Oh My Friend

Oh My Friend
42


__ADS_3

Sampailah Angel di depan Angga, namun Angga masih tidak bergeming sampai Angel terus mengibaskan tangannya di depan mata Angga.


"Kak!" panggil Angel dengan masih mengibaskan tangannya namun tetap tidak ada respon hingga akhirnya Angel menepuk bahu Angga "Kak! Kenapa?" tanya Angel "Eh" karena terkejut dengan apa yang di lakukan Angel hanya mampu mengalihkan pandangannya dari Angel "Nggak papa, kamu udah siap?" tanyanya sedikit dengan wajahnya yang sedikit merah karena malu. "Udah dari tadi, kak Angga aja yang malah ngelamun. Apa jangan-jangan kakak sakit ya?" tanya Angel dengan menempelkan punggung tangannya di kening Angga. "Haha kamu apaan sih, Aku nggak sakit" jawab Angga sambil meraih tangan Angel.


"Kalau gitu jalan sekarang?" tanya Angga "Nanti dulu kak, pamit dulu sama Bunda" jawab Angel "Aku udah bilang kok sama Bunda, yuk berangkat. Tapi tunggu dulu" kata Angga sambil meraih rambut Angel yang di ikatnya "Di lepas aja" katanya sambil melepaskan ikatan rambut Angel "Kenapa sih kak? Apa nggak bagus ya?" tanya Angel sedikit sedih "Nggak kok, kamu apa aja bagus. Tapi nggak usah di ikat" jawab Angga sambil tersenyum.


Akhirnya mereka pergi meninggalkan rumah Angel. Cukup lama mereka di perjalanan hingga sampailah mereka di salah satu mall, setelah Angga memarkirkan motornya mereka segera menuju bioskop.


"Mau nonton apa?" tanya Angga pada Angel ketika mereka sudah sampai "Emmb apa iya, kalau ini mau nggak?" tanya balik Angel sambil menunjuk salah satu poster film. "Serius kamu mau nonton itu?" tanya Angga kembali meyakinkan Angel, Angel hanya mengangguk semangat "Apa kamu nggak takut?" tanyanya sekali lagi "Nggak, atau jangan-jangan kakak yang takut ya?" ledek Angel "Nggak, Aku nggak takut. Ya udah kita nonton ini aja" jawabnya dan menuju penjual tiket.


"Karena filmnya masih lama, mau cari makan dulu?" tanya Angga "Nggak kak, Angel masih kenyang. Kita beli popcorn aja sama minum" jawab Angel cepat. Mereka pun memutuskan untuk membeli popcorn dan minum.


"Kita nunggu di dalem aja yuk kak, Angel sedikit ngantuk nih" kata Angel setelah mereka mendapat apa yang mereka inginkan. "Apa di dalam?" tanya Angga sambil menelan ludahnya. "Haduh gawat nih, dia sedang menguji apa gimana sih" batin Angga. "Iya di dalam yuk" kata Angel sambil menarik tangan Angga. Angga hanya mampu menurut saja, namun saat di dalam Ia hanya bisa menelan ludahnya. "Tahan jangan sampai Lo kalah, jangan sampai Lo apa-apain anak orang." batinnya untuk tetap dapat mengontrol sesuatu.


"Kakak kenapa kok diem aja?" tanya Angel saat melihat Angga cukup kalem sedari tadi "Nggak papa, Aku ke toilet dulu ya?" kata Angga dan Ia buru-buru pergi. "Aneh" Gumam Angel, namun Ia tidak mengambil pusing.


Setelah Angga berhasil keluar dari bioskop Ia tidak menuju ke toilet namun hanya berdiri di depan pintu, Ia sedikit khawatir kalau Ia tetap berada di dalam. Angga masih pria normal pikirnya. Cukup lama Angga berdiri di luar ruangan hingga suatu panggilan membuyarkan lamunannya.

__ADS_1


Di lihatnya ternyata Angel yang menelfonnya.


"Halo kak! Kak Angga dimana, kok lama banget ke toiletnya? kakak nggak papa kan?" tanya Angel dari seberang.


"Aku sebentar lagi masuk, Aku nggak papa" jawabnya.


"Ya udah buruan kesini filmnya udah mau mulai"


"Iya" jawab Angga dan Ia menutup telfonnya.


Angga akhirnya masuk kembali ke bioskop, Ia menghampiri Angel yang masih duduk di kursinya.


Saat film sudah mulai dan beberapa kali ada adegan yang cukup membuat terkejut para penontonnya, namun saat Angga melirik kearah Angel Ia nampak masih sangat santai menikmati filmnya.


Di amatinya wajah Angel dari samping membuat Angga menelan ludahnya. "Cuma pakai baju begitu aja keliatan cantik banget apa lagi" batinnya namun Ia segera menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengembalikan pikirannya. "Mikir apa sih Gue" gumamnya dan kembali melihat ke arah depan.


2 jam lebih mereka menikmati filmnya, terlihat ada pancaran bahagia dari Angel. "Filmnya bagus ya kak?" kata Angel sambil berjalan menuju ke luar "Iya" jawab Angga sambil tersenyum.

__ADS_1


Mereka terus berbincang tentang film yang telah mereka tonton itu, hingga Angga bertanya "Kamu mau makan lagi?" tawarnya "sekarang belum laper lagi kak" jawab Angel. "Ya udah kalau gitu kita jalan-jalan sebentar, apa kamu mau beli sesuatu?" tanya Angga kembali, Angel hanya menjawab dengan gelengan kepalanya. Mereka cukup lama hanya berjalan dan melihat-lihat.


"Kak kita balik aja yuk?" ajak Angel saat Ia melihat jam di tangannya. "Udah mau balik?" tanya Angga balik "Iya, udah malam nih" jawab Angel. Mereka akhirnya sepakat untuk segera kembali.


Namun saat berada di jalan Angel menepuk pundak Angga. "Kak berhenti dulu" katanya dengan suara yang keras. "Kenapa?" tanya Angga saat Ia menepikan motornya. "Angel pengen makan sate itu" kata Angel sambil menunjuk tukang sate yang berada di sebrang jalan.


Angga dan Angel menghampiri penjual sate itu setelah mereka memarkirkan motornya.


"Bang, biasa ya" kata Angel kepada penjual sate. "Siap neng, berapa?" tanya penjual sate. "2 bang, tapi yang satu jangan terlalu pedes" kata Angel. "Siap neng, tapi neng kok tumben nggak bareng Raihan? Padahal tadi Raihan habis dari sini" kata si penjual sate. "Nggak bang, tadi Angel abis keluar sama temen" jawab Angel sambil menunjuk ke arah Angga.


"Kalau gitu di tunggu ya neng" kata penjual satenya "Iya" jawab Angel dan Ia berjalan menghampiri Angga. "Kita makan disini ya? Kak Angga nggak keberatan kan?" tanya Angel "Nggak kok, ya udah kita cari tempat duduk" jawab Angga sambil menggandeng tangan Angel.


Tidak begitu lama pesanan mereka datang, "Silahkan neng" kata penjual satenya sambil menaruh 2 porsi sate yang telah Ia pesan. "Makasih ya bang" jawab Angel sambil tersenyum.


Stelah kepergian si penjual mereka menyantap sate itu. "Kamu biasa kesini ya?" tanya Angga saat mereka masih menikmati satenya. "Ia, Angel sering kesini sama Raihan. Abang satenya juga udah hafal sama pesenan Angel" jawabnya sambil terus mengunyah.


Di lihatnya ada sedikit noda di tepi bibir Angel, dengan cepat Angga langsung membersihkannya. Melihat apa yang di lakukan Angga Angel hanya terpaku, Ia merasa terkejut dengan apa yang di lakukan Angga kepadanya.

__ADS_1


"Kalau makan itu yang pelan, jadi nggak belepotan kaya gini" kata Angga sambil menaruh tisu yang telah Ia pakai. "Ma makasih kak" jawab Angel sedikit terbata, Ia merasa pipinya saat ini sangat panas dan jantungnya serasa akan meledak sehingga Ia sangat susah menelan makanannya yang telah Ia kunyah sedari tadi.


__ADS_2