
Hari berjalan seperti biasa tapi ada 4 manusia 2 laki-laki dan 2 perempuan di dalam kamar. Keempatnya entah bagaimana di dalam kamar mereka masing-masing, senyum-senyum sendiri dan sesekali melihat ke arah jam dinding. Marsella,Rendi tentu berada di kamar mereka yang terlihat mewah,Karin tidak terlalu mewah tapi masih bisa dikatakan berada. Sedangkan Fero hanya berada di ruang tamu kalau pagi sampai sore dan menjadi kamar apabila malam.
Fero matanya mengarah ke TV namun hatinya tidak. Sesekali jin di sebelahnya mendengarkan Fero menghela nafas dan melihatnya sesekali tersenyum. 'Gini manusia kalau lagi kasmaran,jijik gua', batin jin itu sambil berlalu.
Fero meskipun seharian bersama Karin tapi sedari pulang hatinya selalu teringat wanita berwajah judes berkulit coklat yang selalu membuat jantungnya berdebar dengan hanya mengingat wajahnya. Begitu pula Marsella di dalam kamarnya,lama semenjak masa remaja dirinya yang sudah tidak lagi muda merasakan kondisi alay kembali. Padahal seharian Rendi lah yang justru berada di sampingnya.
'Apa kamu juga sama berpikir seperti apa yang aku pikirkan....Fero', Marsella tersenyum sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya merasa malu.
Rendi berdiri dari berbaring dan membuka bajunya menunjukkan guratan otot di seluruh tubuhnya sambil menghampiri cermin di depannya,"Sella,sella!sepertinya aku benar-benar suka padamu kali ini."
Sementara Karin masih bimbang sambil memegang Hp, "Ku Wa apa ndak yaaaa?"
"Dering"
__ADS_1
"Iy Rin ada apa!", Fero terlihat bingung Karin meneleponnya tengah malam.
"Aku ganggu ya Kak!"
"Dak cuma kaget aja"
"Cuma mau ngingetin besok jemput lagi ya?Udah cuma itu aja Kak met rehat"
"O..k"
"Hemmm,belum dijawab dimatiin."
Fero tiba-tiba menjadi nampak bingung, dirinya hanya menginginkan seorang saja yang akan membuat hatinya sibuk. Tapi kali ini nampaknya akan ada sedikit kesulitan. dalam jalannya. Sambil menggaruk kepala Fero mulai memejamkan mata sambil bergumam, "Yang satu hatiku menyukainya tapi sulit menggapainya dan yang satu justru dalam dekapan tapi hatiku tidak menginginkannya. Jomblo sampai tua apa gimana ini enaknya hehehehe."
__ADS_1
Fero terlelap dalam tidur, sementara Marsella masih bermain-main dengan angannya. Tiba-tiba pesan WA masuk di HP nya, "Hemmm,Rendi."
'Sell udah tidur?'
Marsella enggan untuk membalas chat Rendi entah mengapa, dia hanya melihat notif Wa tanpa membukanya dan sekali lagi di liriknya notif pesan tersebut.
"Coba dia yang Wa,tapi bagaimana cara memulai nya?Apa aku minta nomer nya ke Karin?Tapi apa alasannku minta nomer Fero ke Karin? Tapi kalau dipikir-pikir Karin sama Fero sering bersama. Mereka pacaran kagak ya?" Marsella terdiam sesaat merenung.
"Aku yakin perasaanku tak mungkin salah. Fero pasti merasakan hal yang sama,seperti apa yang kurasakan. Wajahnya,senyumnya...Ya Tuhannn aku sungguh menncc" Tiba-tiba Marsella menahan diri berusaha menggigit bibir bawahnya.
Matanya sekali lagi melihat jam dinding meskipun Hp disebelahnya sudah menawarkan diri dari tadi untuk dilihat, "Udah pagi sepertinya aku harus tidur kali ini.Met tidur juga Fero(hihihi)."
"Haemmmmm...iya dok,met tidur juga"
__ADS_1
"Hehh!!!Gini amat manusia kalau lagi kasmaran sampai kebawa tidur?Untung gua lahir sebagai jin kagak norak begini" Dan Si Jin itupun pergi sambil melengos ke arah Fero