Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Rumah Susun


__ADS_3

Angin melewati jaket atribut yang dipakai Fero, begitu dingin seolah memberi tahu bahwa ini adalah angin tengah malam. Beberapa kali Fero mengerutkan dahi dan beberapa kali melihat aplikasi ojol di hpnya, "Aneh dari tadi sehabis dari klinik kok kagak bunyi-bunyi??"Udah jam 12 lagi bener-bener lengkap hadiah ulang tahun ke 30 ku."


Dengan langkah gontai Fero menuju motornya dan segera pulang ke rumah.


"Anakku sayang sudah pulang, met ultah ya kak."


Senyum seorang wanita dengan rambut pendek penuh dengan uban namun masih menyisakan sedikit warna hitam.


"Iya Mi.", jawab Fero sambil tersenyum tipis.


"Papi mana?"

__ADS_1


"Udah tidur papimu,kamu kenapa kok kelihatan lesu?Mami ambilkan makan ya?"


Wanita tua itu segera menuju ke dapur yang jaraknya lima langkah dari pintu depan.


Sambil mengangguk menunjukkan tanda tidak menolak Fero duduk, kemudian menyalakan TV di depannya. "Sepi banget hari ini mi, dari pagi cuma dapat dua orderan."


Meskipun terdengar samar Ibu Rosida, atau ibunda dari Fero mendengar anaknya menghela nafas tanda kecewa.


"Sabar,besok pasti ramai, Kakak banyak-banyak berdoa sama Tuhan."


Sudah dua tahun Fero tinggal di rumah susun yang merupakan bangunan program perintah daerah. Setelah beberapa kali pindah kontrak dari satu desa ke desa lain, mungkin rusunawa atau rumah susun ini yang dirasa nyaman oleh Fero sekeluarga. Hal ini beralasan karena orang-orang yang tinggal di rumah susun adalah orang yang belum memiliki tempat tinggal sendiri. Meskipun ada beberapa yang diam-diam membeli data maklum hal tersebut pasti terjadi di manapun dan dalam aspek apapun.

__ADS_1


Selama pengalaman berpindah-pindah meski tidak langsung tapi Fero tau tidak sedikit mata yang memandang rendah ke keluarganya, apalagi Fero dan keluarga secara fisik memiliki wajah orang mampu namun kenyataan mereka cuma mampu untuk mengontrak rumah, terlepas dari kesalahan masa lalu ayahnya.Tapi di rusunawa ini diskriminasi maupun pandangan sengit tidak terjadi karena tetangga mereka tentu memiliki nasib dan kisah yang tidak jauh berbeda. Makanya Fero merasa betah.


Rusunawa atau rumah susun adalah bangunan program dari pemerintah yang diperuntukkan untuk orang-orang yang kurang mampu.Terdiri dari tiga gedung dan tiap gedung memiliki lima lantai. Lantai pertama diperuntukkan untuk orang-orang yang disabilitas sekaligus untuk kantor administrasi. Lantai kedua untuk warga dengan usia 50 tahun ke atas, sedangkan lantai ketiga untuk mereka yang berusia 40-50 dan seterusnya. Makin tinggi lantai makin muda usianya. Namun Fero tinggal di lantai 2 karena ikut Kartu Kependudukan orang tuanya.


Orang yang tinggal di rusun adalah mereka yang memiliki KTP kota tersebut dan telah berkeluarga atau pernah berkeluarga, jadi bagi mereka yang belum pernah menikah tapi sudah pisah KK dari orang tuanya tentu tidak boleh tinggal di situ.


Mereka yang tinggal di rusunawa bisa dikatakan warga miskin di kota tersebut, sehingga sering kali penduduk di luar rusun menyebut rusunawa adalah sarang preman atau kumpulan kaum tersisih dan tidak jelas. Selain lokasinya yang jauh dari pemukiman di area persawahan, bangunan pertama merupakan bangunan yang dibuat untuk warga kumuh yang tinggal di sebuah pasar di tengah kota sebelum pasar tersebut diratakan dan sekarang menjadi taman kota.


Sehingga bangunan pertama hampir sebagian besar warganya merupakan korban penggusuran dari pasar tersebut. Maka tak heran jika bangunan pertama disebut sarang preman kelas teri. Bisa dilihat dari profesi mereka yang sebagian besar adalah tukang parkir liar yang menguasai area pertokoan di kota, pengamen pemulung, dan bahkan penjual togel.


Berbeda dengan bangunan pertama, bangunan kedua dan ketiga warganya lebih heterogen dan bisa dikatakan lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari pekerjaan mereka yang juga lebih bervariasi mulai dari ojol, guru PAUD, pedagang kaki lima, sales, pejaga apotek, karyawan/ti toko, bengkel dan masih banyak lagi.

__ADS_1


"Hemmm..."


Setelah menghela nafas panjangnya Fero disambut oleh putri mimpi, figur yang selalu dia pikirkan sebelum tidur. Seorang wanita yang selalu tersenyum ke dirinya dengan tulus.


__ADS_2