Oh My Friend

Oh My Friend
28


__ADS_3

"Nah karena kalian sudah hampir selesai, jadi tolong di beresin sekalian. Karena Lo juga udah disini tolong bantuin juga yaa" kata Angel sambil menunjuk Angga yang baru saja sampai. "Aku? Bantuin?" jawabnya bingung. "Iya, kalau nggak ngerti tanya aja sama mereka. Oiya Bang laptop Abang dimana Angel mau pinjem" jawab Angel sambil menunjuk kearah Raihan, Bang Jojo dan kak Dimas.


Angga hanya menganggukkan kepalanya, walau sebenarnya Dia belum paham apa yang harus dia bantu.


"Lah laptopmu dimana?" jawab Bang Jojo. "Entahlah, Angel lupa" jawabnya cuek sambil keluar dari kamarnya.


"Apa yang bisa Gue bantu" tanya Angga "Lo beresin ini aja" jawab Raihan yang kini malahan duduk. "Kenapa malah duduk bantuin lagi, tinggal dikit juga" protes Dimas. "Ck, Gue capek ya kak. Mau istirahat dulu. Lagian juga sudah ada Kak Angga" jawabnya sambil merebahkan tubuhnya di sofa. "Biarin Dia istirahat dulu" sahut Bang Jojo sambil menepuk pundak Dimas. Dimas hanya pasrah walau sedikit kesal karena memang dari tadi yang memasang hanya dirinya dan Jojo, sedangkan Raihan hanya menonton sambil mengkritik.


Angel kembali dengan laptop Abangnya yang sudah Ia tenteng. "Lo minggir dikit" katanya sambil mendorong tubuh Raihan. Raihan hanya berdecak kesal "Duduk di situ kan bisa ngapain ganggu Gue" katanya ketus "Lo aja yang pindah" jawab Angel cuek sambil mengotak Atik laptop Abangnya. "Lo mau ngapain sih?" tanya Raihan yang melihat Angel begitu serius. "Udah nggak usah nanya, lebih baik Lo bantuin mereka lagi"


Raihan akhirnya meninggalkan Angel dan kembali membantu Bang Jojo, Kak Dimas dan Angga.


Hari sudah semakin sore Mereka semua akhirnya menyelesaikan proyek besar menurut Angel.


"Oke, karena kalian sudah selesai dan bekerja sangat baik hari ini kalian semua boleh istirahat dulu. Kalau ada yang mau mandi, mandi aja. Pokoknya terserah kalian, tapi ingat nggak boleh ada yang pulang dulu" kata Angel setengah memerintah. Mereka semua bubar dan pergi ke kamar Bang Jojo tapi Angga malah masih di kamar Angel.


"Lo ngapain masih disini, ikut mereka gih." kata Angel sambil mendorong tubuh Angga. "Kamu apaan sih, aku kesini itu pengen ketemu kamu malah di suruh pergi" jawab Angga sedikit kecewa "Tenang saja nanti juga ketemu lagi, udah buruan keluar". Akhirnya Angga keluar dan kini mereka semua berkumpul di kamar Bang Jojo.


Mereka asyik bermain game dan tertawa hingga suara mereka terdengar dari lantai bawah karena saking kerasnya suara mereka.


"Bi, itu kok rame banget ada temannya Abang ya?" tanya Bunda yang baru pulang "Bukan nya, itu temannya non Angel" jawabnya sopan "Oh ya sudah ini di bawa ke dapur ya Bi tadi saya beli buat makan malam tapi sepertinya kurang. Jadi tolong masak lagi ya" kata Bunda sambil menyerahkan sekotak makanan "Baik Nya".

__ADS_1


"Ayah mau mandi dulu atau gimana?" tanya Bunda yang kini sudah ada di kamar. "Ayah mandi dulu, itu bilang sama anak-anak sudah pada sholat apa belum" jawab Ayah sambil melepas dasi yang di pakainya "Iya, Bunda tanya dulu".


Bunda menuju kamar Angel namun sepi dan akhirnya Ia menuju kamar anak laki-lakinya yang ternyata mereka kumpul di sana semua.


Tok tok tok!


Pintu di ketuk mereka semua menoleh karena memang pintunya tidak di tutup. Mereka tersenyum begitu pun Bunda.


"Kalian sudah lama?" tanya Bunda yang kini sudah masuk "Sudah Bun" "Sudah Tante" jawab Mereka semua. "Kalian sudah sholat belum? kalau belum sholat kalian sholat dulu nanti baru makan sama-sama" kata Bunda "Iya Bun" jawab Bang Jojo. "Bunda ke kamar dulu ya, nanti kalau sudah selesai langsung turun saja" kata Bunda sambil meninggalkan mereka.


Waktu berputar begitu cepat setelah mereka selesai makan malam, mereka semua berkumpul di ruang keluarga kecuali Ayah dan Bunda. Ayah pergi ke ruang kerjanya sedangkan Bunda pergi ke kamar.


Mereka bermain Game bersama dan apa bila ada yang kalah akan di hukum, Mereka larut dengan permainan mereka hingga waktu sudah cukup malam.


"Ya udah, kalian hati-hati Gue nggak bisa nganter ke depan" kata Bang Jojo sambil pergi menaiki tangga untuk kembali ke kamarnya "Gue masih ada kerjaan yang belum kelar" timpalnya kembali.


Mereka pergi satu persatu dan Angel mengantarkan mereka sampai ke depan pintu. "Kalian hati-hati ya? Makasih untuk hari ini" katanya tulus. "Iya, kaya sama siapa aja" jawab Dimas "Gue balik yaa?" kata Dimas yang sudah menstater motornya. "Gue juga" sambung Raihan "Yoii" jawab Angel sambil melambaikan tangannya kepada mereka.


Kini tinggal Angga dan Angel yang berdiri di depan pintu. "Sebenarnya aku masih ingin bareng sama kamu, tapi mau gimana lagi ini sudah malam. Aku pulang ya?" pamitnya sambil tersenyum "Iya kak, besok-besok kan bisa bareng lagi" timpal Angel. "Ya udah aku pulang yaa?" katanya sambil mengacak rambut Angel "Iya" jawab Angel dengan wajah yang memerah.


Setelah Angga sudah tidak terlihat dari pandangannya Ia kembali masuk namun Angel terkejut karena ternyata Bunda sedang berdiri tidak jauh darinya.

__ADS_1


"Anak Bunda sudah besar yaa?" katanya "Bunda apaan sih" jawabnya sedikit malu. "Bunda tau, kamu pasti sudah menjawab perasaan Angga kan?" tebak Bunda tepat, sedangkan Angel hanya menunduk malu.


"Bunda setuju kok, Dia kelihatan baik. Di lihat dari cara melihatmu Dia benar-benar tulus" kata Bunda yang kini sudah mengelus lembut rambut Angel. "Beneran Bunda setuju?" "Iya, padahal Bunda berharap kamu bisa sama Raihan tapi kalau memang kamu suka sama Angga Bunda juga tidak masalah" "Makasih ya Bun" jawab Angel sambil memeluk Bunda.


"Tapi kalau kamu masih suka berantem kaya dulu Bunda kecewa" kata Bunda. Angel hanya menelan ludahnya susah karena memang Dia tidak bisa menghindar tentang yang satu itu.


"Kamu ingat ya, kamu itu wanita berperilaku lah selayaknya wanita. Bunda nggak mau kamu terluka seperti dulu lagi" sahutnya kembali Angel hanya tersenyum.


"Ya sudah, tidur sana sudah malam" "Iya Bun" jawab Angel singkat.


Ia melangkahkan kakinya sedikit berat merasa sangat sedih karena mendengar perkataan Bunda.


"Bang, Angel masuk ya?" kata Angel yang kini sudah memasuki kamar Bang Jojo. "Masuk saja" jawabnya tanpa menoleh.


Cukup lama tidak ada sahutan Bang Jojo merasa ada yang aneh dengan adiknya. Ia pun melihat adiknya yang sedang menekuk wajahnya.


"Kamu kenapa?" tanyanya sedikit khawatir. "Nggak papa" jawabnya "Kalau nggak papa kenapa itu wajahnya kusut" kata Bang Jojo lembut, Ia sangat tau kalau adiknya sekarang sedang dalam kondisi hati yang tidak baik.


Angel hanya menghela nafasnya. "Cerita sama Abang, siapa tau Abang bisa bantu. Kalau kamu diam saja bagaimana Abang bantu kamu hmmm" "Ini tentang mimpi Angel Bang" jawab Angel lirih "Terus?" sahut Bang Jojo.


Angel menghela nafasnya kembali "Abang tau kan, Angel itu pengen jadi petarung MMA. Tapi Bunda sepertinya tidak setuju dengan apa yang di impikan Angel" katanya yang masih menunduk. Bang Jojo tersenyum dan memegang tangan Angel.

__ADS_1


"Mungkin Bunda tidak mau anaknya terluka, apa lagi kamu anak perempuannya. Abang ngerti kamu pasti pengen banget jadi petarung tapi kamu nggak boleh egois. Karena tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya salah jalan. Iya Abang tau jadi petarung itu bukan kesalahan tapi alangkah baiknya bila kamu cari sesuatu yang lain. Yang tidak akan membuatmu terluka atau orang lain" Kata Bang Jojo. "Angel pikirin lagi deh Bang" jawabnya.


"Oiya, ini laporan kamu yang selesaikan?" tanya Bang Jojo "Hehe iya, kenapa ada yang salah?" jawab Angel sambil menggaruk tengkuknya. "Nggak, kamu hebat. Abang saja yang lulusan luar negri lama banget ngerjainnya kamu sebentar saja sudah selesai." kata Bang Jojo membanggakan adiknya. Angel hanya tersenyum menanggapi kata-kata Abangnya itu.


__ADS_2