentar lagi selesai, lagian Lo ada-ada aja udah tau sakit masih aja mukanya di buat babak belur gini" katanya sambil terus mengolesi obat pada luka Angel.
"Kenapa Lo senyum-senyum gitu" kata Angel "Lucu aja, muka Lo itu udah jelek di tambah babak belur gini jadi tambah jelek" ejek Raihan sambil menahan tawanya agar tidak pecah. "Rese Lo" jawab Angel sambil mendorong bahu Raihan.
"Oke, sudah selesai nona. Silahkan anda kembali ke rumah anda" kata Raihan "Gue minta bantuan Lo lagi, anterin Gue pulang motornya titipin disini dulu besok Gue ambil" "Ogah" "ayo dhooong, Gue mohon" katanya memelas.
Raihan hanya membuang nafasnya kasar "Oke Gue anterin" "Tapi pake sepeda aja yaa?" pinta Angel. "Lo bawel banget sih, udah baik Gue mau nganterin masih aja nego" jawabnya tak terima.
Namun walau tak terima Raihan tetap menyutujui permintaan Angel.
Sedangkan di tempat lain ada seseorang yang gelisah menunggu adiknya.
"udah jam segini belum pulang juga" katanya sambil melirik jam dinding. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang
"Halo pak, nanti kalau Angel sudah pulang kabari saya dan ingat ya pak biarkan saja Dia masuk. Bapak pura-pura saja tidak melihatnya"
"baik tuan" jawab orang di sebrang.
Hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk sampai di rumah Angel.
"Udah sampai, Lo cepet balik gih" kata Angel "Iya, tapi gimana Lo masuknya itu pagarnya di kunci nggak mungkin Lo panggil satpam kan? " "Nggak lah, Gue punya cara sendiri Lo liat aja" jawab Angel santai.
Angel langsung memanjat pagar itu "Gila Lo! kebiasaan" kata Raihan. Angel hanya tersenyum "Ya udah Gue kan udah masuk lebih baik Lo cepet balik udah malam gini" kata Angel "Oke" "Hati-hati di jalan" kata Angel yang di anggukin Raihan.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain ternyata ada yang mengamati gerak gerik Angel.