Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Menunggu pesanan


__ADS_3

Seketika Fero melaju menuju rumah makan yang ditunjuk oleh aplikasi. Rumah makan Aneka Seafood terlihat jelas nama restauran tersebut beserta terangnya pencahayaan. "Assemmmm ramai banget nih antriannya."batin Fero kesal.


Tuuttt tuuttt tuuttt


"Iya mas kenapa?" Terdengar suara wanita yang terkesan galak, "Anu mbak ini antriannya panjang,kira-kira mbaknya mau menunggu?"kata Fero agak sedikit pasrah setelah mendengar nada bicara pelanggan yang dia telpon lumayan kurang enak didengar.


"YA saya tunggu"


"Makas..(Hening),hadechhh dimatiin..alamat ndak enak nih,ultah bukannya dapet hal baik malah dapet apes dari tadi perasaan"gumam Fero.


"Kenapa bro?tanya ojol yang kebetulan sama-sama antri dan memperhatikan Fero terlihat kesal."Ah,ndak papa bang ini saya cuma konfirmasi pelanggan mau tunggu antrian apa kagak"jelas Fero.

__ADS_1


"Oalah...hehehe kagak mau nunggu suruh beli aja sendiri,emang kita jongosnya apa?",kata si abang ojol yang mengaku bernama Armin sambil tertawa dengan wajah kesal.


Fero mengangguk tanpa bicara sambil tangannya meraih nota untuk menulis pesanan sesuai aplikasi.


Selesai menulis nota Fero menyerahkan pada karyawan dan kembali duduk bersama temen-temen ojol yang lain yang juga menunggu pesanan mereka. 10 menit sudah berlalu beberapa pesanan ojol sudah selesai dan Fero sekarang memilih diam karena mulutnya terasa lelah menjawab pertanyaan temen-temen ojol yang lain dan pasti pertanyaan itu selalu datang tiap dia mendapat pesanan makanan.


"Bang sakit ya?"Bro kenapa helm lu pakai?" dll,yang pada intinya menanyakan kenapa Fero tetap memakai helm atau menutup mukanya.


Fero memiliki wajah yang bisa dikatakan ganteng,tampan tapi bukan babang tamvan,dia benar-benar tampan. Secara dia mendapatkan ketampanan tersebut dari ayahnya yang campuran bule dan ibunya campuran cina dan sunda. Bisa dibayangkan wajah Fero seperti es campur yang menggiurkan.


Meskipun begitu parasnya tidak berjalan berdampingan dengan kehidupan ekonominya. Ayahnya adalah God of Gembel yang saking suka berjudi dan sering kalah membuat keluarganya menjadi gembel. Fero muda telah kehilangan rumah sebab mau tak mau ayahnya terpaksa menjual rumah demi melunasi hutang. Beberapa kali pindah kontrakan yang pada akhirnya sekeluarga sekarang memilih tinggal di rumah susun.

__ADS_1


Ketika tinggal di rusunawa inilah Anissa kekasih Fero meninggalkannya karena orang tuannya tidak setuju hubungan mereka melangkah lebih jauh.Fero memahami kalau orang tua Anissa takut masa depan anaknya menjadi tidak jelas,meskipun secara kepribadian dan secara tampang mereka menyukai Fero. Tapi keluarga Anissa adalah keluarga terpandang tentu saja enggan jika anak mereka menikah dengan pemuda yang orang tuanya penjudi dan miskin.


45 menit sudah Fero mengantri sambil melamun.


"Orderan FERO!"


teriak pelayan membuyarkan lamunan babang tamvan yang tak diketahui publik ini."Woke bang hadirr",sahut Fero sambil segera mengambil makanan.


Sambil berlalu Fero masih sempat mendengar bisik-bisik beberapa ojol yang dia lewati. "Bro anak itu mukanya penyakitan apa sombong?perasaan dimana-mana ketemu kagak pernah lepas helm."...Fero tersenyum sambil berlalu tak terlalu ambil pusing kata-kata mereka karena sudah terbiasa.


"Mari bang saya duluan" sapa Fero pada teman-teman ojol yang masih mengantri sebelum naik ke motornya.

__ADS_1


__ADS_2